Bai’at! Bai’at!

Rupanya pergi ke bebian kemarin benar-benar membuat sayah ketinggalan sedikit berita. Sayah ndak tahu bagaimana rusuh MK kemarin ternyata malah rame soal truk Unimog. There’s no need of beating up dead horse, alih topik dulu. Kali ini soal bai’at Abu Bakr Ba’asyir kepada Abu Bakr Al Baghdadi.

pasirputih

Ndak lama muncul berbagai berita macam-macam tentang bay’at ini. Mereka yang mendukung jihad ISIS segera merayakan berita bay’at ini. Mereka yang selama ini mendukung Ba’asyir dan menyatakan bahwa ia tak ada hubungan dengan aksi-aksi pemboman di Indonesia segera menyangkal hal ini. Dengan adanya berita yang saling bertentangan ini secara instingtif kita akan mempercayai berita yang mengkonfirmasi apa yang kita percaya.

Entah bagaimana simpatisan ISIS di Indonesia memang banyak, rupa-rupanya Zawahiri memang ndak kharismatik dibandingkan Usamah. Tak heran di penjara Nusa Kambangan banyak pula yang terpesona oleh gerakan Daulah Islam di Syam sana. Mereka ini tampaknya berhasil membujuk Abu Bakar Ba’asyir untuk berbai’at pada Khalifah Ibrahim. Setidaknya itu yang mereka umumkan.

Namun entah bagaimana, dari Jama’ah Ansharut Tauhid yang dipimpin oleh Abu Bakar Ba’asyir justru keluar bantahan dan sanggahan. Menurut jubirnya JAT dan Ba’asyir mengungkapkan bahwa mereka tidak sepakat dengan jalan yang ditempuh oleh Baghdadi. Lebih lanjut lagi ia menyesalkan bahwa tidak ada orang-orang JAT disekitar Ba’asyir sehingga yang berada satu sel dengan Ba’asyir adalah orang-orang ISIS.

Tidak perlu kita bingung lagi, lihat bagaimana sikap arrahmah yang mendukung pernyataan-pernyataan mujahidin anti-ISIS dan al-mustaqbal yang berusaha membantahnya. Abu Bakar Ba’asyir yang seorang tokoh sentral mujahidin sedang diperebutkan oleh dua faksi yang di luar sana sedang saling memerangi. Melihat foto itu saya hanya bisa kasihan kepadanya, adakah sang syaikh harus berada di pusaran ini?

Bai’at bukan perkara gampang. Pemerintah dan pengamat asing menuduh bahwa Ba’asyir memimpin Jama’ah Islmaiyah yang menjadi bagian dari Al Qaidah, yang artinya Ba’asyir memberikan kesetiaan pada Usamah bin Ladin dan harus menerima penerusnya, Ayman Al Zawahiri. Kesetiaan pada amir tidak dapat serta merta dialihkan, oleh karenanya kita melihat pertentangan pendapat ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s