The Horn!

Jalan-jalan ke Gramedia, liat-liat buku. Banyak buku menyenangkan yang bikin sedih gara-gara ndak punya dana untuk beli. Tapi banyak juga buku yang bikin sedih, isinya kalo ndak sensasionalis ya soal teori konstipasi. Salah satunya yang satu ini:

pad magic?

pad magic?

Jadi ceritanya penulis buku ini mengumpulkan tanda-tanda rahasia, simbol, kode, atau apalah. Bacaan standar para penggemar konspirasi, bila ada simbol yang sama maka ini berarti adalah tanda kekuasaan para konspiratorAnda tahu buah salak? Buah salak adalah buah yang bersisik, seperti buaya dan kadal yang bersisik. Ini adalah tanda bahwa buah salak adalah buah yang dibawa reptilian alien. Begitulah kira-kira jalan pikir para penggemar konspirasi ini.

Jika anda belum tahu, maka mungkin saya perlu mengulangi bahwa saya adalah penggemar musik heavy metal, bahkan meragukan kesahihan metalhead pujaan banyak orang. Tapi rupanya saya salah, dia ndak sukak numetal. Dengan ini saya menerima bahwa Jokowi adalah metalhead sejati. Balik soal buku tadi.

Bisa ditebak, tentu saja buku tersebut bakal membahas salah satu simbol terkenal metal, the horn.

It's eeeevuuul!

It’s eeeevuuul!

Kini simbol ini digunakan dimana-mana, bukan hanya di metal dan rock melainkan juga ditemui di (blaargh) pop, olah raga, bahkan kampanye. The horn ini dipopulerkan oleh Ronnie James Dio di tahun 80an, kemudian menyebar dan digunakan oleh komunitas penggemar metal. Namun kini simbol ini digunakan siapapun yang ingin menggunakannya, menyebabkan beberapa orang yang peduli cukup khawatir dan ada yang mengeluarkan manifesto jihad untuk merebut kembali the horn.

Salam 3 jari ini ada dimana-mana, George W Bush dan putrinya di inaugurasi Presiden AS memberikan salam ini. Rupanya mereka menggunakan salam kebanggaan universitasnya. Di buku ini dijelaskan berbagai jenis salam 3 jari atau the horn, dan artinya masing-masing. Penulisnya memang menyerahkan pada kita benarkah the horn yang digunakan di musik rock ini jahat atau tidak. Namun ia menegaskan ‘hubungan’ the horn dengan sihir. Bahkan band metal terbesar saat ini:

CAM00361

That’s metallica? Tampang sayah di toko buku.

Oh, okay buku ini memang ditulis asal. Tapi sekali-kali mari kita lihat konteks lebih luas tentang the horn ini.

Tidak bisa disanggah, the horn hadir di komunitas metal sebagai simbol untuk memberikan aura kengerian atau jahat. Namun citra mengerikan atau jahat ini hanyalah pura-pura layaknya festtival halloween. Citra tanduk ini bisa ditemukan dalam budaya-budaya pagan Eropa maupun non-Eropa pra-kristen sebagai lambang kesuburan, tidak ada makna jahat di dalamnya. Kedatangan Kristen di Eropa menyatakan bahwa semua budaya pagan adalah jahat, maka citra-citra tanduk ini segera mendapat cap sebagai sihir jahat.

Setelah gerakan humanisme dan kebebasan muncul, pada abad 19 muncul pulalah kaum nyentrik yang ingin menghidupkan “kebijaksanaan dan mistisme lampau.” Maka muncullah berbagai gnosis, mistisme, dan berbagai mitologi campur aduk dari Eropa dan non-Eropa, bahkan mengapropriasi tradisi Yahudi (kabbalah). Maka muncullah untuk pertama kalinya gambar setan bertanduk, Baphomet,  yang disebut sebagai berhala pujaan masonry, illuminati, templar, et cetera yang tidak lain adalah karangan mantan tukang sepatu.

Bahkan Ronnie James Dio sering menyebutkan dari mana ide the horn ini digunakan di panggung:

Pada initinya adalah: neneknya adalah orang Italia yang percaya takhyul, sering menggunakan the horn ini sebagai penolak bala, ia sebagai vokalis baru Black Sabbath butuh identitas baru maka ia menggunakannya. Sederhana sekali, takhyul dari kalangan tertentu digunakan (diapropriasi) olehnya sebagai identitas.

Tentu saja, ini berarti the horn ini sama sekali bukan kode rahasia, ia digunakan oleh universitas ternama di Amerika dan juga telah menjadi tradisi di Italia. Namun Texe Marrs bukannya mencari jalan untuk menguji kebenaran pernyataan Dio, ia sama sekali tidak menyebutkannya. Dengan sengaja menghapus jalan bagi pembacanya untuk benar-benar membuka jalan atas segala kemungkinan atau mungkin ia adalah penulis/peneliti yang malas.

into_compost

Yup, penulis dan penerbit buku itu malas. Mereka bahkan tidak bisa membandingkan dua foto metallica di halaman yang sama.

=================

Oh, don’t mind me. Just want to leave this here.

metuhl

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s