Anatomi Laporan Warga Via Brodkes Whatsapp

Belum lama tersiar kabar tragis: beberapa orang di India tewas dihajar massa yang paranoid karena desas-desus penculikan anak. Whassap kini memang menjadi tempat diseminasi desas-desus paling ramai. Pihak manajemen WA sendiri mulai melakukan langkah-langkah untuk mengurangi kebiasaan meneruskan pesan tanpa membaca atau memeriksanya terlebih dahulu. Tapi siapa peduli?

fb-post
Salah satu bentuk pesan yang diteruskan adalah laporan langsung warga. Continue reading

Senjakala Sang Syaikh

abubakar-baasyir-2011

Mereka yang memperjuangkan idenya di luar kehendak masyarakat memang memberikan kita cerita yang tidak ada habisnya. Meski selalu ada cerita-cerita baru, namun ada kalanya tokoh-tokohnya harus mengundurkan diri untuk memberi jalan bagi tokoh baru. Tampaknya kini sesepuh jihadist Indonesia memasuki masa senjanya.

Continue reading

What A Shitty Politics

Jadi, ini terjadi di Amerika:

1514595115242

Ini bukan foto persahabatan pandu antar negara. Ada cerita menyebalkan di belakangnya. Let’s find out!

Continue reading

Agar Tidak Menjadi Bodoh Soal Jerusalem

Minggu lalu POTUS a.k.a The Donald menyatakan pengakuan Amerika Serikat bahwa Jerusalem adalah ibukota Israel. Seperti biasanya terkait dengan perilaku Trump, the world implode. Seperti biasanya apapun posisi anda terkait konflik Palestina-Israel, ayatayatadit akan hadir untuk anda agar tidak terseret dalam konsepsi keliru.

Continue reading

Jurnalisme Online [Review Buku]

Jurnalisme daring kini telah menyentuh berbagai kalangan masyarakat. Sebagian dari kita tidak lagi menyentuh media cetak untuk memperoleh informasi terbaru. Di sisi lain penyebaran konten media daring dan bermunculannya pelbagai situs baru sering memunculkan keluhan akan rendahnya kualitas media-media tersebut.

 

photo6334779546024388595

Hadirlah Jurnalisme Online dari Engelbertus Wendratama bagi anda yang ingin terlibat dalam jurnalisme daring dan memunculkan konten berkualitas. Continue reading

Narasi Sejarah dan Penguasa Indonesia

“Those who control the present, control the past and those who control the past control the future.” George Orwell, 1984.

12087319_1244889438870999_3681318535869119823_o

Kalimat ini membawa pesan mimpi buruk novel 1984 ketika Inggris dikuasai rezim totalitarian yang mengontrol segalanya. Dalam rangka mempertahankan kekuasaannya rezim ini terus-menerus  menulis ulang sejarah untuk menyesuaikan agenda kontemporer mereka. Rezim ini selalu berusaha menghapus kenangan akan kehidupan masa lalu untuk konstruksi yang mendukung legitimasi rezim ini.

Bagaimana dengan Indonesia? Continue reading