Cap Go Meh dan Semut Borobudur

Baiklah pembaca yang budiman, baru saja di posting yang terakhir saya terkesima dengan penggunaan bahasa Ingris yang luar biasa indah dari laman seorang yang disebut Kyai Haji. Membaca lebih lanjut halaman tersebut membuat saya mengurut dada. Seperti inikah kondisi umat saat ini? Langsung saja saya bahas perkaranya;

1. Cap Go Meh untuk Dalai Lama

Rupa-rupanya tim Fahmi Basya ndak ikut-ikut mencocokkan tanggal letusan Kelud dan ayat Quran. Ada masalah lebih penting yang harus ia sebarkan.

Dari pantauan tim Solomon Center Indonesia yang ada di Magelang, Dalai Lama ke-14 (pemimpin Tibetan Budism) saat ini sedang berada di sekitar Borobudur.

Kunjungan rahasia ini kemungkinan besar di agendakan untuk merayakan Cap Go Meh yang jatuh pada hari Jumat tanggal 14 Februari 2014 kemarin di area Borobudur.

Informasi ini didapatkan dari petugas yang menjaga ketat sang Dalai Lama yang menginap di Hotel Aman Jiwo, hotel bintang 5 yang berada di sekitar kawasan Borobudur dan petugas yang ada di areal Borobudur.

Namun karena ada peristiwa erupsi Gunung Kelud dan ternyata abu vulcanic letusan Gunung Kelud mencapai daerah Yogyakarta dan sekitarnya, maka acara peringatan Cap Go Meh ini tidak jadi dilaksanakan. Disamping itu situs Borobudur juga ditutup oleh pengelola karena guyuran abu vulcanic yang tebal di areal Borobudur.

Mengapa kunjungan ini di rahasiakan? Mungkin karena pemerintah Indonesia tidak mau melakukan konfrontasi dengan pemerintah China yang memiliki hubungan tidak harmonis dengan Tibet. Dan pemerintah China akan selalu mengecam setiap negara yang mengijinkan kunjungan Dalai Lama ke Negara nya.

poeWTF

Silahkan bandingkan cerita diatas fakta ini:

– Dalai Lama adalah pemimpin Tibetan Buddhism, Borobudur bukan bagian dari Tibetan Buddhism melainkan Mahayana.

– Cap Go Meh adalah bagian dari perayaan orang Tionghoa etnis Han. Etnis Tibet tidak merayakan Cap Go Meh.

– Perayaan Cap Go Meh terkait dengan agama rakyat Tionghoa (Konghucu maupun Tao) bukan terkait agama Buddha.

Silahkan anda nilai kebenaran cerita di atas. Anda bisa cek sendiri tentang Tibetan Buddhism, Tibet, maupun Cap Go Meh.

2. Semut Borobudur

semut - Copy

1559588_750019195021905_363064832_n

Gusti Pangeran… Itu semutnya hasil gambar tangan khan? Kok ya disebut foto asli? Tentu saja segera saja para pemerhati laman tersebut ada yang mempertanyakan keaslian gambar tersebut:

aslinya - Copy

Jadi dengan ini pengelola laman tersebut sudah mengakui bahwa memang ia telah membuat pernyataan tidak benar tentang gambar pertama.

Yah, sayah ndak perlu bahas lagi tentang kritik atas runtutan pemikiran dan justifikasi beliau bahwa semut ini adalah semut yang ditemui nabi Sulaiman.

Adakah anda menerima apa yang diberikan Fahmi Basya? Sukar bagi saya mempercayainya, pengelola laman facebook-nya hanya mengandalkan sensasionalisme dan tidak berpegang pada fakta.

Allahu’alam.

Advertisements

2 thoughts on “Cap Go Meh dan Semut Borobudur

  1. Saya pikir persoalan bikinan Fahmi Basya ini sekedar joke dan masyarakat tau itu. Perlukah repot2 membahasnya? 😀

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s