Triple Kill: Fairy, NICA, dan Bumi Geulis

Hari minggu 10 November kemarin saya mendekam seharian penuh di kamar, berusaha membaca seupil data statistik yang saka tukil dari rangkuman arsip Peter Bloomgaard untuk kemudian dibuat jadi makalah. Dasar saya yang memang kelasnya DDR (Daya Dong Rendah), saya gagal menghasilkan suatu imajinasi kreatif untuk membuat narasi sejarah.

imagination, you just need that.

Alhasil saya justru mengumpulkan beberapa hal yang mengganggu ketentraman hati saya.

===========================

Menemukan tulisan tentang fairy, saya tahu tulisan seperti itu tidak perlu ditanggapi serius.

Tapi bagi rekan-rekan yang mengagumi keajaiban peri, saya hanya ingin bilang bahwa para peri itu pada awal dongengnya tidaklah kecil-kecil seperti itu. Apa yang terjadi dengan mereka?

===========================

Sewaktu browsing kaskus saya menemukan bahwa kaskus mencoba menjadi nasionalis dan memperingati hari Pahlawan. Tapi officer kaskus justru berhasil membuat saya gelisah setengah hidup. Silahkan dilihat hal yang membuat saya mengurut dada:

bung_tomo

Pada 10 November 1945, terjadi pertempuran hebat antara arek-arek Suroboyo dengan serdadu NICA yang diboncengi Belanda. Presiden Soekarno dikemudian hari menetapkan tanggal tersebut sebagai hari pahlawan.

Sungguh hati ini sedih. Betapa bagi bangsa ini buzzword lebih penting daripada fakta. Perkara bonceng membonceng memang sangat relevan dengan perkara awal revolusi fisik. Tapi siapa membonceng siapa?

Adakah Belanda membonceng NICA (Netherlands Indies Civil Administration)? Adakah NICA mempunyai serdadu selain pasukan Belanda? Dengan siapa arek-arek Suroboyo bertempur waktu itu?

===========================

Selamat Jalan Bumi Geulis

4699330290_ca6e22cff2_z

Kereta api Bumi Geulis adalah kereta api Sukabumi-Bogor yang beroperasi sejak 2006, menggantikan KRD “kelas kambing” (istilah dari Ibu saya) Bogor-Sukabumi. Meskipun kelas kamb, ups, maksud saya kelas ekonomi kereta ini punya kenangan untuk saya zaman SD, jika saya beruntung maka saya bisa bertemu kereta ini pada pukul 6.15/6.30 sedang memasuki stasiun Bogor. Entah kenapa Diesel Multiple Unit punya pesonanya sendiri.

Kini kereta cantik ini tidak lagi dapat beroperasi karena terlalu tua. Tapi jangan khawatir! Dahlan Iskan come to the rescue!

Menteri BUMN Dahlan Iskan (kedua kiri) bersama Dirut PT KAI Ignatius Jonan (kiri) melepas perjalanan perdana KA Pangrango rute Bogor-Sukabumi di Stasiun Bogor Paledang, Kota Bogor, Jabar

Wut? Penggantinya bukan DMU lagi? Weleh, sekarang stasiun Bogor didatangi rangkaian berlokomotif! Ternyata tidak. Kereta ini hanya sampai stasiun Paledang, lagi-lagi alasan yang digunakan adalah “mencegah penumpang tak berkarcis naik KA ini.” Setahu saya Paledang tidak banyak disinggahi angkutan umum, entah bagaimana keterhubungan antar moda di stasiun ini, padahal dongengnya ini demi para penglaju.

Setelah saya cermati lagi berita di Kompas tersebut, ternyata gerbong kereta ekonomi tersebut tidak menyediakan ruang untuk penumpang berdiri. Ah, konyol sekali. KA penglaju Prameks yang jaraknya tidak berbeda jauhpun menyediakan tempat berdiri demi okupansi lebih padat. Itu karena KA untuk para penglaju memiliki karakter yang berbeda dengan KA jarak jauh yang membutuhkan kenyamanan.

Kanker!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s