Karya Sastra Sebagai Perlawanan atas Orthodoksi Islam Jawa

Para Raja dan bangsawan Jawa adalah bagian tidak terpisahkan dari agama dan tradisi adiluhung yang menjadi lambang kekuasaan mereka. Bangsawan adalah orang terdekat dalam lingkaran raja, creme de la creme masyarakat Jawa yang dengan kekuasaannya menjadi penjaga kebudayaan dan Agama (Islam) di Jawa dengan menjadi patron bagi penghasil kebudayaan seperti pujangga dan seniman maupun para pemuka agama. Dengan kata lain mereka ibarat pelita yang menyebarkan sinar budaya adiluhung dan agama Islam. Continue reading

Jaket Elektrik dan Skeptisisme

Ia tersenyum lebar sambil mengenakan helm yang mungkin anda temukan di film-film fiksi ilmiah. Adalah DR Warsito sedang memamerkan hasil rekaciptanya yang disebutnya mampu memindai kehidupan sel kanker dan juga membunuhnya. Disebutnya sudah 200 orang ia sembuhkan dengan perangkat temuannya, bahkan sudah diminati hingga di Arab Saudi.

warsito

Continue reading

Borobudur, Sulaiman, dan Atlantis

Adakah rekan-rekan sudah membaca dongeng tentang Borobudur sebagai buatan Sulaiman dan para Jin? Atau tentang bahwa Borobudur adalah buatan Sulaiman dan Indonesia adalah Atlantis? Jika belum, saya anjurkan anda menghemat waktu dan tidak perlu membacanya. Di sini saya berikan kesalahan 15 argumen tentang Borobudur adalah kuil Sulaiman. Continue reading

The Hajar Aswad Hoax

Selagi posting ini dibuat saya ucapkan terimakasih pada adikku Alde, mantan bos gelanggang Atina, dan gembong DR RTBTD Toton kerna telah menshare tulisan ndak berarti sayah ke jagad twitter maupun muka buku. View sayah jadi melonjak *manly tears*, semoga sayah yang nggak berbakat ini bisa terus konsisten menulis.

Okay Lads, what shall we talk about? Let’s talk about Hajar Aswad Hoax. Continue reading

Kronik TNI 1945-1949 [REVIEW]

KronikTNI_45-49

 

Judul : KRONIK TNI: Tentara Nasional Indonesia 1945-1949

Penulis : Aan Ratmanto

Penerbit : Mata Padi

Tebal : x + 162 halaman

Harga : Rp 45000

Buku bersampul merah ini memberikan iklan cukup menarik di sampul belakangnya, dengan kutipan dari Jendral Soedirman dan pernyataan bahwa di buku ini akan ditemui fakta-fakta kecil yang menarik, semuanya disajikan “dengan ketelitian seorang pencatat, dan akurasi seorang sejarawan.” Maka sayapun merelakan uang 45 ribu rupiah berpindah dari dompet saya ke mesin kasir Gramedia. Continue reading