Manusia Dimakan Ular?

Manusia dimakan ular? Terdengar seperti cerita bualan yang cocok digunakan untuk menakut-nakuti teman-teman di perkemahan. Namun kali ini saya akan berbagi cerita yang saya temukan di koran puluhan tahun lalu. Pernah dengar cerita orang dimakan ular? Pantengin di bawah! [TRIGGER WARNING : DISTURBING PICTURE!!!!]

320px-Python_reticulatus

 

Berikut adalah kutipan dari berita di harian Kompas, Sabtu 6 mei 1978:

Odjo Buka, soerang petani transmigran yang berasal dari Jawa, bulan April lalu ditelan ular piton yang panjangnya enam meter di Ongka Malino, Sulawesi Tengah.
Menurut keterangan Komandan Wilayah Kepolisian Letnan Kolonel Polisi Bachtiar, sekitar april lalu Odjo Buka yang tinggal di Desa Ongka Malino di kaki Gunung Tinombala, pulang malam hari setelah menghadiri ceramah Danramil Moutong.
Seorang Ibu yang tinggal di sebelah rumah Odjo Buka mendengar teriakan Odjo “Mati saya Mak!” Ibu yang sangat mengenal suara Odjo Buka itu segera mencari namun tidak ketemu. Akhirnya iapun memberitahukan hal tersebut kepada isteri dan keluarga Odjo Buka.
Kemudian beramai-ramai beserta penduduk setempat lainnya, dicarilah Odjo Buka tetapi tidak ditemukan juga. Baru keesokan harinya penduduk menjumpai seekor ular piton yang perutnya sudah besar, berada sekita 100 meter dari rumah Odjo.
Ular yang panjangnya sekitar 6 meter itu diam tak bergerak, mungkin karena beban berat di perutnya itu. Rakyat yang melihatnya segera membunuh ular tersebut dan menyobek perutnya. Begitu daging perut sobek, tersembullah tubuh manusia. Perut dirobek terus hingga tampak kaki orang yang cocok dengan ciri Odjo Buka. Ternyata Odjo Buka yang hilang itu tertelan ular hingga mati.
Menurut keterangan Letkol Pol Bachtiar, daerah Ongka memang masih banyak dihuni oleh ular-ular besar yang panjangnya ada mencapai bermeter-meter.
Ketika terjadi nusibah pesawat twin otter di gunung Tinombala bulan Maret 1977 lalu itupun team SAR memergoki seekor ular piton besar yang coba menyergap salah seorang anggota team. Ular tersebut berhasil dibunuh dan kepalanya dipotong untuk kenangan.
Daerah sekitar Tinombala memang masih berhutan belantara. Pohon-pohonan rimbun dan tinggi,hingga sinar matahari tidak bisa menembus kerimbunan daun di hutan itu. Itulah sebabnya tanah belantara itu berlumut tebal.

Sebagai pendamping artikel tersebut disertakan foto:

kiri :kepala ular tangkapan tim SAR, kanan : Odjo Buka

kiri :kepala ular tangkapan tim SAR, kanan : Odjo Buka

Beberapa kali foto ini saya temui di internet, dan disebut bahwa foto tersebut hanya hoax. Baru kali ini saya menemukan foto tersebut dimuat di media cetak. Kredibilitas berita ini adalah kutipan dari komandan kepolisian setempat. Namun nama korban (Odjo Buka) terdengar aneh bagi orang jawa karena berarti jangan (ojo) buka. Memang meski dimuat di harian yang amat kredibel, berita ini jadi terdengar seperti cerita tabloid atau majalah misteri.

Namun kini bila kita bandingkan, foto sama bisa kita dapati beredar di internet. Salah satunya adalah berikut:

snake03

Dari situs yang memuat foto tersebut disebutkan bahwa seorang petambang di Amazon tertidur pada saat bekerja. Tanpa disadari, salah satu pemangsa AMazon pun menganggap ia adalah menu lezat. Di akhir artikel disebutkan bahwa foto diatas adalah dari kejadian yang sama.

Tentu saja, foto bawah adalah dari kejadian yang sama dengan foto Kompas di atas, diambil dari sisi yang berbeda. Perhatikan posisi kaki dan daun rumbia yang menjadi latar. Oleh karena itu tidak mungkin satu urutan kejadian dengan foto lain di laman yang sama karena mobil yang terlihat di foto itu belum ada pada tahun 1978.

Kesimpulan : foto ini telah beredah 36 tahun lebih, cerita manusia dimakan ular di Kompas kemungkinan besar adalah benar.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s