Homo Naledi dan Afrosentrisme

Lima hari sayah ndak posting apa-apa di sini. Kali ini saya bawa kabar baru: telah ditemukan spesies baru manusia purba di Afrika Selatan! Spesies yang baru ditemukan ini dinamai Homo naledi. Seperti biasa, muncul kontroversi konyol. Moar story below.

hnaledi

Sekelompok fosil ini ditemukan dalam sistem gua Rising Star (dalam bahasa Sotho naledi berarti bintang). Hanya arkeolog-arkeolog bertubuh kecil yang dapat mencapai sebuah ruang yang penuh fosil. Hingga kini fosil ini masih belum dipastikan umurnya, namun fitur arkais dan modern yang ada padanya sudah cukup membingungkan para arkeolog yang terlibat. Namun yang paling rumit adalah posisi ditemukannya fosil-fosil ini.

Fosil-fosil ini berada di ruang yang cukup dalam dan seperti disebutkan sebelumnya gua ini sulit dimasuki. Biasanya gua atau lubang yang berisi fosil lebih dari satu spesies, namun pada situs ini hanya ada satu spesies saja. Arkeolog menginterpretasikan bahwa tulang-belulang ini berasal dari jenazah yang disingkirkan oleh kerabatnya. Tim arkeolog menginterpretasikan bahwa ada semacam ritual untuk menempatkan jenazah kerabat dalam gua yang sulit terjangkau oleh hewan yang mungkin mengganggu.

Hal ini berarti H naledi telah mengenal teknologi api untuk menerangi gua. Padahal selama ini yang kita ketahui spesies manusia purba yang telah memiliki teknologi pembuatan api yang paling awal adalah H erectus. Karena posisi H naledi dalam kronik evolusi belum ditentukan kita belum tahu konsekuensi dari hal ini. Ataukah mungkin ada penjelasan lain mengapa fosil-fosil ini bisa berada di gua yang sulit dijangkau ini.

dinaledi_cave4_FINAL.ngsversion.1440173941173Nah, sekarang yang kontroversial.

Mathole Motshekga (seorang anggota parlemen Afrika Selatan) berkomentar bahwa penemuan ini bersifat rasis. Ia mengatakan bahwa penemuan ini dan evolusi secara umum telah memberi justifikasi bahwa orang-orang Afrika adalah manusia yang lebih rendah (subhuman).

Ia menyebut bahwa literatur-literatur afrika telah menunjukkan bahwa manusia berasal dari sumber sungai Nil dan manusia sudah ada sebelum dunia ini diciptakan. Lebih jauh lagi ia menekankan bahwa Afrika adalah peradaban tertua di dunia dan telah memberikan literatur mengenai asal-usul manusia, namun Barat telah menutup-nutupi hal ini demi merendahkan bangsa-bangsa Afrika.

All of my what.

poeWTFYup, another afrocentric crap giving us bad aftertaste in scientific discovery.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s