Gosip 3 Partai

Jalan-jalan di dunia maya, sempat tengok merdeka.com (yang katanya let be smart) lihat yang beginian:

merdeka_poll

Yah, memang polling ini ndak sepenuhnya mewakili suara hasil pemilu nanti.

Ah, rupa-rupanya strategi Ibu Besar memberi mandat kepada Kerempeng tapi Banteng berhasil jugak. Dukungan untuk PDIP melonjak besar, padahal saya sempat ragu kalau beliau mau merestui Jokowi. Sampai-sampai Ikrar Nusa Bhakti perlu memberi tulisan untuk “meyakinkan” semua pihak.

Bagi panastak & panasbung ndak usah rame dulu. Sayah bukan orang yang terkesima dengan “prestasi” Jokowi waktu doi jadi walikota Solo. Soal mobil Esemka itu ‘hampir’ mengingatkan soal mobil Timor dulu. Bedanya dulu kita dikibulin Tommy, mobil import built up dibilang mobil nasional, kali ini mobil impor knocked down dikassi merk lokal. Soal kinerja saat jadi Gubernur, cukuplah. Jokohok lumayan “reformis” meski kepemimpinan yang hanya sekian waktu tentu tidak akan meninggalkan banyak bekas.

Yah, rupanya hampir 40% pengunjung merdeka.com adalah Jokowi fansboy. Setelah ini kita beralih ke partai selanjutnya: Gerindra.

prabowo

Ndak bisa dibantah, suara ke Gerindra  pastinya adalah dari para fansboy. Gerindra ndak punya struktur kader kuat, yang ada adalah jaringan purnawirawan dan elite yang disatukan oleh figur Prabowo. Tentu saja para pemilih dalam polling di merdeka tadi adalah orang-orang yang terpesona oleh citra yang dibangunnya 11 tahun terakhir.

Sejak mengikuti konvensi Golkar 10 tahun lalu ia beriklan tentang kemandirian pangan dan energi Indonesia yang membutuhkan peran kuat pemerintah. Peran kuat pemerintah dan pemerintahan yang kuat adalah hal yang ia janjikan. Berbekal pengalamannya sebagai purnawirawan Jendral ia menjanjikan bahwa ia bukan pribadi yang lemah.

Namun “kekuatan” pribadinya bisa diartikan lain. Ada cerita bahwa LB Moerdani memindahkan ia dari lapangan karena ia sering meledak marah, menjadikan anak buahnya sebagai korban. Ada pula cerita dari mantan gubernur Timor Timur yang menyebut bahwa ia membuat masalah di Timor Timur meskipun ia tidak ditempatkan di sana. Ataukah anda lupa tenta penculikan para aktivis yang hingga kini tidak dijelaskan alasannya? Mungkin sikapnya yang gampang meledak inilah penyebab perceraiannya.

Mari kita beralih ke partai berikutnya, PKS. Partai ini adalah satu-satunya partai yang memiliki kader solid selain Grand Old Party yang memiliki jaringan kuat meski tanpa figur, atau partai yang memiliki basis massa akar rumput yang cukup tua (PKB, PPP, dan PAN). Nah, suara dalam poll di sana jelas-jelas dari para kader yang kebanyakan kalangan urban yang melek internet.

Nah, supaya nggak bosen kita ngegosip aja yuks? :p

Dengan ini maka akan ada 3 interpretasi:

“Nah kan dia lepas jilbab. Fathanah emang bukan kader PKS. Nggak heran dia kayak gitu, ngebawa pengaruh buruk aja.” (Menurut kader PKS)

“Nah, ini memang tanda bahwa PKS semakin jauh dari jalan dakwah.” (fans Yusuf Supendi)

“PKS dari dulu emang muna.” (PKS hater)

Nah loh…. Kejadiannya satu saja, interpretasinya bisa macem-macem tergantung situ punya perspektif.

Polling tersebut memang punya bias karena hanya menjaring pirsawan internet saja. Namun kita sudah bisa melihat kecenderungan para pemilih yang melek internet seperti apa. Seperti apa hasil pemilu nanti masih harus kita tunggu.

Pesan saya sih “choose the lesser evil.”

Advertisements

One thought on “Gosip 3 Partai

  1. Pingback: Glory for Loser | ayatayatadit

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s