BBM Naik Lagi (2) : The Protest

Okay, tadi sore sayah lewat km 0 Jogja. Seperti yang diperkirakan, rame dengan demonstran. Ada 3 organisasi yang tadi meramaikan pusat kota Jogja. Pantengin cerita & fotonya di bawah yagh!

Jadi situ kudu pilih saya!

pantengin!

Yang pertama menguasai perempatan km o adalah massa dari HTI. Seperti biasa jurkam, eh maksud saya orator, mereka berapi-api mengutarakan bahwa Indonesia membutuhkan pemimpin yang tidak mengkhianati rakyat. Ada keinginan saya menyetel ummaty qad laha fajrun dan bertanya apakah mereka membay’at Khalifah Ibrahim atau tidak, namun saya ndak sempat melakukannya. Ya udah, ini fotonya

juru kampanye alias orator

juru kampanye alias orator

tiap sudut perempatan diisi massa HTI

tiap sudut perempatan diisi massa HTI

Ndak tau mbaknya ini wartawan atau mbak-mbak HTI.

Ndak tau mbaknya ini wartawan atau mbak-mbak HTI.

Saya ndak sempat ngobrol dengan orang-orang HTI kerana mereka keburu membubarkan diri dan mempersilahkan massa lainnya untuk mengambil tempat di pusat perempatan. Cuaca segera memburuk, saya buru-buru ambil gambar kumpulan orang-orang KAMMI yang masih ada di tempat.

5_KAMMI_belumbubar

Ndak ada yang orasi, bendera ndak dikibar-kibarin. Mbak-mbak akhwatnya malahan ada yang foto2 di “patung jadian”

6_KAMMI_akhwat

Ya sudah, saya kembali ke utara, ke depan gerbang istana negara. Rupanya awan di langit sudah tak kuasa menahan airnya, hujanlah semua. Tapi massa HMI tidak membubarkan diri.

7_HMI_depan_istana

Mereka berjalan ke arah titik nol dan mengisi lapak yang ditinggalkan oleh HMI. Entah kenapa massa HMI tidak berbarengan atau dalam satu barisan, banyak yang jalan sendiri-sendiri. Salah satunya adalah mba-mbak ini:

9_HMI_qt

Saya beranikan diri untuk berbincang dengan mereka:

Saya : “Mbaknya HMI juga?”

HMI : “Iya”

Saya : “Dari mana mbak? Ini yang ikut dari komisariat mana saja?

HMI : “Dari UIN mas, ini yang ikut se-Jogja. Masnya dari mana?”

Saya : “Saya mah orang lewat aja. Mbaknya angkatan berapa?”

HMI : “2013”

Saya : “Demonya direncanakan dari kapan mbak?

HMI : “Dari kemarin mas, dari sejak pengumuman semalam.”

Saya : “Dari kemarin-kemarin ndak demo? Kan wacana kenaikan BBM dari Agustus?”

HMI : “Ndak tahu saya mas.”

Saya : “Gimana mbak perasaannya, yang naikin harga BBM kan alumni HMI?”

HMI: “No comment-lah mas.”

Diringi hujan yang kian deras, mbaknyapun pergi. Massa HMI makin berani dan membuat lingkaran yang hampir menutup perempatan. tiap sisi hanya diberi jalan untuk satu lajur. Macetlah.

8_HMI_makanjalan

Sejenak mundur ke belakang ternyata masih ada dua orang mas-mas KAMMI yang menonton ditengah derasnya hujan. Saya ajak mengobrol, katanya mereka sudah melakukan aksi dari sejak wacana BBM akan naik. Khusus untuk kali ini mereka sudah aksi sejak pukul satu dini hari di bunderan. Saking tidak setujunya dengan kenaikan BBM, salah seorang dari mereka datang ke tempat aksi dengan berjalan kaki dari kampusnya (UAD) di jalan Pramuka.

Kerna hujan makin deras, hengpon sayah taruh dalam saku, takut basah lagi. Sayah ndak dapet gambar HMI bakar-bakar ban. Akhirnya saya memilih pulang.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s