Mengapa Bayi Pengemis Tertidur? Probable Hoax.

Beberapa hari ini saya lihat rekan-rekan saya di fagbook berbagi sebuah cerita tentang mengapa bayi pengemis selalu tertidur.

heroin_baby

Mari kita lihat tulisan yang diposting ulang oleh Jonru dari pekanews:

Dekat stasiun di sebuah kota besar duduk seorang wanita dgn usia yg tak diketahui. Rambutnya kotor, kepalanya tertunduk dalam kesedihan.

Wanita itu duduk di lantai kotor dan di sampingnya terletak sebuah tas. Dalam tas itu orang melempar uang. Di tangan wanita, tidur seorang bayi berusia dua tahun. bayi itu berpakaian kotor.

Banyak orang yang lewat akan memberikan uang. Kami selalu merasa kasihan pada orang kurang beruntung. Kami siap untuk memberikan orang-orang malang itu kemeja terakhir kami, uang terakhir kami di dalam kantong tanpa ragu ragu.

Aku berjalan melewati seorang pengemis selama satu bulan . Tidak memberikan uang, karena saya tahu bahwa ini adalah geng yang dioperasikan dan uang yang dikumpulkan oleh pengemis akan diberikan kepada siapapun yang mengontrol pengemis di daerah tersebut, orang-orang yang memiliki banyak properti mewah dan mobil.

Sebulan kemudian, saya berjalan melewati pengemis, seketika saya merasa terkejut.

saya di persimpangan yang sibuk, menatap bayi, berpakaian seperti biasa yang sangat kotor. Saya menyadari bahwa itu tampak aneh, menemukan seorang anak kecil di sebuah stasiun kotor dari pagi hingga sore.

Bayinya tidur. Tidak pernah menangis atau menjerit , selalu tertidur, mengubur wajahnya di lutut seorang wanita yang disebut ibunya.

Apakah salah satu dari Anda memiliki anak-anak antara usia 1 sampai 3? Apakah Anda ingat bagaimana mereka tidak dapat tidur lebih dari 2 jam pada suatu waktu? Namun, anak-anak ini selalu tertidur. Selalu! Oleh karena itu kecurigaan saya tumbuh.

“Kenapa dia tidur sepanjang waktu?” Aku bertanya (kepada pengemis), menatap bayi.

Pengemis pura-pura tidak mendengar saya. Dia menunduk dan menyembunyikan wajahnya di kerah jaket lusuh nya. Saya mengulangi pertanyaan itu. Wanita itu mendongak , melhat saya, seakan kesal dengan pertanyaan saya. “B*ngs*t” , bibirnya bergumam.

Di belakangku seseorang menaruh tangannya di bahuku. Aku menoleh ke belakang . Seorang pria tua itu menatapku tidak setuju: “Apa yang Anda inginkan darinya? kamu tidak melihat seberapa keras kehidupannya?.” Dia mengambil beberapa koin dari sakunya dan melemparkannya ke kantong pengemis tsb.

Pengemis itu menunjukkan raut wajah wajah berterima kasih dan kesedihan pada umumnya. Orang itu melepaskan tangannya dari bahuku dan berjalan keluar dari stasiun.

Hari berikutnya aku menelepon teman. Dari teman saya, saya berhasil menemukan bahwa pengems itu adalah bisnis, meskipun terlihat spontanitas, jelas terorganisir dan diawasi oleh lingkaran organisasi kejahatan.

Anak-anak yang digunakan adalah anak hasil “menyewa” dari keluarga pecandu alkohol, atau hasil penculikan.

Saya membutuhkan jawaban atas pertanyaan – mengapa bayi tidur? Dan saya mendapatkannya. Teman saya mengatakan kepada saya dengan suara tenang, “Mereka diberikan heroin, atau vodka”

Aku tercengang . “Siapa yang diberikan heroin atau vodka?!”

Dia menjawab, ” Anak itu, sehingga ia tidak berteriak. Wanita itu akan duduk sepanjang hari dengan dia, bayangkan bagaimana anak itu mungkin bosan?”

Dalam rangka untuk membuat bayi tidur sepanjang hari, ia dicekokin dengan vodka atau obat-obatan. Tentu saja, tubuh anak-anak tidak mampu mengatasi bahan2 keras tersebut. Dan anak-anak seringkali tewas. Hal yang paling mengerikan – kadang-kadang anak-anak meninggal selama “hari kerja” . seorang “ibu” harus memegang mayat anak kecil di tangannya sampai malam. Ini adalah aturan. Dan oleh orang yang lewat akan diberikan beberapa uang ke kantong pengemis, dan percaya bahwa mereka melakukan perbuatan baik. Membantu ibu tunggal.

Hari berikutnya saya sedang berjalan di dekat stasiun yang sama. Aku membawa identitas jurnalistik, dan sudah siap untuk pembicaraan serius. sayangnya pembicaraan tidak be rhasil. Namun, terjadi hal ini:

Seorang wanita sedang duduk di lantai dan di tangannya seorang anak kecil. Aku bertanya pertanyaan tentang akte kelairan anak, dan yang paling penting, di mana anak kecil kemarin yang ia diabaikan.

Kelakuan saya diprotes oleh orang yang lewat. Saya diberitahu bahwa saya sudah gila karena berteriak pada pengemis miskin dengan seorang anak. Pada akhirnya, saya dikawal keluar dari stasiun dalam kehinaan. Satu hal yang tersisa adalah untuk memanggil polisi. Ketika polisi tiba, pengemis dengan bayi menghilang .

