Demonifikasi Islam Nusantara, Fair atau Tidak?

opini-membongkar-jamaah-islam-nusantara-jin-84-l

Menjelang Ramadhan kemarin saya menemui sebuah tulisan dari Habib Rizieq Shihab. Dalam tulisannya ia mengungkapkan bahaya dari Jamaah Islam Nusantara yang ia singkat dengan sebutan JIN. Untuk mewarnai tulisan tersebut maka diberikan pula gambar pocong yang menggunakan kain batik.

Pikir saya rupa-rupanya Habib Rizieq sedang mencoba mengaktualisasikan dirinya lagi. Jihadnya melawan Jokowi-Ahok tidak banyak diterima kecuali dalam kalangannya saja. Hari-hari terakhir saya juga tidak mendengar tentang aktivitas sweeping FPI, mungkin karena tidak ada lagi beking yang membina FPI.

Tapi meski tulisan beliau adalah tulisan anti-Islam Nusantara pertama yang saya temui, rupa-rupanya wacana-wacana anti JIN mendapatkan traksi. Perdebatan ramai tentang langgam Jawa dalam tilawah yang terjadi sejak bulan Mei lalu mungkin menjadi pembuka dalam ribut wacana JIN kali ini.

JonRu_LGBT

Mis-representasi.

Inilah masalah saya terhadap apa yang diberikan oleh Habib Rizieq dalam tulisannya. Misalnya dalam poin kedua tulisannya ia menyatakan “Jika mundur lagi ke belakang, mestinya saat Islam ada di tengah masyarakat Jahiliyyah, maka Islam harus di-Jahiliyyah-isasi.” Ia menggambarkan seolah-olah semua keragaman termasuk kejahiliyahan akan menjadi halal hanya demi keragaman itu sendiri. Bila kita tengok bagaimana NU dalam menyesuaikan Islam dan lokalitas:

“Islam datang tidak menghapus budaya, tidak memusuhi khazanah peradaban. Tidak menyingkirkan tradisi yang ada, asalkan jelas tidak bertentangan dengan Islam. Kalau ritual hubungan seks bebas atau minum arak, itu kita tidak menerima.”

Yang paling parah adalah pernyataannya mengenai salam. Ia mengklaim bahwa JIN menolak mengucapkan salam (assalamualaykum) karena itu adalah budaya Arab. Selama ini penulis belum pernah menemui kalangan yang mngaku muslim dan sama sekali menolak memberikan salam. Yang ada hanyalah yang mengucapkan salam dua kali, Assalamualaykum dan salam sejahtera. Hal ini tentu karena salam yang satu diberikan kepada sesama muslim dan yang kedua kepada yang lainnya, bukankah tidak seharusnya muslim memberikan salam yang sama kepada non-muslim?

Soal kisruh LGBT dan klaim Jonru bahwa Islam Nusantara mendukung LGBT,  “Buwathukmu sempal iku!!”

JonRu_Jengkol

Sayang-sungguh sayang saya belum sempat membaca buku Azyumardi Azra mengenai Jaringan Ulama: Timur Tengah dan Indonesia. Namun baru minggu lalu saya melihat buku tersebut di perpustakaan, mungkin suatu saat saya akan menyempatkan membacanya.

Namun ada tulisan singkat Azyumardi Azra yang bisa memberi kita gambaran tentang apa itu Islam Nusantara, praktek dan orthodoksinya. Ia menyebutkan bahwa orthodoksi Islam Nusantara mempunyai unsur:

…pertama, kalam (teologi) Asy’ariyah; kedua, fiqh Syafi’i–meski juga menerima tiga mazhab fiqh Sunni lain; ketiga, tasawuf al-Ghazali, baik dipraktikkan secara individual atau komunal maupun melalui tarekat Sufi yang lebih terorganisasi lengkap dengan mursyid, khalifah dan murid, dan tata cara zikir terentu.

Ini berbeda dengan orthodoksi Saudi yang menolak adanya sufisme yang mereka anggap sebagai pangkal dari bid’ah dhalalah. Sekarang haruskah kita menolak Islam Nusantara sedangkan kita diciptakan bersuku-suku dan berbangsa-bangsa agar saling mengenal? Adakah Islam Nusantara sebagaimana dijelaskan oleh Azyumardi Azra itu sesat?

Mari kita sejenak berpikir lagi, adakah menolak atau mengadopsi slogan Islam Nusantara akan membawa kita lebih dekat kepada surga? Tentu saja bila ini hanya membawa pada kebencian pada sesama muslim maka hanya akan merusak puasa kita ramadhan ini.

Bila dipikir-pikir lagi, bahkan Habib Rizieq akan dianggap sesat di Saudi sana. Hal ini karena Habib Rizieq berasal dari kalangan sufi tradisional Indonesia yang amat berwarna-warni.

Advertisements

One thought on “Demonifikasi Islam Nusantara, Fair atau Tidak?

  1. Pingback: Muktamar NU, ada Apa? | ayatayatadit

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s