Hide

It’s been a year and half since Telon came. It’s been a year since Konata, Kaoru, and Hide was born.

Telon was gone in that morning. Konata choose to left two months ago. Kaoru don’t go back since a week ago, her offspring also did not make it.

Now only Hide as my companion.

hide

History as Roadblock to Unity?

21st century may be dubbed as Asian Century by last century optimist, even outside Asia, all based on assumption from demographic and economic trends. This term may brought vision about a vibrant and industrious society of Asia, connecting nations into one big community that worked together.

A decade in 21st century pass, East Asia flourish as a center of productivity that challenge Europe and North America despite alot of disparities. But rather than watching a one Asia communities joined together we alot of military posturing happened within the last two years. What happened?

  Continue reading

Republik dan Khilafah

Buku kecil ini memandang kedua-dua bentuk pemerintahan itu adalah alternatif belaka meskipun kecenderungan Islam tentunya kepada bentuk Republik.

Memilih bentuk pemerintahan termasuk urusan keduniaan. Yang utama bagi Islam adalah kemampuan pemerintah itu menjalankan hukum Allah, yang di dalamnya termasuk menegakkan keadilan di antara manusia.

Kutipan tadi adalah kata-kata pemanis sampul belakang buku berjudul “Republik atau Monarki” karangan HJ. O.K. Rahmat yang diterbitkan di Singapura 14 tahun lalu.

Kini kita hidup di abad 21, kemerdekaan negeri-negeri muslim hanya berjarak enam dekade lalu. Pan Islamisme dan konferensi pendirian khalifah baru adalah cerita di awal abad lalu. Gairah reformasi hukum salafi ala wahabi adalah sejarah dua abad lalu. Selama abad duapuluh umat sibuk menetukan nasibnya seperti apa pertubuhan daulahnya dijalankan sementara ulama memberikan hujah. Namun kini kita disekitar kita terdengar nyanyian anti-demokrasi, syariah sebagai juru selamat, dan khalifah sebagai satu-satunya pemerintahan yang halal.

Ah, kawan. Jangan kalian tertipu bisingnya lingkungan kalian! Mereka yang berteriak itu bukanlah pemilik kebenaran, tapi kalianlah yang wajib bersungguh-sungguh mencari kebenaran itu. Itulah makna ijtihad. Maka jika kalian menemui dunia seperti ini dan saudaramu yang menolaknya, janganlah kamu malas menengok ke belakang! Lihatlah bagaimana mereka para cendekia berdiskursus untuk menjawab “seperti apa umat akan dipimpin?”

================

Memiliki semangat menyala-nyala seperti ustadz pujaan anda itu boleh, jangan lupa untuk tidak hanya menggunakan retorika tanpa memahami substansi apa yang anda anggap salah.

================

Baru tahu kalau O Solihin ndak akur dengan qiyadah HTI. Hmm, dulu jamannya massi 4L@y demen banget baca tulisannya.