Al-Syabaab: Wajah Lain Mujahidin

Bercerita tentang Al-syabab tidak lepas dari cerita tentang Somalia, jadi ada baiknya kita memulai dengan dongeng tentang Somalia terlebih dahulu.

somalia_map

Somalia. negeri di tanduk Afrika yang kini dikenal sebagai rumah para bajak laut telah puluhan tahun berada dalam perang saudara sejak jatuhnya pemerintahan Siad Barre pada tahun 1991. Anda tahu film Black Hawk Down? Itulah Mogadishu yang kacau balau karena perang saudara tersebut. Maka Somalia menjadi negara tanpa pemerintah, anarki.

Namun tidak seperti Hizbut Tahrir yang selalu khawatir dengan kondisi tanpa pemimpin, rakyat Somalia tidak terlalu mempermasalahkannya. Mereka mempunyai adatnya sendiri untuk menjalankan hukum tanpa campur tangan negara sebagai pemaksa (impian para anarko-sindikalis). Namun adat tidak selalu berhasil menjawab tantangan modern. Tanpa pemerintah tidak ada yang menjaga laut Somalia, nelayan besar dari Thailand pun datang mencari ikan dan mengurangi tangkapan nelayan Puntland. Ketika klan-klan melemah, muncul para bandit yang dibiarkan para tuan tanah/panglima lokal.

Apapun kondisi yang terjadi, bagi anda para pecinta kebebasan Somalia adalah surga kebebasan yang sebenarnya. Tidak ada polisi yang akan menilang anda di jalan dan anda tidak perlu mengenakan helm ber-Standar Nasional Somalia! Anda menginginkan sedikit uang jajan? Jangan khawatir, ambil bedil anda dan duduk di pojok jalan, maka tiap orang yang lewat akan menyisihkan receh. Tidak ada yang melarang.

Bukan di Somalia.

Bukan di Somalia.

Entah kenapa rakyat Somalia bosan dengan kebebasan ini. Pada tahun 2006 muncullah koalisi yang disebut Islamic Court Union, koalisi ulama yang menjadi hakim-hakim Xeer dan para pemuda siap perang. Oh ada yang terlewat, sebelum munculnya ICU ini Uni Afrika berusaha membentuk pemerintahan transisi di Mogadishu pada tahun 2004. Namun entah kenapa rakyat Somalia memilih mahkamah syariah ini, dalam 6 bulan Mogadishu segera direbut ICU.

Sacre bleu? Another Taliban?

Pemerintahan Bush yang sedang getol-getolnya dalam perang melawan teror tidak terima bahwa ada sebuah negeri yang menerima pemerintahan Islam. Segeralah pasukan Ethiopia memimpin Afrika Timur dalam perang suci melawan teror.

Konyolnya ICU ini adalah koalisi yang benar-benar berhasil membawa rasa aman bagi warga Mogadishu. Dalam pemerintahan ICU untuk pertama kali pesawat mendarat di bandara Mogadishu setelah 13 tahun perang saudara. Kawula jelata dapat keluar dengan tenang tanpa perlu membayar pungli jalanan lagi. Namun mereka tidak dapat diterima pemerintahan Bush karena mereka membawa nama “pengadilan syariah” dalam gerakan mereka.

Maka prajurit dari Ethiopia dan Kenya pun masuk Somalia demi menyingkirkan ICU. Tentu saja ICU segera bubar, para tokohnya berhamburan ke beberapa negara. Perang pun berkelanjutan lagi. Diam-diam pemimpin para pemuda (Al-Syabaab) yang ditinggal kalangan tua (ulama) segera memperkuat posisi dan jaringannya. Mereka mengundang Al-Qaidah untuk dana, pelatihan, dan rekrutmen.

I'm with Al-Qaidah recruiter, chilling.

I’m with Al-Qaidah recruiter, chilling.

Kini kalangan tua ICU sudah kembali ke Mogadishu, bahkan sempat terpilih kembali menjadi Presiden Somalia (2009-2012). Di lain pihak Al-Syabab semakin erat bersimbiosis dengan Al-Qaidah. Setelah kematian Usamah bin Ladin maka kepemimpinan Al Qaidah berpindah ke Ayman Al Zawahiri, segera Mukhtar Abu al-Zubair ‘Godane’ menyatakan bai’at dan merger Al-Syabab dengan jaringan internasional Al-Qaidah.

Sebagai bagian dari jaringan internasional mereka tidak malu-malu lagi melakukan aksi yang melewati batas negara. Meski alasan atas aksinya adalah alasan yang sifatnya kepentingan/harga diri Somalia, namun siapa dapat menyangka bahwa peperangan di Somalia sampai ke mall di ibukota Kenya? Mengulang yang terjadi di Mumbai, dunia tidak benar-benar tahu berapa jumlah penyerang di Nairobi, selain dari mereka yang tewas terbunuh.

Kini apa yang dilakukan Al-Syabab di wilayah yang mereka kontrol? Rupa-rupanya peran sebagai penegak ketertiban yang muncul sejak koalisi ICU masih dilanjutkan. Dalam video di bawah ini “polisi” Al-Syabab tidak hanya sibuk memanggil orang untuk shalat berjamaah. Mereka juga mengawasi kebersihan lingkungan, memeriksa kebersihan rumah sakit, dan tanggal kadaluwarsa obat.

=======================

Lain kali kalau ketemu konvoi FPI melanggar aturan lalu-lintas, jangan lupa ingatkan bahwa mujahidin di Somalia berjuang untuk menegakkan aturan lalu-lintas.

Advertisements

2 thoughts on “Al-Syabaab: Wajah Lain Mujahidin

  1. Pingback: Perkara Rolex | ayatayatadit

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s