Indonesia Menjajah?

Indonesia pernah menjajah negara lain! How butthurt are you  hearing that statement?

Atjeh-slagveld

Kaphe Belanda dan kaphe Jawa di Nanggroe.

Sayah menemukan statemen ini di newsfeed mukabuku sayah. Biasa, ada iklan artikel clickbait, dan sayah termakan oleh clikbait tersebut. Buat anda yang ingin melihatnya saya berikan archive-nya (ternyata itu artikel juga kopasan dari ini) supaya anda tidak ikut kassi pageview. Haruskah kita ikut bahas atau kassi fisking?

Okay, mari kita bahas & kassi fisking.

Sebelumnya mari kita kutip dulu pengertian kata “jajah” (kata dasar dari menjajah), dari KBBI online saya temukan:

jajah/ja·jah/v,menjajah/men·ja·jah/v1 bepergian keluar masuk suatu daerah (negeri dsb) dr kota ke kota, dr desa ke desa: ia melakukan perjalanan ~ Pulau Sumatra;2 menguasai dan memerintah suatu negeri (daerah dsb): Belanda ~ negeri kita lebih kurang 350 tahun lamanya;

Untuk memberikan nuansa lain saya berikan gambaran bahwa dalam konteks feodal Jawa tanah jajahan berarti suatu wilayah yang diberikan raja kepada penguasa feodal untuk dimanfaatkan bumi, penduduk, beserta segala isinya. Disini bisa dilihat ada makna eksploitatif namun tidak ada makna penguasaan asing. Dalam makna modern kita temukan gabungan keduanya, penjajahan berarti eksploitasi asing.

Nah, mari kita bahas artikel tersebut!

afraid_but_ready

Picture unrelated

1. Timur Leste

Operasi Seroja adalah sandi untuk invasi Indonesia ke Timor Timur yang terjadi pada tanggal 7 Desember 1975. Pihak Indonesia menyerbu Timor Timur karena adanya desakan Amerika Serikat dan Australia yang menginginkan agar Fretilin yang berpaham komunisme tidak berkuasa di Timor Timur. Selain itu juga, serbuan Indonesia ke Timor Timur juga karena adanya kehendak dari sebagian rakyat Timor Timur yang ingin bersatu dengan Indonesia atas alasan etnik dan sejarah.

Entah kenapa ia menyebut “Timur” bukannya “Timor.” Dalam deskripsinya ia malah menyebutkan alasan mengapa Indonesia mengivasi Timor Leste, bukannya menjelaskan mengapa ia sebut sebagai penjajajahan. Saya tidak mempermasalahkan bila ada yang mengatakan bahwa invasi Indonesia ke Timor Timur adalah penyerbuan dan perang yang tidak adil (unjust) dan pemerintahan Indonesia bisa dikatakan penjajahan karena rakyat Timor Leste menganggap pemerintahan Indonesia adalah pemerintahan asing.

2. Papua Barat

Operasi Trikora (Pembebasan Papua Barat) adalah konflik 2 tahun yang dilancarkan Indonesia untuk menggabungkan wilayah Papua bagian barat. Pada tanggal 19 Desember 1961, Presiden Soekarno mengumumkan pelaksanaan Trikora di Alun-alun Utara Yogyakarta. Soekarno juga membentuk Komando Mandala. Mayor Jenderal Soeharto diangkat sebagai panglima. Tugas komando ini adalah merencanakan, mempersiapkan, dan menyelenggarakan operasi militer untuk menggabungkan Papua bagian barat dengan Indonesia.

Lagi-lagi ia tidak menjelaskan alasan megapa ia menyebut pemerintahan Indonesia adalah penjajahan dan justru membicarakan tentang operasi militer daripada mentalitas rakyat Papua.

I suspect he did not understand what he’s writing.

babling egg

3. Malaysia

Pada 20 Januari 1963, Menteri Luar Negeri Indonesia Soebandrio mengumumkan bahwa Indonesia mengambil sikap bermusuhan terhadap Malaysia. Pada 12 April, sukarelawan Indonesia mulai memasuki Sarawak dan Sabah untuk menyebar propaganda dan melaksanakan penyerangan dan sabotase. Tanggal 3 Mei 1963 di sebuah rapat raksasa yang digelar di Jakarta, Presiden Sukarno mengumumkan perintah Dwi Komando Rakyat (Dwikora) yang isinya: Pertinggi ketahanan revolusi Indonesia, bantu perjuangan revolusioner rakyat Malaya, Singapura, Sarawak dan Sabah, untuk menghancurkan Malaysia.

