Kritik Terhadap Sistem-sistem Spekulatif (Rangkuman)

Kebenaran sistem spekulatif tidak dapat dipastikan, ia tidak dapat divonis benar atau salahnya sebagaimana dalam penafsiran sejarah atau teori ilmu alam. Ini dikarenakan sistem-sistem spekulatif memiliki sifat metafisik. Ciri khasnya yaitu pernyataan metafisik tidak dapat dinyatakan salah meskipun pernyataan tersebut tidaklah masuk akal.

Hal tadi menyebabkan bahwa sistem-sistem spekulatif tidak dapat dikatakan memenuhi kaidah ilmiah. Filsuf sejarah spekulatif berpretensi bahwa mereka dapat menemukan pola universal dari masa lalu, dan beberapa menekankan dari pola ini akan bisa didapat peramalan mengenai masa depan. Hal ini oleh Popper disebut sebagai historisisme. Popper menyebut ada empat cara aliran historisisme membuktikan kesahihan ramalannya yaitu melalui:

  1. rumusan sebuah hukum evolusi bagi proses sejarah;

  2. dinamika sosial yang pengaruhnya terhadap sejarah seperti pengaruh dinamika bagi obyek fisik;

  3. kecenderungan-kecenderungan tertentu dalam proses sejarah yang kemudian diproyeksikan ke depan;

  4. hukum-hukum gerak yang membawahi perkembangan sejarah.

Filsuf sejarah spekulatif berpendapat bahwa selaras dengan teori Darwin dapat disusun suatu hukum evolusi bagi sejarah. Namun pada dasarnya mereka salah karena Darwin bukanlah mengemukakan teori evolusi sebagai hukum-hukum mengenai keseluruhan jalannya evolusi. Darwin hanya mengemukakan bagaimana evolusi dapat terjadi, bukan hendak meramalkan seperti apa arah evolusi ke masa depan.

Pengaruh dinamika sosial dalam sejarah diawali dari pemikiran Comte dan dikembangkan Toynbee, dapat dirumuskan sebagai “…gerakan-gerakan yang sifatnya evolutif. Mereka tidak hanya tidak dapat mendek tetapi juga tidak dapat dibalik tanpa mengacaukan hukum gerak mereka sendiri.” Dalam pandangan ini Popper mengemukakan dua kesalahan paham dalam membandingkan dengan hukum fisika: Pertama, sistem-sistem dinamis yang dimaksud fisikawan adalah suatu sistem yang terisolasi dari pengaruh luar dan dapat diulang kembali. Dalam masyarakat hal ini tidak dapat ditemui, bahkan suatu masyarakat yang terisolasi dan mengulang kembali irama sosialnya dipandang antropolog sebagai masyarakat statis. Kedua, analogi yang menyajikan masyarakat sebagi benda fisis yang sama masif, terkait, dan tak terbagi. Pada kenyataannya masyarakat diisi oleh manusia-manusia yang kehendaknya berbeda-beda, berubah, dan tidak pasti.

Selanjutnya Filsuf sejarah menggunakan arah perkembangan atau kecenderungan yang terjadi di masyarakat. Segala aspek masyarakat diteliti dan disimpulkan arah masyarakat keseluruhan berkembang, resultante (sekali lagi diambil dari konsep fisika mengenai gaya). Namun penggunaan trend oleh Popper ditolak karena hanya berlangsung sesaat, gaya-gaya yang mendorong perubahan masyarakat tersebut akan senantiasa berubah. Dalam sistem spekulatif mengatakan bahwa dalam proses historis nampaklah suatu trend menuju kemajuan artinya pengetahuan kita semakin banyak dan tata tertib sosial makin sempurna, namun kesimpulan ini tidak menghiraukan kondisi awal yang berbeda-beda.

Terakhir adalah filsuf sejarah berusaha mencari hukum gerak yang menopang proses historis sehingga berdasar hukum itu dapat diramalkan masa depan. Filsuf sejarah mendapat ilham dari ilmu alam, dimana hukum-hukum alam telah diketahui dan dapat memperkirakan perilaku sistem. Namun justru ilmu alam tidak membuat hukum pada sistem yang majemuk dan hbagian-bagian sistem sementara sejarah berurusan dengan sistem yang amat majemuk.

Hal-hal diatas menjadikan filsafat sejarah kehilangan wibawanya, Haskell Fain menyatakan bahwa ini merugikan sejarah. Fain menyoroti perlunya menemukan hubungan kausal dalam penulisan sejarah, dan membantah pernyataan Hume yang menggambarkan kausalitas seperti hubungan korelasi. Ia menyatakan perhatian sejarawan harus menggunakan filsafat sejarah spekulatif untuk menunjukkan peristiwa-peristiwa mana yang pantas diteliti, peristiwa-peristiwa mana yang mirip mengenai sifat dan kategorinya, sehingga pantas dijadikan bagian dalam suatu cerita sejarah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s