Gilda dan Masyarakat

Gilda (Guild) adalah kelompok perkumpulan pengrajin atau pedagang yang mengontrol pelaksanaan profesinya di kota tempat mereka bernaung. Mereka bergantung pada surat paten yang diberikan oleh penguasa setempat untuk menjamin kelancaran usaha para anggota gilda di kota tersebut.[1]

Terdapat berbagai macam gilda, namun yang paling dominan adalah gilda pengrajin (crafts guild) dan gilda dagang (merchants guild). Salah satu gilda lainnya adalah gilda keagamaan (religious guild) yang menjadi perkumpulan keagamaan bagi rohaniawan maupun masyarakat umum.

Di masa kini gilda dianggap sebagai pelaku monopoli usaha. Hal ini tergambar dalam film Jaberwocky[2] yang mengisahkan tokoh utama dengan penuh pengharapan hendak mengadu nasib dengan berbekal kemampuan dan statusnya sebagai seorang cooper apprentice, namun segera saja harapannya sirna ketika bertemu dengan cooper master yang terpaksa mengemis karena ia bukan anggota gilda di kota kota tersebut. Tanpa keanggotaan gilda tidak ada yang diperkenankan mempraktekkan keahliannya.

Namun gilda bukan hanya sekedar perkumpulan yang bertindak sebagai kartel di suatu kota. Ia memiliki fungsi-fungsi lain bagi masyarakat kota, baik anggota gilda tersebut maupun masyarakat umum kota tersebut. Dengan menjalankan fungsi-fungsi tersebutlah gilda sebagai lembaga sosial kota memiliki pengaruh bagi masyarakat kota tempatnya berada.

Seperti apakah pengaruh gilda bagi masyarakat Eropa?

Asal Gilda

Terdapat kalangan rohaniawan Katolik menyebut gilda sebagai sebuah tradisi Katolik (bukan pagan) dan penyebarannya merupakan hasil yang tidak dapat dipisahkan dari pengaruh spritual gereja Katolik di Eropa.[3] Gilda pada dasarnya adalah organisasi spiritual, meski suatu gilda didirikan sebagai perkumpulan kerja, gilda tersebut tetap memiliki inti yang religius.[4]

Hal ini bertentangan dengan kisah Uskup Bincmar yang berusaha mengkristenkan sebuah gilda yang bersumpah setia dalam pesta perayaan pagan Jul, 25 Desember. Gilda yang egalitarian dan nyata-nyata pagan ini dikecam oleh Gereja Katolik karena praktik conjuration, pemberian sumpah setia untuk selalu saling membantu dalam berbagai kesulitan dagang atau kehidupan.[5] Oleh karena itu dapat kita pastikan bahwa gilda memiliki akar dari sebelum Kristianitas muncul.

Kata gilda merujuk pada simpanan berupa emas (giliden) yang menjadi dana bersama gilda tersebut. Dana bersama inilah yang digunakan untuk saling membantu sesama anggota gilda maupun untuk menyelenggarakan pertemuan-pertemuan gilda.

Proteksi Gilda

Gilda dibentuk sebagai usaha proteksi kepentingan bersama suatu profesi dalam satu wilayah (kota). Proteksi pertama adalah terkait pajak. Para pengrajin dan pedagang secara individual tidak dapat mengungkapkan keberatannya akan pajak pada tuan tanah tempat mereka melakukan usaha. Dengan bergabung bersama-sama mereka dapat menegosiasikan pajak dan meregulasikan usaha dan dagang di kotanya.[6]

Proteksi selanjutnya adalah mencegah persaingan keras antar sesama anggota gilda. Pada umumnya kompetisi di luar ketrampilan diatur sehingga tidak terlalu menonjol, salah satu contohnya adalah larangan membuka usaha/lapak di jalan terbuka sehingga usahanya terlihat lebih menonjol dibanding tetangganya.[7]

