Dagelan 2014 dari FPI

 helm_FPI

Kadang kala selain membaca koran cetak kita harus menyempatkan diri membaca berita yang ada di dunia maya. Memang reputasi detik, viva, dan lainya ndak begitu bagus kalu soal berita, maka saya buka coba Tempo dan Kompas. Rupanya berita di dalamnya tetap bikin ngurut dada (bukan karena kualitasnya jelek)….

Dahulu kala pada tahun 1977 DEMA IPB, ITB, UI, & UNJ menyatakan dirinya sebagai DPR Sementara, menggantikan tugas DPR yang memasuki masa reses dan sudah melakukan perpisahan sebelum habis masa jabatannya. Kaskopkamtib, Laksamana Sudomo yang panas menyebut kegiatan tersebut sebagai “lelucon besar 1977.” Baru saja FPI yang panas karena Jakarta dipimpin oleh Ahok yang non-muslim menyatakan mereka memiliki Gubernur sendiri, mengulang lelucon 1977.

Fakhrurozi

Adalah Fakhrurrozi, pemimpin Gerakan Masyarakat Jakarta didaulat sebagai calon Gubernur DKI oleh Habib Rizieq dan FPI sejak november lalu. Antara Ahok dan (mantan) partainya (Gerindra) sendiri sudah tidak akur, inilah yang mungkin menyebabkan Habib Rizieq demikian pede di depan Lulung mengungkapkan keinginannya agar DPRD mengusahakan agar Ahok turun dari jabatan Gubernur DKI Jakarta.

Rupa-rupanya Ahok terus melenggang dan dilantik sebagi Gubernur DKI Jakarta, bahkan BIN pun turut komentar soal keamanan pelantikannya. Apa boleh buat, GMJ harus maju terus! Mereka pun melakukan pelantikan di depan gedung DPRD, rupa-rupanya mereka tidak diterima oleh DPRD DKI. Yang penting mereka dapat melakukan pelantikan gubernur versi mereka sendiri, maka inilah dagelan 2014 tersebut:

Tapi yang menarik bukan di situ!

Tempo & Kompas mulai mengorek-orek cerita tentang Fakhrurrozi, maka kita dapati cerita sensasional bahwa sang Gubernur ini rupanya sama sekali tidak mengkomunikasikan “pencalonannya” sebagai gubernur kepada tetangganya! Para tetangga hanya dapat kasak-kusuk sendiri ketika wartawan Tempo menanyakan perihal dukungan mereka pada sang Gubernur, padahal Fahrurrozi menyatakan dirinya telah mendapat dukungan keluarga dan segenap warga DKI Jakarta. Alih-alih menjadi pemimpin Jakarta dan menjadi teladan bagi warganya, rupanya ia justru masih menunggak iuran kampungnya.

Meski begitu ia masih menegaskan niatnya memimpin ibukota, meski sayangnya ia tidak jadi melakukan blusukan perdananya.

==================

Dagelan dari FPI memang sesuatu banget, tapi rupa-rupanya Puskat UGM segera melakukan kritik kepada Jokowi. Mungkin supaya kemitraan seperti zaman SBY bisa mereka dapatkan lagi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s