Mencari Pemimpin dan Netralitas

Oktober 2013, tidak sampai setahun lagi Indonesia akan memilih presiden baru. Insya Allah jika tidak ada halangan Oktober 2014 sudah ada pemimpin baru Indonesia dari hasil pemilihan umum, bukan dari perang saudara. Orang-orang yang merasa dirinya pantas memimpin Indonesia sudah bercuap-cuap di sana-sini. Bahkan saya yang ingin mengikuti diskusi tentang tokoh sejarah Indonesia pun sempat kecele. *Ups, kalau yang satu ini ndak usah diungkit lagi.

Semalam di seputar bundaran UGM saya menemukan sebuah baliho yang sedikit menggelitik:

Image

Wah, rupanya BEM-KM mengadakan diskusi seperti ini lagi. Seingat saya tiga atau empat tahun lalu BEM-KM juga mengadakan acara serupa, dengan pengisi yang sama (Wiranto). Dan kini Wiranto didampingi oleh Anis Matta. Umm, APA?!? Anis Matta & Wiranto barengan?

Image(wajah saya ndak berubah jadi kayak Edgar Alan Poe)

Resiko jadi orang yang sudah berumur, jadi punya cerita-cerita lama. Alkisah sembilan tahun lalu diadakan pemilihan umum kedua setalh reformasi. Ada lima calon yang maju yaitu Hamzah Haz (PPP), SBY (Demokrat), Wiranto (Golkar), Megawati (PDIP), dan Amien Rais (PAN). Pada putaran pertama PKS sebagai partai yang lumayan berpengaruh ditunggu-tunggu dukungannya. Pilihan mereka antara Wiranto dan Amien Rais. Setelah ditunggu lama akhirnya PKS menyatakan “menganjurkan” anggotanya dan rakyat Indonesia untuk memilih Amien Rais.  Tidak ada usaha lebih jauh dari PKS selain itu.

Pilihan kepada Amien Rais masuk akal secara ideologis, ia mewakili kalangan muslim modernis (muhammadiyah) yang mengisi sebagian besar kader PKS dan juga tokoh reformasi. Namun politik Indonesia bukan hanya mengenai ideologi. Ia adalah mengenai kedekatan pribadi, modal, dan kadang ada tuduhan suap di sana. Adalah Anis Matta yang mnyatakan dukungannya pada Wiranto. (sebelum keputusan diatas keluar) Ia menganggap Wiranto adalah contoh kesalehan dan kepemimpinan yang baik bagi Indonesia, separuh kader PKS pun mengamini Anis Matta. Tentu saja ada gosip PKS terbelah karena hal ini. PKS pun tidak dapat memberikan dukungan penuh kepada satupun diantara keduanya. Amin Rais meski mendapat rekomendasi PKS akhirnya gagal menjadi Presiden. Muncullah sakit hati dirinya kepada PKS dan dimulailah kerenggangan diantara keduanya.

Image

Tak perlu saya lanjutkan lagi, intinya adalah sudah diketahui umum bahwa Anis Matta dan Wiranto punya kedekatan politik. Ini adalah masalah bagi netralitas BEM-KM.

Ada banyak pilihan tokoh nasional lain selain Anis Matta dan Wiranto. Saya tahu rekan-rekan BEM-KM mungkin pengagum Anis Matta dan terpesona keindahan kata-kata Anis Matta dalam bukunya “Mencari Pahlawan Indonesia” namun menyandingkannya dengan Wiranto hanya dapat dibaca sebagai keberpihakan pada mereka dua politisi tersebut atau kurang matangnya pengkajian dalam pemilihan tokoh.

Jika dilihat lagi bahwa BEM sejak dulu dipimpin oleh orang-orang dari partai Bunderan, partai yang dibentuk oleh KAMMI UGM. Tidak ada yang bisa menafikkan bahwa KAMMI ini adalah oraganisasi mahasiswa yang seukhuwah dengan PKS. Kedekatan ideologis yang terlihat jelas ini adalah beban bagi BEM-KM. Mereka berada di perguruan tinggi negeri yang dibiayai oleh pajak, uang rakyat. Tentu oleh karena itu BEM-KM harus netral meski pemimpinnya memiliki kedekatan ideologis dengan partai ataupun politisi tertentu.

Menengok lagi kebelakang pada tahun 2009, BEM-KM menyebarkan pamflet “pendidikan politik” dalam rangka pemilihan umum 2009. Kampus diributkan oleh protes pihak-pihak yang keberatan dengan penggunaan bahasa yang dianggap menggiring opini pada partai tertentu. Jika bercermin dari ini, pantaslah jika saya mencurigai bersandingnya Anis Matta dan Wiranto sebagai pengisi acara BEM-KM.

==============

Kalu ada yang tahu afiliasi lembaga2 yang diundang BEM saya bersedia mendengarkan cerita panjenengan.

Advertisements

2 thoughts on “Mencari Pemimpin dan Netralitas

  1. Pingback: Keluguan dan Idealisme, Hearing BEM-Gelanggang | ayatayatadit

  2. Pingback: Not Cool Bray! | ayatayatadit

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s