Whaat?

Sejak kapan infiltrasi = penjajahan?

4. Singapura

Usman seseorang yang lahir Purbalingga, Banyumas, Jawa Tengah 1943 dan Harun yang lahir di P Bawean, Surabaya 1947 merupakan nama samaran untuk tugas sebagai sukarelawan menyusup ke Singapura, melakukan tugas sabotase dalam rangka Dwikora (Dwi Komando Rakyat). Pada waktu itu RI terlibat konfrontasi dengan Malaysia dan Singapura. Usman dan Harun tergabung dalam tim sabotir. Pada 8 Maret 1965 malam hari berbekal 12,5 kg bahan peledak mereka bertolak dengan perahu karet dari P Sambu. Mereka dapat menentukan sendiri sasaran yang dikehendaki. Maka setelah melakukan serangkaian pengintaian, pada suatu tengah malam terjadi ledakan di sebuah bangunan Mc Donald di Orchard Road. Tiga orang tewas dan sejumlah lainnya luka.

Lagi-lagi. Infitrasi + tindakan terorisme bukan penjajahan. Bila tindakan seperti ini adalah penjajahan maka saat ini Palestina menjajah Israel.

Is he’s talking out of his ass.

talks-out-his-ass

5. Malaka

Sejak tahun 1509, Pati Unus, raja dari kerajaan Demak, sudah merancang rencana untuk menguasai Malaka. Saat itu Malaka berada di bawah kekuasaan Kesultanan Malaka. Dengan kata lain, perlu dicatat bahwa serangan Demak ke Malaka jelas bukanlah sebuah serangan anti-kekuasaan asing, tetapi sebuah invasi imperialis. Tahun 1511, Alfonso D. Alburquerque, Laksamana armada Portugis, mendahului Pati Unus dengan menaklukkan Malaka. Sultan Malaka Mahmud Syah melarikan diri ke Bintan.

Pada masa ini konsep bangsa belum ada. Ini adalah konflik perebutan kekuasaan antar-bangsawan. Lagi-lagi si penulis lupa, rencana invasi =/= invasi =/= penjajahan. Kalau mau kita tarik lebih panjang persaingan antara Jawa dan semenanjung Malaya sudah terjadi sejak jaman Singosari. Mengapa ia tidak menyebut Singosari? Apakah ia berpikir bahwa Demak adalah Indonesia tapi Singosari bukan?

Tentu saja, Demak dan Singosari adalah bagian dari sejarah Indonesia tapi mereka tidak tahu Indonesia itu apa!

6. Indochina

Kekuasaan Indochina terletak di 3 negara bagian yaitu Kamboja, Vietnam dan Thailand. Dari catatan sejarah dan bukti arkeologi, pada abad ke-9 Sriwijaya telah melakukan invasi dan kolonisasi di hampir seluruh kerajaan-kerajaan Asia Tenggara, antara lain: Sumatera, Jawa, Semenanjung Malaya, Thailand, Kamboja, Vietnam, dan Filipina. Dominasi atas Selat Malaka dan Selat Sunda, menjadikan Sriwijaya sebagai pengendali rute perdagangan rempah dan perdagangan lokal yang mengenakan biaya atas setiap kapal yang lewat. Sriwijaya mengakumulasi kekayaannya sebagai pelabuhan dan gudang perdagangan yang melayani pasar Tiongkok, dan India.

Bila betul bahwa Sriwijaya sudah menguasai berbagai wilayah Asia Tenggara, mengapa yang ia sebut sebagai  penjajahan hanyalah Indochina? Persaingan kekuasaan antar Sriwijaya dengan penguasa Indochina tidak lain hanyalah persaingan antar sesama wangsa Syailendra atau dengan wangsa lainnya. Yang ada hanyalah pergantian raja bila salah satu pihak sukses memaksakan kehendaknya, sedangkan kerajaan dan pemerintahannya tetap.

1414289928872Pada akhirnya saya ambil kesimpulan: penulisnya ndak paham apa itu penjajahan dan ndak paham sejarah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s