Tembok Bawah Laut Papua? Hoax Lagi!

Tadi siang sayah bukak fagbook, ada posting bersponsor yang berbicara soal papua. Tidak tanggung-tanggung, yang menerbitkan posting tersebut adalah Dr [saya lupa namanya] Sp. OG. Tapi yang dibicarakan adalah soal atlantis.

Kerna pulsa internet sayah habis, saya ndak sempat mencari lagi posting tersebut. Akhirnya dengan bantuan mbah gugel saya menemukan asal muasal kabar tentang tembok bawah laut ini kira-kira dari indocropcircles. (saran sayah kalo situ kompinya ndak punya adblock yang kuat ndak usah buka di kompi sendiri, ke warnet ajah)

Di situ indocropcircles (kita singkat IDCC) selain membawa kabar soal tembok bawah laut tsb ia juga berbicara banyak tentang sejarah & budaya papua. Sayangnya kedua hal tersebut ndak kelihatan apa hubungannya. Daripada ribet mari kita kutip soal “tembok” ini.

Dilepas pantai bagian utara dari pulau besar ini diperkirakan terdapat struktur bangunan mirip “beteng” (awam: benteng) yang panjangnya 110 km dan tingginya setinggi gunung: 1860 meter, dengan lebar 2700 meter!

Jika dilihat, struktur ini lebih mirip “dinding” atau “tembok”. Dan hebatnya lagi tembok ini lurus memanjang secara sempurna sepanjang 110 kilometer!

IDCC_ss_wall

Berada pada 1°59’46.9”S dan 141°29’24.6239”E berdiri tembok setinggi hampir 2000 meter dengan lebar hanya 2700 m dan lurus sempurna sepanjang 110 km? Sounds fishy?

Tentu saja, kerna sayah termasuk pecandu informasi dari internet saya tahu bahwasanya google earth sering digunakan orang sebagai sumber/bahan untuk membuat klaim aneh-aneh. Sejak 2009 ada yang mengklaim bahwasanya Atlantis sudah mereka temukan dengan google earth. Jangan senang dulu, rupa-rupanya pihak gogle cukup jahat dan menghapus atlantis dari peta. Ini kutipan komentar mereka soal atlantis tersebut:

“The original version of Google Ocean was a newly developed prototype map that had high resolution but also contained thousands of blunders related to the original archived ship data,” David Sandwell, a Scripps geophysicist, said in a statement. “UCSD undergraduate students spent the past three years identifying and correcting the blunders.”

Tentu saja ternyata galat data google earth bukanlah hal yang jarang terjadi. Entah mengapa posting IDCC pada tahun 2011 digunakan oleh para orang-orang yang mengimani bahwa Atlantis berada di Indonesia. Ya sudah, saya kassi saja hasil cek saya malam ini:

check

Dimana ada temboknya?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s