Ketidaktelitian hingga Anakronisme

Dalam posting saya beberapa waktu lalu saya membahas tentang kongres pemuda, ndak detil hanya membahas sedikit kesenjangan ruh kongres 1928 dan 2013. Ternyata di sana pun saya tergelincir dalam ketidaktelitian historis. Setelah membaca blog tetangga, mbak Retno Iswandari mengingatkan bahwa kongres tersebut tidak menyebutkan kongres itu tidak hendak mengubah Indonesia menjadi berbahasa satu. Continue reading