Peringatan 9/11

Aksi 11 September 2011, aksi yang menunjukan betapa meskipun Amerika adalah negeri terbesar pengeluaran anggaran pertahanannya namun ia tidak dapat mempertahankan dirinya dari serangan yang dilakukan oleh ‘kelompok amatir.”

Sucker punch!

Sucker punch!

Yups, 13 tahun lalu makan malam saya terganggu dengan Breaking News MetroTV yang menyajikan siaran langsung serangan ini, segera setelah pesawat pertama menabrak menara utara. Di waktu yang sama mungkin Usamah bin Ladin, sang amir dari Al Qaidah sedang meluapkan kegembiraanya mendengar para pengantin didikannya sedang meraih cita-cita tertinggi mereka.

Kini, 13 tahun kemudian kita sudah menyaksikan bagaimana serangan ini telah menyeret Amerika dalam perang berkepanjangan. Mullah Omar mungkin sudah berkonsultasi dengan Syura untuk mengusir Al Qaidah dari afghanistan, namun Bush memilih menghantamnya terlebih dahulu. Kini Presiden Afghanistan tidak lebih layaknya walikota Kabul yang dilindungi oleh Amerika dan sekutuya. Tak cukup dengan Afghanistan, Bush mengincar Iraq yang tak ada hubungannya dengan al-Qaidah. Iraq yang kacau memberi kesempatan bagi Zarqawi untuk memapankan kelompok jihadnya, iapun berbaiat kepada Usamah maka jadilah AQI (Al Qaidah in Iraq) yang dikenal dengan video2 penggorokannya. Apa hasilnya? Amerika kini hampir bangkrut!

It cost money, blood, and tears

It cost money, blood, and tears

Namun semua bukan tanpa harga. Ribuan dan mungkin jutaan kaum muslim di seluruh dunia turut terseret dalam perang ketika pasukan Amerika menginjakkan kakinya ke negeri mereka. Di tengah kebosanan mereka, muncul para psikopat yang cukup sadis. Satu regu pasukan yang bahkan dipimpin oleh sersan mengunjungi rumah-rumah hanya untuk membunuhi mereka. Panggil saja mereka regu maut. Cerita lain seperti penghinaan yang dilakukan di Abu Ghraib atau drone yang mengincar warga sipil adalah cerita umum.

Di era internet ini pula penggulingnan rezim sekuler Tunisia menyebar dan menjadi kesempatan bagi kaum muslimin untuk menyingkirkan rezim-rezim di negerinya, Arab Spring namanya. Maka Libya, Mesir, Suriah, Bahrain, dan Yaman pun ikut bergolak. Sementara itu Al Qaidah menyebarkan ‘solidaritas’ jihad Internasional, Boko Haram di Nigeria, Ansar Dine di Mali, Al Syabab di Somalia, Ansar at-Tauhid di Yaman, sementara di Suriah Ahrar as-Syam dan Jabhat al-Nusrah menjadi ujung tombak jihad al-Qaidah.

Namun rupanya kondisi di Iraq dan Suriah justru membawa fitnah. Kini ada pertikaian antara Jabhat al-Nusrah dan al-Qaidah dengan Daulah Islam. Namun Ayman Zawahiri, perencana serangan 11 September, yang kini menjadi Amir al-Qaidah tetap memandang ke depan. Masa depan jihad al-Qaidah ada di Hindustan katanya.

syaikhaiman

Advertisements

One thought on “Peringatan 9/11

  1. Pingback: Apa Kabar Afghanistan? | ayatayatadit

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s