Laporan Baru tentang Abbottabad Raid : Amerika & Pakistan Berbohong

Kisah penyerbuan Abbottabad yang berujung pada kematian amir Al-Qaidah tahun 2011 lalu diramaikan dengan berbagai kontroversi. Kini setelah 4 tahun berlalu muncul laporan yang mengkonfirmasi kecurigaan banyak pihak. Amerika dan Pakistan berbohong tentang Usamah.

usamah1

Laporan yang dihimpun oleh Seymour Hersh ini menyebutkan bahwa sang syaikh di Abbottabad tidak lain sebagai tahanan ISI (Inter-Services Intelligences, badan intelejen Pakistan), lembaga yang turut mensponsori naiknya Taliban di Afghanistan. Keterlibatan lembaga ini dengan berbagai organisasi jihad kawasan Hindia membuat reputasi Pakistan amat buruk bagi tetangga-tetangganya (terutama India dan Iran).

Bila anda adalah salah satu yang menganggap 9/11 tidak lain merupakan inside job Amerika, laporan Seymour Hersh tidak mengindikasikan ke sana. Laporan Seymour Hersh menggambarkan bagaimana usaha Amerika mencari Usamah dan melobi pemerintah Pakistan untuk mengambil Usamah.

Lobi-lobi yang dilakukan pemerintahan Obama kepada Jendral Ashfaq Parvez Kayanni adalah bagian penting dari laporan ini. Selama ini pemerintahan Obama dan Pakistan menyatakan bahwa operasi ini dilakukan murni oleh Amerika tanpa sedikitpun keterlibatan Pakistan. Namun Hersh menggambarkan bagaimana Kayanni membantah keberadaan Usamah di daerah yang dikontrol oleh pemerintah Pakistan.

Resident boy Adeel, 8, plays with a tennis ball in front of the compound where U.S. Navy SEAL commandos reportedly killed al Qaeda leader Osama bin Laden in Abbottabad May 5, 2011. Pakistan, in apparent reference to old rival India, said on Thursday any country that tried to raid its territory in the way U.S. forces did to kill Osama bin Laden would face consequences from its military.  REUTERS/Akhtar Soomro (PAKISTAN - Tags: CRIME LAW MILITARY CIVIL UNREST POLITICS)   FOR BEST QUALITY IMAGE: ALSO SEE GM1E78I1N5A01. - RTR2M0YE

Resident boy Adeel, 8, plays with a tennis ball in front of the compound where U.S. Navy SEAL commandos reportedly killed al Qaeda leader Osama bin Laden in Abbottabad May 5, 2011. Pakistan, in apparent reference to old rival India, said on Thursday any country that tried to raid its territory in the way U.S. forces did to kill Osama bin Laden would face consequences from its military. REUTERS/Akhtar Soomro (PAKISTAN – Tags: CRIME LAW MILITARY CIVIL UNREST POLITICS) FOR BEST QUALITY IMAGE: ALSO SEE GM1E78I1N5A01. – RTR2M0YE

Namun itu semua hanya topeng belaka. Militer Pakistan menganggap Usamah sebagai aset yang dapat digunakan untuk menaikkan posisi tawar mereka di hadapan Al-Qaidah maupun Amerika. Setelah Kayanni memberi izin kepada Amerika untuk melakukan serangan “… come in lean and mean. And you have to kill him, or there is no deal,” maka pasukan SEAL Angkatan Laut melakukan latihan intensif untuk melakukan serangan.

Serangan berjalan lancar, angkatan udara Pakistan sudah diminta tidak menindak intrusi Amerika. Helikopter yang digunakan untuk melakukan penyerbuan jatuh, menyebabkan pasukan di lapangan harus menunggu helikopter penjemput. Selagi pasukan penyerbu menunggu mereka tidak melakukan interogasi dan pengumpulan tawanan. Mengapa? Tidak lain dan tidak bukan aparat ISI sudah melakukan hal tersebut. Amal dan anak-anak Usamah diamankan dan diproses ISI!

Kini Seymour Hersh menghadapi banyak kecaman dari berbagai media. Mereka melupakan bahwa Seymour Hersh adalah jurnalis yang membuka cerita kekejaman di My Lai dan Abu Ghraib. Bukannya membuat investigasi lanjutan untuk membantah ataupun mengkonfirmasi laporan Hersh, mereka justru melakukan penodaan terhadap karakter Hersh.

kayaniSudah menjadi rahasia umum bahwasanya militer Pakistan banyak melakukan hal-hal tidak etis dalam memperkuat posisinya. Mereka mensupport Taliban untuk menjadikan Afghanistan sebagai tempat mundur jika ada konflik dengan India. Di hadapan publik Pakistan mereka mengecam serangan drone Amerika namun kenyataannya mereka memberikan data intel target-target serangan drone. Laporan Hersh sangat konsisten dengan kebiasaan berbohong pemerintah Amerika dan Pakistan, oleh karena itu justru pemerintah Amerika dan Pakistanlah yang memberi kredibilitas laporan tersebut.

Kini dengan munculnya laporan bahwa ISI sudah memegang Usamah sejak 2006, kita hanya bisa bertanya-tanya: selama 2006-2011 siapa yang memegang kepemimpinan Al-Qaidah sebenarnya? Adakah ISI membiarkan Usamah berkomunikasi dengan letnan-letnanya di Al-Qaidah? Seberapa besar legitimasi Zawwahiri di Al-Qaidah?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s