Tentang Marx & Sejarah

Karl Marx

 marx_3

Karl Heinrich Marx lahir di Trier, Prussia pada 5 Mei 1818. Berasal dari keluarga Ashkenazi yang secara turun-temurun menghasilkan rabbi, ayahnya secara mengejutkan menjadi Lutheran sebelum Karl lahir, mengganti namanya dari Herschel Marx menjadi Heinrich Marx. Sebagai seorang yang mendapat pendidikan sekular, Herschel Marx kagum dengan pemikiran Aufklarung. Ia aktif dalam agitasi reformasi dan konstitusi Prussia, yang saat itu dibawah kekuasaan monarki absolut. Continue reading

Kongres dan Kooptasi

Satu nusa

Satu bangsa

Satu bahasa kita

Di saat agresi militer pertama Belanda mendera, untuk pertama kalinya lagu karangan Liberty Manik diperdengarkan, lagu ini mengejawantahkan pernyataan perintis awal pergerakan kebangsaan.  Indonesia satu, satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa. Pernyataan yang kini ada yang memperdebatkan apakah harus disebut putusan atau disebut sumpah. Continue reading

Sesal Fingolfin

Adalah Fingolfin putra Finwe, salah satu raja Noldor menceritakan penyesalannya tentang keterlibatannya dalam perseteruan di Alqualonde. Noldor yang dibutakan oleh dendam gelap mata akan penolakan Teleri memberikan kapal-kapal mereka. Adalah Fingol putra Fingolfin yang dalam ketidaktahuannya datang dan menghabisi Teleri. Itulah kisah Pembunuhan Sanak (Kinslaying) pertama.

Fingolfin, ketidakhadiranmu adalah dosamu.

 

=======================

Entah mengapa trilogi Lord of the Ring terasa hambar dan Silmarillion lebih parah dalam hal ini. Hansi Kursch berhasil mentransformasi cerita Tolkien yang diceritakan dari sudut pandang pencerita menjadi syair penyesalan yang dituturkan dari sudut pandang pelaku.

Cultuurstelsel/Tanam Paksa: Sebuah Pengantar

Apa itu Cultuurstelsel?

Cultuurstelsel (literal: sistem penanaman, istilah: tanam paksa, Inggris: cultivation system) adalah sistem produksi tanaman ekspor yang dilakukan mulai tahun 1830, berupa kewajiban menanam tanaman komoditas yang bernilai ekspor tinggi di pasar dunia.

Continue reading

Mencari Pemimpin dan Netralitas

Oktober 2013, tidak sampai setahun lagi Indonesia akan memilih presiden baru. Insya Allah jika tidak ada halangan Oktober 2014 sudah ada pemimpin baru Indonesia dari hasil pemilihan umum, bukan dari perang saudara. Orang-orang yang merasa dirinya pantas memimpin Indonesia sudah bercuap-cuap di sana-sini. Bahkan saya yang ingin mengikuti diskusi tentang tokoh sejarah Indonesia pun sempat kecele. *Ups, kalau yang satu ini ndak usah diungkit lagi.

Continue reading