Gettysburg (1863) : Mistifikasi Sejarah

Manusia mungkin menghabiskan waktunya dengan kebosanan, namun disela-sela kebosanan tersebut terjadi perubahan yang kadang mengorbankan anak-anak revolusi. Sejarah yang sering kali mengerikan ini adalah bahan yang tidak ada habisnya untuk menjadi sumber inspirasi bagi musik metal. Salah satunya adalah Gettysburg (1863) dari band Iced Earth.

Iced_Earth_-_Gettysburg_1863_original

Tak lepas dari jasa Steve Harris, sarjana sejarah yang menjadi penulis utama musik Iron Maiden, sejarah dan literatur menjadi bahan utama highbrow metal. Dari sebrang Atlantik kita menemui band Iced Earth yang sangat kental ke-Amerika-annya dan menyajikan metal yang jauh lebih agresif dibandingkan Iron Maiden.

Trilogi Gettysburg adalah bagian dari album Glorious Burden, album yang dibuat dalam euphoria patriotis Amerika pasca serangan 11 September. Hanya 2 lagu dalam Glorious Burden yang menyajikan tema dari luar Amerika (Attila dan red Baron), sisanya adalah hal-hal amat terkait dengan mitologi sejarah ke-Amerikaan. Tiga lagu yang menjadi trilogi Gettysburg menjadi ceramah Jon Schaffer tentang Amerika.

Persatuan adalah sesuatu yang harus dipertahankan dengan apapun, bahkan darah. Hal ini tercermin dari judul lagu pertama trilogi, “The Devil to Pay,” yang menggambarkan hari pertama pertempuran Gettysburg. Diawali dengan pertahanan 2000 orang Union melawan 20.000 orang Confederate, kisah pasukan melawan pasukan yang sepuluh kali lebih besar umum digunakan untuk menggambarkan heroisme. Namun ditengah berbagai manuver yang dikisahkan dalam lagu ini, pada akhirnya Union berhasil mempertahankan garis pertahanan mereka. “When the confederates strike/There’ll be the devil to pay”

Lagu kedua selain menggambarkan pertempuran hari kedua juga menyajikan kekhawatiran dan dosa yang ada dalam perang saudara ini. “If I ever draw my sword on you/May the good lord strike me dead.” Namun kekhawatiran tersebut tidaklah menjadikan pasukan Union kehilangan motivasinya. Melalui chorus yang diiringi musik muram, kekuatan motivasi Union diungkapkan, “when our nation needs us we’ll stay the cause/for the union we so love/We must hold at all costs!”

Sementara di lagu ketiga tema penyesalan muncul sebagai konklusi dari pertempuran tiga hari ini. Diawali dengan pukulan drum berat, sebagaimana pertempuran hari ketiga diawali dengan dentuman meriam. Confederate yang telah kehilangan kesempatannya memberikan serangan all-out terakhirnya pada hari ini. Bila pada umumnya lagu-lagu metal menggunakan permainan gitar solo sebagai bridge, maka dalam lagu ini permainan gitar ini diiringi orkestrasi sebagai gambaran pertempuran yang terjadi.

Jon Schaffer mungkin mengaku bahwa bukan perannya untuk memberi penilaiann atas kejadian sejarah dalam lagu ini. Namun pada kenyataannya lagu ini adalah penceritaan sejarah yang mungkin menyertai pembentukan mitologi bangsa Amerika.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s