Bila Anda melihat seorang wanita dengan seorang anak, mengemis, berpikir sebelum Anda menyumbangkan. Pikirkan tentang hal itu, jika bukan karena ratusan ribu pemberi sedekah, bisnis seperti ini sudah mati. Bisnis akan mati dan bukan anak-anak. Jangan melihat anak yang sedang tidur dengan kasih sayang. Lihat horor. Karena Anda membaca artikel ini , Anda tahu sekarang mengapa anak tersebut tidur di tangan pengemis.

Silakan berbagi ini. Dan ketika Anda memutuskan lagi untuk menyumbang ke pengemis, ingat bahwa amal yang anda lakukan bisa jadi kematian bagi anak kecil lainnya. (Rijalul Imam)

so-dat_happened

Ceritanya penuh bumbu, seperti membaca cerpen. Membuat saya curiga dengan keasliannya. Ditulis dengan gaya bahasa yang sangat personal, menyajikan sudut pandang penulis (Rijalul Imam) sangat herois. Bila anda lihat kalimat “Kelakuan saya diprotes oleh orang yang lewat. Saya diberitahu bahwa saya sudah gila karena berteriak pada pengemis miskin dengan seorang anak.” Sungguh aneh. Bila ia benar seorang wartawan (ia menyebut memiliki identitas jurnalistik) tentu ia tahu bahwa bila ia melakukan investigasi seperti ini tindakannya berteriak pada pengemis tersebut sangat tidak bijak.

white_demon

Bila ia wartawan tulen tentu ia tidak ingin mempertaruhkan cerita yang ia mungkin dapatkan (=truth) dengan emosinya. Ia harus dapat menjaga jarak agar tidak muncul masalah seperti yang ia sebutkan. Ceritanya lebih mirip seperti usaha membuat cerita heroik penuh peraaan daripada menggambarkan realitas. Ini membuat saya ragu terhadap otentisitas cerita tersebut.

Di dunia maya banyak kalangan yang sinis dengan cerita-cerita berbunga-bunga kek gini. Ada yang membuat situs khusus buat debunking mitos-mitos urban legend ada pula yang sekedar mengumpulkan dan mempergunjingkannya di reddit.

Oleh karena itu saya coba adakah cerita serupa dengan mbah google, di laman pertama hasilnya saya temui yang paling tua adalah artkel dari yoechua.blogspot.com, bertanggal 18 Februari 2015 (4 hari lebih awal daripada artikel pekanews). Artikel ini tidak menggunakan sudut pandang pengalaman orang pertama seperti artikel pekanews. Soal penggunaan alkohol dan heroin:

pengemis tersebut tersebut memberikan alkohol, obat bios atau bahkan heroin hanya untuk membuat bayi yang di bawa tertidur dengan alasan bahwa agar tidak mengganggu aktivas mengemis yang mereka lakukan

Yoechua menyebut bahwa sumber tulisannya berasal dari mirrorpost.com, entah kenapa ia tidak menyebut secara lengkap alamat sumbernya sehingga saya tidak bisa melihat tulisan aslinya. Saya cek ke mirrorpost:

mirrorpost

Rupanya mirrorpost tak lain adalah aggregator artikel. Another clickbaiting bastard.

Saya masih belum puas, mencari sumber yang lebih awal. Saya coba cari dengan kata pencarian “baby beggar heroin” voila! Saya justru menemukan artikel ireport.cnn.com (arsip kabar-kabar yang tidak terverifikasi). Luar biasa sekali, saya ambil beberapa paragraf pilihan:

– What do you want from her? Can’t you see how hard she’s got it in her life… Eh …
He gets some coins from his pocket and throws them in the beggar’s bag.

Scrolling down, reading…. saya menemukan paragraf yang serupa lagi:

… The next day I was walking near the same underground station. I stocked up journalistic identity, and was ready for a serious conversation. But the conversation didn’t work out.

Masih ada lagi:

My questions were not ignored by passers-by. I was told that I was out of my mind screaming at poor beggar with a child. All in all, I was escorted out of the tube station in disgrace. One thing remained was to call the police. When police arrived, beggar with the baby disappeared. I stood with a full sense of – “I’m trying to fight windmills”.

beggarjpg

Hahahaha…

Rupa-rupanya tulisan Rijalul Imam yang diposting oleh pekanews & disebarkan ulang Jonru tidak lain adalah terjemahan dari cerita tak terverifikasi. Feel free to call them HOAX!

==============

Disclaimer: desas-desus penggunaan obat penenang oleh pengemis/penipu jalanan bukan hal yang baru dan ada kemungkinan benar. Namun penggunaan heroin dan vodka kemungkinan kecil terjadi di Indonesia. Tulisan ini adalah kritik penggunaan cerita fiktif dalam scaremongering.

===============

Rupa-rupanya yang dijadikan sumber oleh pekanews mengambilnya dari grup WA. Sudah ada pernyataan klarifikasinya bahwa itu bukan tulisannya, di dalam posting aslinya juga ia hanya menyatakan “dari grup sebelah”.

rij

Advertisements

One thought on “Mengapa Bayi Pengemis Tertidur? Probable Hoax.

  1. Pingback: Click Bait & Share. #ngomel | ayatayatadit

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s