Stangan Leher Kita

Ah stangan leher, ia adalah ciri gerakan kepanduan di mana-mana. Di dunia para pandu mengenakan stangan leher yang beraneka warna sesuai tradisi nasional atau pasukannya. Di Indonesia para Pramuka diajari untuk menyayangi stangan leher merah putih yang dianugrahkan oleh Bung Karno, secara tersirat ia adalah milik pramuka saja. Namun warnanya yang senada dengan bendera kebangsaan membuat masyarakat umum menganggapnya sebagai ekspresi kebangsaan.

Salah satunya adalah ini:

Ifan17_jadi

Begini wajah saya melihatnya:

gorilla rage on computer

Menengok Khilafah ala Hizbut Tahrir

Judul yang emosional. Itulah kesan yang saya dapati ketika menemukan buku “Membongkar Proyek Khilafah ala Hizbut Tahrir Indonesia” di obralan buku Gramedia tiga tahun lalu. Ilmu adalah ilmu dan karena sedang obralan saya relakan uang saya melayang untuk membeli buku ini.

cover-membongkar-proyek-khilafah-ala-ht-di-indonesia

Continue reading

Arti Kata Ratu

Shalom ‘alaichem brothers. Seminggu kemaren blog ini dapet berkah traffic lumayan dari tulisan saya 12 Desember lalu yang isinya adalah bantahan dari tafsiran Fahmi Basya. Rupa-rupanya terdapat komentar-komentar yang mentertawakan argumen saya. Yagh, memang kalau orang tidak tahu seperti itu adanya, saya cuma berharap semoga Allah membuklakan hatinya.

Continue reading

Misuh-Misuh Minggu

Indonesia bukanlah Somalia atau Ethiopia yang rakyatnya ditimpa kelaparan dari waktu ke waktu dan selalu bergantung pada bantuan Internasional. Sejak zaman tanam paksa, liberalisasi perkebunan dan tambang, kegagalan ekonomi orde lama, hingga kemakmuran yang tak merata zaman orba rakyat kebanyakan tetap bisa hidup tidak lain karena sektor informal yang tetap berjalan. Continue reading

Menyibak Tabir Orde Baru [REVIEW]

JusufWanandi

Centre for Strategic and International Studies (CSIS) adalah salah satu think-tank yang menopang berdirinya Orde Baru. Sebagai organisasi intelektual yang didirikan oleh Tionghoa non-muslim ia sering mendapat permusuhan dan disalahkan oleh kelompok-kelompok Islam dan pribumi atas kebijakan yang diambil oleh Orde Baru.  Setelah 15 tahun runtuhnya Orde Baru tentulah Jusuf Wanandi, satu dari duo pendiri CSIS, ingin berbagi pikiran tentang perannya menopang Orde Baru. Continue reading