Menyibak Tabir Orde Baru [REVIEW]

JusufWanandi

Centre for Strategic and International Studies (CSIS) adalah salah satu think-tank yang menopang berdirinya Orde Baru. Sebagai organisasi intelektual yang didirikan oleh Tionghoa non-muslim ia sering mendapat permusuhan dan disalahkan oleh kelompok-kelompok Islam dan pribumi atas kebijakan yang diambil oleh Orde Baru.  Setelah 15 tahun runtuhnya Orde Baru tentulah Jusuf Wanandi, satu dari duo pendiri CSIS, ingin berbagi pikiran tentang perannya menopang Orde Baru.

Berada di tengah namun berperan aktif membangun Indonesia. Itulah yang tampaknya ingin ditekankan oleh Jusuf Wanandi mengenai peran CSIS pada masa Orde Baru. Ia tidak sedang berusaha menutupi kebijakan-kebijakan Orde Baru yang dikecam masyarakat freeworld(Istilah yang kadang digunakan Amerika untuk menyebut sekutu-sekutunya). Ia memang menyebutkan adanya tahanan politik kasus PKI, namun ia menyebutkan perannya melobi pemerintah untuk mebebaskan tahanan politik tersebut atau memediasi Palang Merah Internasional untuk dapat menemui para tahana tersebut.

Namun buku ini tetaplah sebuah memoar yang tentunya menjustifikasi pilihan keberpihakan ataupun rekomendasi kebijakan yang diajukan oleh CSIS. Di awal buku ini Jusuf Wanandi menggambarkan bagaimana Soekarno memimpin lingkar terdekatnya bagai raja yang tidak dapat dibantah dan mulai lepas dari rakyat jelata.

Dalam perkara Timor memoar ini menggambarkan harapan begitu besar terhadap UDT dan Apodeti dalam melawan Fretilin, bahkan menegaskan bahwa invasi bukanlah pilihan kelompok yang disokong CSIS saat itu (Ali Moertopo). Bahkan Presiden Soeharto pun di awal menolak rencana Benny Moerdani untuk melakukan invasi.

Menikmati buku ini dengan sejumput garam memang diperlukan, contohnya adalah pernyataan bahwa Ali Moertopo adalah seorang Machiavellian yang menghalalkan segala cara demi tujuan yang dianggap baik namun tidak mengejar kekayaan atau kekuasaan pribadi. Contoh lain adalah mengenai fakta bahwa petembak misterius (petrus) sebagai inisiatif Benny Moerdani, tentu akan menjadi kajian menarik jika dapat diverifikasi.

Untuk anda yang ingin memahami Orde Baru buku ini amat perlu dibaca. Peran CSIS dan Jusuf Wanandi yang berada di luar pemerintahan namun turut menyokongnya dapat melengkapi narasi sejarah Orde Baru, tidak hanya dari bagian pemerintah maupun mereka yang menentangnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s