Pramuka Gadungan

gadungan1Baru-baru ini ada ribut-ribut soal pramuka gadungan. Saya pun ikutan rame soal Pramuka Gadungan ini.Bisa ditebak, grup Kwartir Nasional selama 5 hari belakangan diramaikan oleh diskusi soal Pramuka Gadungan ini. Entah yang mendukung, yang sinis, maupun yang nge-flame.

Sebelum saya lanjutkan, saya beri disclaimer dulu kepada rekan-rekan bahwa saya bukanlah fans kelompok yang melakukan demonstrasi ini. Mereka adalah orang-orang yang mengaku sebagai pramuka di berbagai Universitas namun ketika dilacak keanggotaan mereka di satuan pramuka (gugus depan) Universitas tersebut tidak jelas. Inilah yang saya dapati dari interaksi saya dengan mereka beberapa tahun belakangan.

Kini mereka melakukan lagi demonstrasi yang kedua kalinya di Kwarnas. Ketua Kwarnas kita yang sudah biasa berhadapan dengan berbagai organisasi pemuda mempertanyakan siapa mereka ini. Ketika diverifikasi ke universitas yang bersangkutan ternyata mereka tidak tercatat ataupun pernah aktif berkegiatan Pramuka di gudep tersebut.

1420957697559

What a shocking news…

Tentu saja Ka Kwarnas yang berang melaporkan mereka kepada pihak kepolisian dan kepada media ia menyebut mereka sebagai pramuka gadungan.

Kini di muncul pula berbagai polemik mengapa sampai muncul kata “pramuka gadungan” dan siapa itu “pramuka gadungan” sebenarnya. Sebelum kita melanjutkan mari kita cari dulu definisi “Pramuka”, dari Undang-Undang No 12 tahun 2010 pasal satu ayat dua kita temui:

Pramuka  adalah  warga  negara  Indonesia  yang  aktif  dalam  pendidikan  kepramukaan  serta  mengamalkan  Satya Pramuka dan Darma Pramuka

Untuk arti kata gadungan kita tengok KBBI:

gadungan/ga·dung·an/a1 palsu; bukan yg sebenarnya (tt orang yg menyamar sbg polisi, pemimpin, dsb); 2 jadi-jadian (tt manusia yg menjadi harimau dsb): harimau —

Jadi bisa kita simpulkan bahwa “pramuka gadungan” adalah mereka yang mengaku sebagai pramuka namun tidak memenuhi definisi sebagai Pramuka.

Dalam kepramukaan mereka yang dianggap aktif dalam pendidikan kepramukaan ada dua yaitu peserta didik (Siaga, Penggalang, Penegak, serta Pandega) dan anggota dewasa (pembina, pelatih, dan lain-lain). Untuk mengecek mereka yang melakukan demonstrasi tersebut apakah ia adalah Pramuka (peserta didik) maka kita cukup menanyakan di gugus depan mana ia di didik? Hal ini karena peserta didik haruslah memiliki gugusdepan sebagai rumah tempat ia dibina (menjalankan pendidikan kepramukaan. Satuan-satuan lain yang merupakan wadah pembinaan (Satuan karya dan Dewan kerja) hanyalah tambahan lain dalam pembinaannya.

Maka ketika kini ditemui bahwa mereka yang melakukan demonstrasi tersebut mencatut nama suatu Universitas dan sudah dibantah oleh Universitas tersebut adakah kemunculan sebutan Pramuka Gadungan aneh?

I rest my case.

I rest my case.

Advertisements

2 thoughts on “Pramuka Gadungan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s