Pramuka, Undang-Undang, dan UUD

Ah, Gerakan Pramuka. Organisasi Kepanduan nasional yang menjadi wakil Indonesia di WOSM. Sejarah Kepramukaan (kepanduan) di Indonesia selalu terikat dengan sejarah masyarakat dan politik Indonesia. Tak heran jika Padvinder merupakan klub elit para Europische dan Indo-europische, maka kaum pribumi membuat organisasi kepanduan serupa dengan nuansa nasionalis (sering dengan bumbu etnis atau keagamaan).

pramuka indo 2 (1) Continue reading

Wajah Modernitas

Apa itu modernitas? Mungkin anda akan menemui jawaban seperti ini: “Ya pokoknya modern, jalan-jalan pake pesawat terbang, ngetik pake komputer, nggak kayak jaman nggak enak dulu.” Para pemuda yang sedang jatuh cinta akan berkata “Hari gini dijodohin? Udah jaman modern bukan jamannya Siti Nurbaya!” Waktu saya tanya ke teman ini jawabnya “Ya pokoknya yang baru-baru abad ini dan berbau teknologi.” Continue reading

Liking a Genre

What liking a genre means? It means that you explore it, embracing it’s pretension, breath in it’s ridiculousness, and fight in flame wars in the internet. Explore, that’s the key. The hipster in me always told me to reject  what the mass (sheeple, plebeian, ignoramuses, choose your own word for them) enjoy but never really know how to find something that is “mine.”

T’was just about two years since I discovered nightfall in middle earth and imaginaerum which made me drowned in Blind Guardian and Nightwish works. Then I explored power metal, liked some bands, unimpressed by others, then widen my exploring to listen heavy metal in general. United by it’s sonic amplification there’s diversity I found.

An enduring riff with almost no change or change of mood within one song? Western or eastern? They were good long times ago or disowned trend? What is the thing I like from it?

Well, I just like metal.

Indomie, MSG, dan Hoax

Mie instan, salah satu keajaiban dunia abad 20 yang memberi makan jutaan orang yang berada di garis kemiskinan di berbagai belahan dunia ataupun sekedar kesibukan luar biasa yang menyebabkan mereka tidak bisa masak. Jika anda adalah seorang mahasiswa di Yogyakarta pasti anda pernah mengucapkan kata-kata ini “A’ Indomi goreng satu, pake telor!” Inilah ekspor budaya Indonesia ke banyak negara Afrika dan Arab. Continue reading