Breaking News: Muslim Susah Bersepakat

Assalamualaykum para pirsawan.

Lama tidak berjumpa, semoga rekan-rekan merindukan nyanyian sumbang saya di ayatayatadit. Kali ini saya mau bicara soal perbedaan pendapat, dengan mengambil contoh perbedaan pendapat ISIS dan Hizbut Tahrir. Pantengin yah?

jihadcat

Adanya dukungan terhadap ISIS di Asia Tenggara dan Indonesia bukanlah rahasia, bahkan akun-akun twitter ISIS kadang menjanjikan akan sampai ke Jakarta. Sekian banyak relawan Jabhat Al Nusrah dan lain-lain banyak direkrut ISIS, sebagai jihadist yang asalnya satu lingkaran dengan Al-Qaidah mereka tentunya juga punya ideologi dan cita-cita serupa, termasuk dalam hal Khilafah.

Namun berbeda dengan Al-Qaidah yang lebih banyak bicara tentang menghancurkan Amerika dan barat, ISIS dalam media sosial tidak hanya bicara soal menghancurkan rezim Alawi (Suriah) dan Maliki (Iraq), mereka juga bicara soal pendirian khalifah. “Hari ini Mosul, besok Baghdad, nanti Yerusalem. Insya Allah khilafah akan tegak kembali” adalah kicauan simpatisan dan jihadist ISIS.

ISIS_selfie

Hal ini tentunya akan menggelitik Hizbut Tahrir yang dri dulu koar-koar bahwa Khilafah adalah obat manjur penyakit muslimin dunia. Maka daripada simpatisannya kabur ke kelompok lain, mereka memberikan fatwa mereka bahwa ISIS tidak lengkap syaratnya sebagai khilafah. Mereka sebut Dawlah Islam Irak & Syam hanyalah ‘sebatas klaim’ dan Dawlah Islam ini tidak benar-benar mendirikan negara. Contohnya adalah mereka tidak menerbitkan paspor yang memberi perlindungan bagi warganya.

Tentu saja pendukung ISIS di sini ngambek atas pernyataan ini. Seperti biasa, reaksi merekapun amat lebay bagi mereka yang biasa mengahadapi perbedaan pendapat. Mereka menyebut pernayataan Hizbut Tahrir tersebut sebagai fitnah. Entah kenapa mereka tidak menjawabnya bahwa secara defacto ISIS telah berlaku sebagai negara. Mereka menarik pajak dan melindungi warga sunni di wilayahnya dari pemerintah Maliki. Bahkan jika bersabar tentu kita akan bertemu dengan video propaganda ISIS, ketika mereka menghancurkan paspor mereka.

ISIS_passport

Tentu saja Hizbut Tahrir akan menyembunyikan bahwa mereka tidak lain hanyalah organisasi/gerakan yang bermain dalam propaganda. Mereka telah mengasingkan diri dari dua jalan untuk mewujudkan cita-cita khilafah, melalui demokrasi seperti yang dilakukan ikhwan di berbagai negara atau melalui jalan darah seperti jihadist Al-Qaidah dan ISIS. Di lain pihak reaksi simpatisan ISIS Indonesia atas hal ini tentu cukup hanya dengan mentertawakan HTI yang telah ‘out of touch’ dengan dunia jihad.

Sementara kaum muslim terpecah-pecah saling bunuh, tentu saja ada yang tersenyum dan mengusap-usap tangannya.

lejew

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s