NII Sampai JI : Salafy Jihadisme di Indonesia [Review]

Waktu pertama kali melihat buku ini saya rada males membacanya(apa lagi memilikinya). Tak lain karena ada kecenderungan nggebyah uyah semua gerakan Islam sebagai fundamentalis, wahabi, takfiri, dan banyak cap lainnya. Tapi baru saja saya menemukan buku ini di perpustakaan, setelah saya baca bab pertamanya ternyata cukup menyenangkan untuk dibaca.

nii_sampai_ji

Pada umumnya kekerasan dan terorisme modern dinisbatkan (disalahkan) pada ajaran Muhammad ibn Abdul Wahab yang sering disebut juga paham Wahabi. Namun dalam sejarah Indonesia terbukti terjadi juga kekerasan atas nama Islam yang dilakukan tanpa ada hubungan dengan pemikiran wahabi, lihat saja FPI yang diisi oleh kalangan pesantren tradisional.

Maka dalam buku ini diceritakan asal-usul radikalisme Darul Islam. Darul islam yang dipimpin oleh Kartosoewiryo jelas-jelas bukanlah seorang yang pernah mendapat pendidikan Islam salafi, wahabi, atau semacamnya. Ia dididik di kalangan pesantren tradisional, kalangan yang sama seperti yang membentuk NU. Namun dengan bekal ilmu itu muncullah konsep-konsep aqidah hingga takfir serupa seperti ditemui di gerakan-gerakan salafi modern.

Solahudin menulis buku ini sebagai pengamat dari pinggiran. Tidak terasa judgement atas gerakan-gerakan salafi jihadisme maupun NII. Ia hanya mengungkapkan adanya doktrin yang membenarkan penggunaan kekerasan atas mereka yang dianggap kafir (individu maupun negara). Namun sayangnya dalam penelusuran doktrin-doktrin ini lebih banyak menggunakan sumber asing daripada mengutip langsung sumber-sumber dari ulama yang mengeluarkan doktrin tersebut. Hal ini dapat dimaklumi bila menilai buku ini sebagai karya sosial daripada sebagai sumber fatwa.

Solahudin dalam menulis buku ini tidak hanya dengan catatan dokumen negara terkait gerakan Darul Islam dan kelanjutannya namun juga berbekal wawancara dengan narasumber yang ekstensif. Namun sayangnya banyak sumber tersebut yang menolak disebutkan namanya, meski Solahudin menyebutkan narasumber tersebut berinteraksi dengan NII melalui organisasi apa.

Salah satu hal yang menarik adalah dialektika dalam pemahaman keislaman NII. Kartosoewiryo dan beberapa pengikut terdekatnya tidak mendapatkan pendidikan yang memadai untuk menjadi sumber rujukan Islam. Namun Kartosoewiryo menelurkan karyanya mengenai Hijrah dan Isra’ Mi’raj. Pada masa selanjutnya penggunaan sejarah Rasulullah menjadi titik penentu padangan NII mengenai tahapan perjuangan (yang kadang mirip prophecy).

Pada tahun 70an ketika karya-karya gerakan modernis Islam masuk dan diterjemahkan ke Indonesia, maka karya-karya ini digunakan Aceng Kurnia menjadi rujukan untuk memperluas dan memperhalus ajaran Kartosoewiryo dalam hal tauhid. Persentuhan tidak hanya terjadi dengan pemikiran modernist Islam namun juga dengan para aktivisnya. Para aktivis Islam yang dulunya bernaung dalam Masyumi menemui iklim politik yang marjinal pada dua dekade awal pemerintahan Soeharto, menjadikan aktivitas NII menarik.

Keterlibatan orang-orang NII dalam jihad di Afghanistanlah yang membawa lagi NII ke arah jihadisme. Orang-orang asuhan Abdullah Sungkar dikirim untuk bersekolah (I’dad Asykari) di Harby Pohantum. Interaksi dengan mujahidin arab dan berbagai negara ini membawa lagi pengaruh baru. Pada saat inilah masuk jihadisme global yang amat kuat dipengaruhi wahabi ke dalam lingkaran NII.

Cerita selanjutnya dapat ditebak. Terjadi perpisahan (imtishol) antara NII dan Abdullah Sungkar yang kemudian bersama Abu Bakar Ba’asyir membentuk Jamaah Islamiyah. Kini kiprah JI di Indonesia tidak dpat disangkal, meski dipenuhi berbagai isu dan disinformasi.

Meskipun ada kekurangan dalam penggunaan sumber mengenai aqidah, konsep jihad, dan lain-lan yang banyak mengambil sumber barat, namun buku ini sangat layak untuk anda jadikan bacaan. Wawancara ekstensif kepada aktivis dan NII dan JI adalah nilai plus buku ini dan bahasa yang tidak judgmental adalah nilai tambah buku ini.

Advertisements

One thought on “NII Sampai JI : Salafy Jihadisme di Indonesia [Review]

  1. Pingback: NII Sampai JI : Salafy Jihadisme di Indonesia [Review]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s