Do You Stand With Ahmed?

Kira-kira seminggu yang lalu jagad maya ramai dengan tagar #IStandWithAhmed kerana si Ahmed kabarnya ditangkap polisi gara-gara jam buatannya dikira bom. Islamophobia?

ahmed

Di tengah riuh-rendahnya maysarakat dunia maya memperbincangkan hal ini saya mengingatkan bahwasanya kita harus berhati-hati dahulu sebelum mengetukkan palu penilaian kita. Adakah kita sudah mempertimbangkan semua fakta yang ada? Hmm, mari kita cek dulu.

Seorang blogger menunjukkan bahwa jam yang dibuat Ahmed tidak lain hanyalah jam digital lama yang diberi casing ulang. Di sini saya akui Ahmed cukup crafty, namun di sisi engineering saya kira ini tidaklah begitu memukau. Richard Dawkins juga tidak begitu tertarik dengan “kreasi” Ahmed ini.

Sekarang kita lihat lagi apa yang terjadi senin lalu di sekolah Ahmed?

Ahmed berkata ia membawa jamnya, yang dibuat dengan muka digital di dalam kotak murah, ke sekolah pada hari senin untuk ditunjukkan pada guru teknik. Ia berkomentar “bagus,” namun kemudian mengatakan bahwa karyanya jangan ditunjukkan ke guru lain.

Namun ketika jamnya berbunyi di pelajaran Bahasa Inggris, Ahmed menunjukkan jamnya kepada guru Bahasa Inggrisnya. Menurut kutipan The Dallas Morning News “Ia bilang, terlihat seperti bomb.” ujarnya.

Dalam video di situs koran tersebut, Ahmed menceritakan bagaimana ia dibawa dari sekolah oleh polisi. “Mereka membawa saya ke ruangan dengan 5 opsir,” ujarnya. “Mereka menginterogasi saya, dan menggeledah barang-barang saya, dan mengambil sabak dan karya saya.

dontbelieveNow Ahmed. Ketika guru teknikmu berkata “jangan ditunjukin!” dia tahu hal ini bakal terjadi. Mengapa kamu tidak mematikan alarm jam ini? Kerana kecerobohanmu hal ini terjadi.

*Bah, victim blaming!

Lalu mengapa sampai ia harus dibawa oleh polisi? Bukankah hal ini perlakuan keterlaluan buat anak sekolah? MAri kita lihat pernyataan dari kepolisian:

Kami tidak memiliki informari bahwa ia mengklaim perangkat itu adalah bom. Ia bersikeras bahwa itu hanya jam, namun tidak ada penjelasan lebih lanjut… Itu dapat dikiran perangkat [bom] bila ditinggalkan di toilet atau di bawah mobil. Perhatian kami adalah, untuk apa benda ini dibuat? Haruskah kami menahannya?
Di sini kepolisian setempat menunjukkan bahwa mereka segera tahu itu bukanlah bom. Namun Ahmed tidak menjelaskan mengapa ia membuat perangkat yang dapat dikira sebagai bom. membuat perangkat yang dapat dikira sebagai bom dilarang oleh hukum Texas.
Namun mengapa Ahmed tidak segera mengatakan bahwa ia sudah menunjukkannya kepada guru tekniknya?
Ah entahlah…
Kepala polisi setempat juga mengatakan bahwa selama diperiksa Ahmed tidak bekerjasama (not forthcoming). Padahal semua ini bisa diselesaikan dalam kurang dari setengah jam bila ia bilang bahwa ia membawanya untuk guru tekniknya.
coffeeMoral of the story: tetap tenang dan jawab pertanyaan pak polisi.
Catatan: semua data diambil dari http://m.snopes.com/2015/09/16/ahmed-mohamed/
================
Sebagai pembanding: 2007 Boston Bomb Scare, ndak ada islamophobianya di sini.
Advertisements

One thought on “Do You Stand With Ahmed?

  1. Pingback: Ahmed Story, Makin Konyol | ayatayatadit

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s