Proteksi ini tidak hanya berguna bagi anggota gilda tersebut. Proteksi ini berusaha menjaga kualitas jasa dan produksi, menjaga seni dan harkat profesi, oleh karenanya gilda membuat aturan yang juga melindungi masyarakat sebagai konsumen. Contohnya adalah regulasi-regulasi yang memberikan standar produk yang diberikan ataupun jangka waktu produk bagi komoditas yang cepat rusak seperti makanan.[8]

Bahkan demi menjaga konsumen produknya dari manipulasi pasar, gilda seniman pelukis Leiden menyempatkan untuk mendidik konsumennya. Philip Angel, salah satu master gilda Leiden, memberikan ceramah kepada konsumen pada hari Santo Lukas tahun 1641 mengenai seni lukis dan cara memilih lukisan.[9]

Penjagaan kualitas dan keterbukaan pasar adalah kepentingan bersama gilda dan masyarakat, oleh karenanya gilda telah memberikan manfaat kepada masyarakat, tidak sekedar proteksi anggotanya.

Apprenticeship dan Mastership

Apprentice atau anggota magang adalah anggota pemula dalam suatu gilda yang diharapkan belajar mengenai seni kerajinan profesinya dari seorang master. Waktu magang yang diwajibkan oleh masing-masing gilda berbeda-beda, bergantung pada profesinya. Pada umumnya apprentice tidak diperkenankan menikah hingga menjadi journeyman.

Ketrampilan yang harus dipleajari dari seorang master tidak selalu dijelaskan dalam regulasi dan paten gilda. Aturan yang ada umumnya mengatur mengenai pendaftaran dan pencatatan apprentice daripada apa yang harus dipelajari oleh apprentice.[10] Hal ini mungkin karena gilda berusaha menjaga rahasia ketrampilan profesinya.

Setelah apprentice dinyatakan lulus sebagai apprentice ia mendapat status sebagai journeyman. Seorang journeyman dibayar dalam kerjanya dan di waktu senggangnya ia harus meluangkan waktu untuk membuat karya utamanya (master piece). Master piece ini akan dinilai oleh master gildanya yang nantinya akan mengangkat statusnya sebagai master dalam gilda.[11]

Seorang master bertanggung jawab atas reputasi gildanya, ia harus memastikan hasil kerjanya memenuhi kualitas yang ditentukan. Tanggung jawab lainnya adalah memastikan kelangsungan gildanya dengan melatih apprentice. Meski begitu ada master yang berhasil mendidik apprentice sementara ada yang tidak mendidik sama sekali, ada pula master seperti Rembrandt yang hanya menerima murid yang sudah lebih terapil (disebut disciples daripada apprentice).[12]

Ketiadaan pendidikan formal pada zaman pertengahan menjadikan gilda sebagai satu-satunya lembaga pendidikan ketrampilan zaman ini.[13] Oleh karena itu harus diakui bahwa gilda adalah penghasil individu-individu yang menggerakkan industri zaman pertengahan.

 

Partisipasi Wanita

Wanita Eropa di zaman pertengahan tidaklah memiliki hak hukum, ia bukanlah seorang individu di mata hukum. Ia tidak dapat membuka kontrak, melakukan tuntutan, atau dituntut. Oleh karena itu ia tidak dapat melakukan usaha tanpa izin dari suaminya. Namun melalui gilda wanita dapat memperoleh hak khusus untuk melakukan usaha dan membuat kontrak.[14]

Untuk diakui oleh gilda seorang wanita harus terlibat usaha yang terikat dengan usaha suaminya (wanita tersebut diidentifikasi dalam gilda berdasarkan profesi suaminya). Contohnya adalah   Louise  Le  Grand, seorang penjahit (sewer) menikah dengan Quentin  de Heritonel,  master tailor (pembuat pakaian).[15]

Cara lainnya adalah adalah seorang wanita menjadi istri dari seorang anggota gilda dan memperoleh ketrampilan dan keahlian dari suaminya. Gilda yang mengakui kemampuannya akan memberikan hak untuk melakukan usaha bersama suaminya dan bila suaminya meninggal ia dapat melanjutkan usaha suaminya, bahkan menggunakan statusnya sebagai master dan mendidik apprentice.[16]

