Kolom Agama di KTP

something_I_know

Aah, soal kolom agama di KTP… Soal ini udah lama dibahas dibanyak tempat. Masalah yang sudah lama dipertanyakan oleh yang merasa Atheis maupun yang merasa disingkirkan karena pilihan agamanya tidak diakui. Kebetulan Mendagri saat ini mengeluarkan pernyataan bahwa kolom agama mungkin dapat dikosongkan dan peraturan mengenai agama di KTP akan dievaluasi. Dan diskusi pun ramai kembali.

Di salah satu koran daerah, Kedaulatan Rakyat, diskursus mengenai pencantuman agama di KTP ini juga muncul. Tulisan berjudul “Identitas Agama dalam KTP” dari seorang dosen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta,  Dr Hamdan Daulay, dimuat dalam kolom opini masyarakat (Kedaulatan Rakyat 13/11/2014). Ia menyatakan ketidaksetujuannya bila kolom agama dihapus. Menurutnya wacana penghilangan kolom agama telah meresahkan masyarakat, sebab selama Indonesia merdeka pemerintah selalu mencatumkan agama sebagai bagian dari usaha mengetahui jumlah penduduk berdasar agama.

Ia mengakui bahwa pencantuman agama tidak ada hubungannya dengan usaha meningkatkan keimanan warga negara Indonesia, dan sekali lagi ia menekankan bahwa pencantuman agama adalah bagian dari usaha administrasi kependudukan yang terkait dengan kepentingan warga negara seperti pernikahan dan kematian. Ia kemudian menekankan bahwa jangan sampai ada konflik karena penghilangan kolom agama ini, kelompok yang pro dan kontra masalah kolom agama ini sudah terbaca tulisnya tanpa menjelaskan kelompok-kelompok yang ada.

1386680435053

Sometimes reading public opinion hurts. Mungkin keterbatasan tempat menjadikan argumen yang ia berikan tak lebih dari sugesti tanpa mencantumkan fakta. Konflik yang ia sebutkan terdengar seperti ancaman.

Beberapa hari kemudian muncul tulisan tanggapan berjudul “Tentang Kolom Agama di KTP” (KR 17/11/2014) dari Aziz Anwar Fachrudin, mahasiswa pascasarjana CRCS UGM. Ia mengatakan bahwa menurut penelitian Setara Institute tanda penduduk mulai mencantumkan agama baru sejak era Orde Baru, ditenggarai sebagai bagian usaha dari pembasmian komunis. Ia menyebutkan problem-problem yang dialami para penganut agama yang “tidak diakui” seperti terpaksa memilih 5 agama resmi, tidak dibina oleh kemenag, dan juga stigma yang melekat jika kolom agama dikosongkan.

Ia memberi contoh pada kasus Syiah. Para penganut syiah ingin diakui sebagai Islam, namun bila administratur menolak mereka apa yang harus ditulis dalam KTP? Untuk hal seperti ini ada rekomendasi pusat studi antar-agama (CRCS UGM) bahwa pemerintah bisa memilih untuk menghapus kolom agama atau memperluas definisi agama yang juga dilayani pemerintah. Ia juga membantah bahwa ketiadaan kolom agama akan menyulitkan dalam pengurusan jenazah mereka yang tidak dikenal sebab pengurusan jenazah tidak dilakukan serta-merta.

Lalu apa tanggapan Hamdan Daulay?

aku_tak_percaya

Dalam tulisannya “Agama dan Aspek HAM dalam KTP” (KR 22/11/2014) Hamdan Daulay menyebut bahwa argumen Aziz tidak logis dan asal bunyi. (Wow, the butthurt is strong in this one) Ia menyatakan bahwa sejak masa kolonial agama sudah dicantumkan dalam kartu penduduk dan menganjurkan Aziz Anwar Fahrudin menggali lebih banyak sumber. Namun ketika saya mencari tahu tentang KTP jaman kolonial, saya justru mendapati yang tidak menyebutkan agama. Pernyataan tidak logis dan asal bunyi diberikan terutama pada argumen bahwa pencantuman agama adalah demi peningkatan iman. Padahal sama sekali Aziz Anwar Fahrudin tidak menyebut mengenai peningkatan keimanan, ia hanya menyebut pemaksaan yang dialami kaum syiah (mereka berhak menulis Islam atau tidak?). Hamdan Daulay juga mengingatkan bahwa seharusnya kita menghormati kaum mayoritas, seolah-olah penghapusan kolom agama = pelarangan jilbab.

Ah, ini memang opini, bukan fakta. Dari opini ini kita bisa membaca yang tersirat.

Hamdan Daulay mengemukakan bahwa kolom agama terkait dengan administrasi kependudukan untuk melayani warga dalam hal pernikahan dan kematian. Apa yang tersirat dari ini?

Ingat soal UU perkawinan? Ingat soal UU Penodaan Agama? Yup, dengan kata lain tulisan Hamdan Daulay menyiratkan bahwa anda sebagai pribadi harus tunduk atas tafsiran mayoritas dalam melaksanakan agama anda.

============

Tulisan Hamdan Daulay dapat ditemukan di situs Fakultas Dakwah UIN Sunan Kalijaga sedangkan tulisan Aziz AF dapat ditemukan di blog pribadinya. Tanggapan terakhir Hamdan Daulay belum saya temukan.

Advertisements

One thought on “Kolom Agama di KTP

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s