Keluguan dan Idealisme, Hearing BEM-Gelanggang

Mahasiswa kadang dibebani oleh anggapan bahwa dirinya adalah pihak yang [harus] memiliki idealisme. Namun kadang hal itu tidak dibarengi dengan pemahaman bahwa tiap orang memiliki idealismenya masing-masing dan mahasiswa tidaklah pernah menjadi suatu kelompok yang monolitik.

Perbenturan idealisme ini tergambar dengan ‘konflik’ yang terjadi antara warga gelanggang dengan BEM yang baru saja terjadi karena rangkaian kegiatan Bukan Indonesia 100%.1 Demi mengenalkan mahasiswa kepada partai politik BEM mengundang partai-partai tersebut untuk menampilkan dirinya dalam bedah partai politik dan expo stand. Alot of people was unamused by it.

metuwae

Salah satu pers mahasiswa UGM pun memberitakannya. Sebagaimana dijelaskan artikel tersebut maka jelas acara Expo yang ada adalah tindakan kampanye, yang tentunya dilarang oleh Dikti. Ada sedikit perdebatan di dunia maya, lewat twitter. Belum lagi obrolan sampai 400 komentar di atas. Pada intinya penyelenggara merasa sudah mendapat izin dari rektorat dan telah membuat perjanjian dengan pengisi stand untuk “tidak melakukan kampanye.”

Akhirnya jum’at malam lalu diadakan temu dengar antara pihak-pihak yang memperhatikan hal ini, diselenggarakan oleh Forkom UKM. Sayang sekali saya telat ikut nimbrung, ragu jugak sih karena merasa ketuaan. Tapi namanya jugak mumpung masih mahasiswa.

Dari pihak BEM menceritakan bahwa sebelumnya telah ada diskusi dengan rektor mengenai niat penyelenggaraan acara ini. Rektor sendiri telah memiliki rencana untuk melakukan acara “serupa tapi beda” untuk memperkenalkan mahasiswa pada pemilu 2014 nanti. Terungkap pula bahwa penyelenggara sudah menyiapkan MoU2 yang sudah disepakati pengisi stand (PDIP) namun jelas-jelas tidak dipatuhi.

Muncullah pertanyaan bagaimana penyelenggara memanfaatkan unsur-unsur kampus seperti SKKK untuk mengamankan kegiatan dan agar bertindak tegas pada pelanggaran yang dilakukan PDIP? Dan sekali lagi pertanyaan mengenai urgensi mengundang partai ke kampus dikemukakan karena ada alternatif lain yaitu memberi kesempatan bagi pemerhati/ahli untuk menyajikan telaahnya mengenai partai-partai tersebut.

Pertanyaan pertama tentu saja diterima sekedar kealpaan penyelenggara. Kemudian pada pertanyaan mengenai urgensi maka Yanuar (Presiden BEM KM) mengungkapkan bahwa mahasiswa saat ini banyak yang tidak mengenal partai oleh karenanya menjelang pemilu 2014 diperlukan usaha untuk memperkenalkan partai pada mahasiswa UGM. Untuk mengenal itulah diperlukan mengundang partai tersebut karena, “untuk mengenal orang maka harus bertemu dengan orangnya.” Ia juga menekankan perlunya kesempatan bagi mahasiswa untuk bertemu langsung dengan pihak parpol untuk mengenalnya, tidak hanya dari kajian para pemerhati/ahli.

di_kampus_lho

Kampanye di kampus? We didn’t see it coming! (foto: BPPM Balairung)

Sayang sekali, alasan yang digunakan Yanuar mengenai rasionalisasi BEM sungguh lugu sekali. Ingin mengenali politisi tentulah bukan dari pernyataannya tetapi dari rekam jejak dan kebijkana yang ia buat. Bisa kita lihat bagaimana pengisi stand (dari PDIP) dengan lihainya menyiasati batasan BEM, atau anda bisa sebut mencurangi BEM. Alasan mengenai perlunya mengimbangi pendapat akademisi juga lemah, toh bukankah seharusnya akademisi yang mereka undang netral?3 Sudah tentu mahasiswa jika peduli akan mencari tahu sendiri perihal partai-partai politik.

Dari kegiatan yang sempat saya tengok, tampaknya mahasiswa tidak peduli (tidak merasa butuh) akan pengenalan partai. Adakah BEM telah dengan tinggi hati membuat kegiatan demi mahasiswa yang dianggap tidak diperlukan oleh mahasiswa itu sendiri? Ataukah memang mahasiswa sudah terlalu kenal parpol sehingga mereka tidak peduli lagi akan parpol?4

Pun begitu bentuk bahasan bedah parpol melalui para pembedah juga tidak tepat jika dalam kerangka mengenalkan parpol. Mereka melakukan pendekatan bahasan isu yaitu energi dan pangan. Memang bahasan isu ini penting, tetapi tidakkah yang diperlukan adalah pemahaman mengenai ideologi secara garis besarnya? Tampaknya BEM maupun panitia hanya sekedar melakukan diskusi seperti biasa mereka lakukan dan kegiatan yang mereka buat kali ini tidak dibekali dengan kajian yang mendalam.

Menjelang akhir diskusi ada komentar dari rekan UKM yang menyayangkan bahwa warga gelanggang telah menghujat BEM tanpa kedekatan ukhuwah. Entahlah, bukankah jika kami tiada berkomentar tentu artinya kami tiada peduli lagi pada lembaga mahasiswa UGM?

Mungkn yang telah terjadi adalah BEM telah terpesona oleh diskusinya dengan Rektor. Sayang sekali mereka tiada berhati-hati dalam melangkah. Menjelang 2014, akan seperti apa bumi Bulaksumur? Akankah ada sekelompok pihak di kampus melakukan perselingkuhan ide demi kekuasaan? Akankah kita termakan idealisme dan keluguan kita sendiri?

Sayang beribu sayang, hal yang mengganjal hati saya tidak terbahas…

==============================

Catatan Kaki

1Entah sejak kapan rangkaian kegiatan Indonesia 100% diteruskan oleh Bukan Indonesia 100%, macam Tukul saja.

2Untuk ini adakah hanya sekedar MoU/nota kesepahaman cukup? Mengapa bukan Surat Perjanjian?

3Ah, jika anda benci positivisme anda mungkin akan memaki-maki saya yang mempercayai akademisi

4Jika ada celetukan “jangan terlalu membenci parpol seolah partai itu lembaga hina” maka kita patut bertanya, apa yang membuat partai bisa dibilang tidak sebegitu hina?

Advertisements

2 thoughts on “Keluguan dan Idealisme, Hearing BEM-Gelanggang

  1. like this Mas Adit.. menyayangkan, teman2 BEM mengapa ‘sewenang2’ begitu.. kurang bijak sekali juga dengan jawban ketika di pelaporan mengenai admin persuratan mereka tidak bisa menunjukan sirkulasi maupun ekspedisi surat hanya dengan kaliamt “di BEM KM belum ada budaya yang demikian” well.. hello.. sarap,,

    Like

  2. Pingback: Not Cool Bray! | ayatayatadit

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s