Review: Taliban (James Fergusson)

Taliban, kelompok Afghanistan yang dikenal dengan interpretasi syariat Islam yang kaku, kehadiran mereka diidentikkan dengan pelaksanaan rajam dan qishash yang dibawa oleh sekelompok pasukan bersorban hitam dengan senjata klashnikov. Oleh karenanya dianggap sebagai pahlawan Islam oleh satu pihak dan dianggap sebagai pembawa keterbelakangan bagi pihak lainnya. Namun bagaimana jika orang luar Afghanistan mencoba mendekati mereka untuk memahami kelompok ini?

jamesfergusson_Taliban1

Apologetik. Itulah kesan yang saya dapat ketika membaca buku ini.

Fergusson membuka ceritanya mengenai Taliban dengan kisah suram ketika kemenangan penuh harapan Mujahidin yang menyingkirkan Soviet dari negerinya berbuah pada keadaan tanpa hukum ketika pemerintahan Mujahidin tidak mampu mengatasi persaingan antar-panglima perang. Gerakan Mullah Omar yang mulanya bertujuan menyingkirkan bandit lokal di kandahar segera mendapat dukungan dari mayoritas suku Pashtun, segeralah Taliban menjadi gerakan nasional Afghanistan dan segera menguasai sebagian besar Afghanistan dalam setahun. Mullah Omarpun mendapat bai’at dan mendapatkan panggilan “Amirul Mu’minin’ layaknya Umar bin Khattab.

Dalam buku ini anda akan mendapati potret berbagai facet politik Afghanistan. Pemerintahan Karzai yang tidak efektif, agen intelejen Afghanistan yang merupakan kelanjutan rezim komunis, kelompok Hizb Al-Islamy Gulbudin yang dibenci banyak kalangan, kelompok oposisi resmi Hizb Al-Islamy, sampai ke Haqqani network. Kelompok terakhir ini dipimpin Jalaludin Haqqani yang menyatakan setia pada Mullah Omar namun beroperasi independen sampai Waziristan (Pakistan) dan memiliki kerjasama lebih erat dengan Al-Qaidah.

jamesfergusson_turb2

Fergusson tidak malu-malu membahas kebijakan taliban yang mendapat kecaman dunia Internasional, namun ia siap memberikan alasannya. Taliban bukanlah kalangan terdidik yang akan memerintah negara bangsa layaknya negeri Eropa, namun pemerintahan syariat Islam mereka adalah pilihan yang melegakan bagi kebanyakan rakyat Afghanistan. Beberapa tokoh simpatik taliban diceritakan dalam buku ini. Perbincangan dalam Shura yang membahas pertikaian sehari-hari rakyat Afghanistan terpotret dalam buku ini. Fergusson juga menyempatkan diri bermalam bersama komandan taliban lokal dan mendengar raungan drone pengintai pasukan sekutu di Afghanistan.

Buku dengan sudut pandang simpatik terhadap taliban ini layak dibaca bagi yang ingin memperoleh berbagai nuansa masyarakat Afghanistan. Mungkin Fergusson yang bersimpati terhadap taliban membuat anda tidak nyaman, namun taliban pun memiliki suara yang patut dipahami.

Advertisements

3 thoughts on “Review: Taliban (James Fergusson)

  1. Pingback: Al-Syabaab: Wajah Lain Mujahidin | ayatayatadit

  2. Pingback: Apa Kabar Afghanistan? | ayatayatadit

  3. Pingback: Laporan Baru tentang Abbottabad Raid : Amerika & Pakistan Berbohong | ayatayatadit

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s