Indonesian Politics Under Soeharto [REVIEW]

Buku ini saya temui di Perpustakaan Kolese Santo Ignatius yang terletak di sebelah Gereja Kota Baru Yogyakarta. Sebagaimana biasanya mahasiswa ndak modal, saya memfotokopi buku tersebut namun karena sistem peminjaman dan fotokopi di sana (baca di tempat + fotokopi sebagian bab) menyebabkan saya mengkopi dari dua edisi yang berbeda. Jadilah buku frankenstein dengan halaman melompat-lompat karena ada bab yang tidak ditemui di edisi pertama.

vatikiotis_indonesia_under_soehartoPengarangnya, Michael R.J. Vatikiotis adalah seorang jurnalis asal Amerika Serikat yang memulai kerjanya di Asia Tenggara sejak 1987. Diterbitkan pada tahun 1993, buku ini adalah buku pertamanya. Pada tahun itu pemilu baru saja dilaksanakan dan Orde Baru terlihat masih berjaya, tentu ini adalah perspektif baik untuk merefleksikan bagaimana para penulis yang sezaman dengan Orde Baru melihat rezim tersebut.

Titik sentral buku ini adalah Soeharto, tidak heran bila dalam setiap bab selain mengenai pribadi Soeharto kita bahasan bagaimana tiap faksi berjuang untuk mendapatkan tempat utama mendampingi Soeharto dalam Orde Baru. Mengapa hanya posisi nomor dua? Setelah berbagai gejolak politik di dasawarsa 70an dan diakhiri dengan petisi 50 pada tahun 1980 Soeharto berhasil mendapatkan supremasi kekuasaan. Pada saat buku ini ditulis tidak terbayangkan bahwa ada yang dapat menggantikan Soeharto. Itulah ketrampilan Soeharto yang ditampilkan buku ini. Pada para perwira ABRI ia mengemukakan ancamannya akan menggebuk siapapun yang menantangnya dengan cara tidak konstitusional. Para aktivis petisi 50 ia kucilkan sehingga tidak ada lagi yang berani menantangnya.

Vatikiotis mencoba menampilkan Soeharto sebagai pribadi berimbang. Ia ditampilkan sebagai pribadi yang sederhana dalam kesehariannya, meski memiliki harta berlimpah seperti peternakan Tapos yang muncul beberapa kali sebagai latar dalam buku ini. Namun di sisi lain dalam kesederhanaan itu muncul anekdot negatif, ketika Sultan HB IX ditanya kesediaannya untuk mendukungnya ia hanya tertawa dan bertanya apakah ia masih suka mencuri. Bagaimana perilaku rent seeking keluarga Soeharto dan orang dekatnya juga muncul dalam buku ini.

Buku ini memang tidak ditulis kronologis, Vatikiotis memilih untuk membaginya unsur-unsur yang berperan dalam politik Indonesia masa Orde Baru. Namun bagi anda yang melakukan kajian sejarah politik buku ini penting untuk melihat bagaimana penulis yang sezaman dengan Orde Baru memandang rezim tersebut.

Advertisements

One thought on “Indonesian Politics Under Soeharto [REVIEW]

  1. Pingback: A Bit Unwell, Tapi Bumi Masih Berputar + Lagi-lagi PKI | ayatayatadit

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s