Contoh-contoh di atas menunjukkan bahwa wanita berperan sebaga komplemen suaminya namun ada pula beberapa gilda juga membuka kesempatan kepada wanita untuk menjadi anggotanya dan meniti karir dari apprentice hingga master secara mandiri. Tercatat dalam gilda pembuat pita di Rouen terdapat 160 master, termasuk 17 janda, 55 wanita yang sudah menikah dan 33 wanita yang belum menikah[17], lebih banyak daripada anggota pria gilda tersebut.

Hak khusus untuk melakukan usaha dan pengakuan legal memberikan kesempatan bagi wanita untuk menghidupi keluarganya dan memberi fleksibilitas ketika terjadi kesulitan keuangan. Keanggotaan gilda juga menambah kesempatan masuknya anggota keluarga dalam gilda. Seperti sudah disebut dalam kota yang terdapat gilda, usaha individu yang serupa gilda dilarang. Oleh karena itu akses terhadap usaha amatlah berharga.[18]

Dari sini terlihat bahwa gilda adalah jalan untuk pembagian kerja bagi pasangan suami-istri, namun lebih dari itu gilda telah membuka jalan bagi kemandirian ekonomi wanita dan juga status hukum.

 

Kesimpulan

  Gilda sebagai perkumpulan profesi zaman pertengahan memiliki peran dalam masyarakat zaman tersebut. Gilda tidak hanya memberikan perlindungan kepada anggotanya namun juga turut membentuk aturan yang melindungi masyarakat. Dalam masyarakat zaman pertengahan yang tidak mengenal sekolah formal, gilda memberikan pendidikan kejuruan yang menjamin kesediaan industri bagi masyarakat. Tidak kurang dari itu gilda juga menjadi jalan bagi wanita zaman pertengahan untuk ikut serta dalam kegiatan ekonomi atau memperoleh penghidupan mandiri.

 

[1]    Guild, Encyclopedia Britannica Online, http://www.britannica.com/EBchecked/topic/248614/guild/284181/Structure-and-social-role (diiunduh 10 Juni 2014)

[2]    Tery Gilliam, Jaberwocky, 1977.

[3]    William E Kerrish, Practical Aspect of Medieval Guild dalam The Irish Monthly, Vol. 63, No. 746 (Irish Jesuit Province, Dublin: 1935), halaman 504

[4]    Idem, halaman 505

[5]    Michel Rouche, “Private life conquers state and society,” dalam A History of Private Life volume I, Paul Veyne dkk, ( Harvard University Press, 1987) halaman 432

[6]    Guilds in the Middle Ages, http://www.lordsandladies.org/guilds-in-the-middle-ages.htm (diunduh 10 Juni 2014)

[7]    William E Kerrish, halaman 508

[8]    idem

[9]    Maarten Prak, “Guilds and the Development of the Art Market during the Dutch Golden Age” dalam Simiolus: Netherlands Quarterly for the History of Art, Volume 30, No. 3/4 (2003) halaman 248

[10]  Maarten Prak, halaman 243

[11]  S Guild in Middle Ages, http://www.lordsandladies.org/craft-guilds-in-the-middle-ages.htm (diunduh 10 Juni 2014)

[12]  Maarten Prak, halaman 244

[13]  Maarten Prak, halaman 243

[14]  Daryl M Hafter, “Female Masters in the Ribbonmaking Guild of Eighteenth-Century Rouen” dalam French Historical Studies, Volume 20, No. 1 (Winter, 1997) Halaman 3

[15]  Carol L Loats, “Gender, Guilds, and Work Identity: Perspectives from Sixteenth-Century Paris” dalam French Historical Studies, Vol. 20, No. 1 (Winter, 1997)Halaman 19

[16]  Idem

[17]  Daryl M Hafter, halaman 3

[18]  Idem, halaman 4

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s