Klangenan dan Bedil: Cerita Candu di Masa Revolusi

cover_Candu

Resensi buku yang bercerita tentang candu di Surakarta pada masa revolusi fisik ini dimuat di majalah Jasmerah, bisa langsung diunduh di mediafire. Tulisan di bawah adalah cerita lain tentang buku ini dan penulisnya.

===============

Hingga kini di Afghanistan dan Iran candu masih berperan kalangan melarat sebagai obat mujarab sementara para panglima perang memperdagangkannya untuk membiayai pasukannya. Candu berperan serupa dalam sejarah Indonesia. Ia digunakan untuk obat berbagai penyakit manusia dan ternak sementara pemerintah RI dan TNI diam-diam menggunakannya untuk membiayai Republik yang masih belia.

Namun ia adalah barang haram. Kini tidak ada lagi yang ingin dihubungkan dengan candu.

Baru kemarin saya mendapat cerita langsung dari penulisnya tentang pernak-pernik yang ia dapatkan dari hasil menulis buku ini. Teror melalui telpon hingga santet didapatnya. Bahkan acara dokumentasi sejarah di  TVOne tidak dilanjutkan lagi setelah penulis buku ini tampil membicarakan tentang isi buku ini.

Tapi tindakan sudah terjadi, dokumen sudah tersimpan, perkataan sudah tercatat, maka sejarah dapat ditulis. Maka kita hanya dapat menyaksikan akankah kebenaran terbungkam?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s