Another KPK Noise

Bulan-bulan terakhir kita menyaksikan KPK dilemahkan. Perseteruannya dengan Kepolisian berakhir dengan ditangkapnya pimpinan-pimpinan KPK dan kembalinya Taufiequrachman Ruki sebagai nahkoda sementara KPK. Kini muncul cerita baru: Ruki mengundang TNI untuk masuk KPK.

2126274Ruki yang pensiunan polisi memberi pesan kepada Kompas “Kalau cocok kompetensinya, saya pikir tidak ada salahnya kalau diisi oleh TNI supaya ada TNI yang bergabung dengan KPK. Entah apa yang diinginkan Ruki dari hal ini. Rekrutmen terbuka yang memberi kesempatan aktivis, akademisi, maupun kalangan professional untuk masuk dalam KPK. Dari kepolisian dan kejaksaan bisa menjadi anggota KPK baik dengan mengundurkan diri maupun melalui mekanisme “pinjaman.”

Lalu bagaimana dengan TNI?

Ada dua hal yang patut dipertanyakan tentang kelayakan personil TNI untuk KPK. Pertama-tama TNI bukanlah lembaga penegak hukum negara, berbeda dengan kepolisian dan kejaksaan (plus KPK). Mereka memiliki kemampuan sebagai penjaga keamanan maupun ketertiban namun bukan sebagai penegak hukum. Mungkin personel Oditur dan Polisi Militer meiliki kemampuan tersebut, namun tentu saja bukan TNI secara umum.

Pertanyaan kedua adalah adakah TNI sendiri bersih adri korupsi?

Hingga kini KPK belum pernah menyentuh TNI, meski para jendralnya sudah dipastikan menyetor daftar kekayaannya kepada KPK. Lha memang dari sini masih kurang?

Yup. Ada satu hal unik dalam TNI adalah pembiayaan TNI tidak sepenuhnya dilakukan oleh negara. Hal ini terlihat kentara di Angkatan Darat, para Panglima KODAM haruslah memutar otak untuk membiayai masing-masing KODAM. Terkadang pembiayaan ini tidaklah halal. Belum lagi ketiadaan supervisi dari pusat TNI maupun dari kalangan sipil menjadikan ini lahan korupsi. Ingatkah anda tuduhan korupsi Soeharto ketika ia memimpin Kodam Diponegoro? Ia harus melakukan penyelundupan untuk membiayai Kodam yang dipimpinnya, namun siapa yang tahu bila ia juga menyisihkan sedikit untuk dirinya.

Mari kita menunggu lagi. Entah kapan TNI dan Polisi menjadi lembaga profesional yang pejabatnya ndak mikir lagi bagaimana cari uang untuk membiayai lembaganya. Ketika itu sudah terjadi, barulah kita bisa yakin para perwira tersebut sudah tobat korupsi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s