Dari Scout, Pandu, Hingga Pramuka

Salam Pramuka!

Scout, Pandu, dan Pramuka. Kakak-kakak yang pernah berkegiatan kepramukaan dan tidak kuper tentunya pernah mendengar tiga istilah barusan. Pramuka, yups saat ini kita sedang berkegiatan Pramuka. Pandu, pasti pernah mendengar dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, di dalamnya kita berseru “Di sanalah aku berdiri, jadi PANDU ibuku.” Lalu apa dengan Scout?

postcard-cw-hikeUntuk mengetahui artinya mari kita lihat sejarahnya.

Scout

Scouting adalah tindakan yang biasa dilakukan oleh manusia ketika menjelajah tempat baru dan berburu. Satu orang dari kelompoknya akan maju jauh, mencoba jalan baru untuk memberi informasi pada kelompoknya. Kini di dunia militer istilah scout digunakan untuk para personel yang dilatih untuk memiliki kemampuan khusus mengintai dan menjadi pasukan pendahulu. Robert Baden Powell adalah seorang perwira militer Inggris yang biasa ditugasi menjadi scout ketika masih menjadi perwira pertama. Ia menuliskan keahliannya ini menjadi buku Aids to Scouting (1899) yang ditujukan untuk para tentara Inggris.

Tak dinyana bukunya tersebut laris manis. Tak hanya kalangan militer, banyak orang menggunakan bukunya sebagai petunjuk untuk berkegiatan di alam terbuka. Salah satu organisasi yang menggunakannya adalah Boys Brigade, sekelompok anak di Inggris yang diajari baris-berbaris oleh tentara untuk melatih kedisiplinan mereka. Namun Baden Powell tidak puas, ia berharap kata scouting punya arti lebih luas bagi para pemuda.

Apa yang diinginkan Baden Powell?

Menengok ke belakang lagi, Baden Powell tumbuh menjadi seorang Jendral dan pahlawan perang bukan dari belajar baris-berbaris. Ada hal lain yang ia ingin ajarkan. Ia ingin mengajarkan ketrampilan hutan (woodcraft) yang kaya akan eksplorasi, pencarian jejak, dan kemandirian. Hal-hal inilah yang ia anggap sebagai pengalaman berharga dari masa kecilnya yang bandel, keluyuran di hutan dekan rumahnya, dan karirnya di tentara Inggris.

Di Tentara Inggris ia juga memiliki pengalaman berinteraksi dengan anak-anak. Ketika ia memimpin kota Mafeking yang dikepung oleh bangsa Boer, ia terpaksa meminta anak lelaki di kota ini untuk bertugas menjadi pembawa pesan. Rupa-rupanya anak-anak ini amat pemberani ketika diberi tanggung jawab. Menghadapi tembakan senapan bangsa Boer yang jitu salah seorang dari mereka berkomentar “Saya akan bersepeda lebih cepat dan peluru mereka tidak akan bisa mencapai saya!” Mafeking Cadet Corps mungkin bukan Scout yang pertama, namun mereka adalah pendahulunya.

1_mafeking_cadet_corpsNah, itu dia eksplorasi, pencarian jejak, dan kemandirian.

Maka berbekal pengalamannya ia membuat seperangkat latihan woodcraft yang ia sebut sebagai scoutcraft. Ia mencoba idenya dengan mengajak 22 orang anak berkemah di pulau Brownsea. 22 anak ini dibagi menjadi 4 regu Curlews, Ravens, Wolves, dan Bulls. Arthur Primmer mengenang, hal paling mengasyikkan adalah ketika regunya dikirim ke sisi lain pulau. Di sana mereka harus membuat tenda dan memasak sendiri.

Setelah perkemahan percobaan di Brownsea maka Baden Powell yakin akan metode baru yang ia kembangkan. Ia menulis buku Scouting for Boys yang amat berbeda dengan buku-bukunya sebelumnya. Di sini ia menitikberatkan kegiatan di alam terbuka untuk membentuk anak menjadi manusia dewasa. Sebagai catatan tambahan ia mengungkapkan bahwa baris-berbaris bukanlah kegiatan yang cocok untuk seorang scout.

Inilah awal scout. Dapatkah kamu simpulkan apa itu scout?

Scout sampai di Hindia, maka jadilah Pandu

Demam akan kegiatan baru ini tidak hanya melanda Inggris saja. Segera negara-negara Eropa lain membuat kegiatan serupa. Dari Eropa inilah kegiatan scout dibawa ke Indonesia dengan nama padvinder. Awalnya hanya ada Nederlandsch Indische Padvinder Vereniging. Anak-anak keturunan Belanda dan pribumi bisa masuk dalam organisasi ini.

Tak lama muncul organisasi serupa baru, Mangkunegoro VII membentuk Javansche Padvinder Organisatie. Segera organisasi lain membentuk organisasi mereka sendiri, Hizboel Wathan dibentuk Muhammadiyah, Wira Tamtama oleh Sarekat Islam. Para penggiatnya yang berazas kemerdekaan berkumpul di Bandung pada 1923 untuk memperbincangkan penyatuannya.

pramuka indo 2 (1)Ada beberapa pertemuan kemudian hari untuk menyatukan organisasi kepanduan, termasuk antara yang berazas kemerdekaan dan yang tidak. Namun tanpa dinyana pada 1928 pemerintah Hindia Belanda melarang penggunaan kata Padvinder dan Padvinderij bagi organisasi berazas kemerdekaan. Maka Agoes Salim mengusulkan untuk menggunakan kata Pandoe sebagai gantinya.

Nah lihatlah! Mengapa dalam lagu Indonesia Raya kita menemui kata Pandu? Mengapa dalam Ikrar para Pemuda kita dapati Kepandoean sebagai salah satu dasar ikatannya? Karena dalam kata Pandu ada ikatan dengan azas kemerdekaan!

Satu hal yang ditanyakan para pandu adalah siapa yang dapat mewakili Indonesia dalam organisasi pandu dunia? Maka untuk menjawabnya perlu satu kesamaan pendapat dari organisasi-organisasi pandu Indonesia. Pada 27-29 Desember 1945 dilakukan kongres yang menghasilkan putusan untuk melebur semua organisasi pandu Indonesia.

Hal ini di-gong-i oleh keputusan pemerintah melalui keputusan mentri Pendidikan dan Pengajaran 1 Februari 1947 yang menetapkan bahwa Pandu Rakyat Indonesia adalah satu-satunya organisasi kepanduan di Indonesia. Namun anehnya pada 1950 muncul lagi beragam organisasi kepanduan. Pemerintah hanya meurutri keadaan dengan membuat Keputusan Mentri PP&K tanggal 6 September 1951 yang mencabut keputusan sebelumnya.

Namun ini bukan berarti organisasi kepanduan sama-sekali tidak bersatu. Suatu federasi kepanduan dibuat pada 16 September 1951. Organisasi bernama Ikatan Pandu Indonesia (IPINDO) didirikan oleh para pengurus kwartir kepanduan masing-masing. Pada 1953 IPINDO diterima sebagai anggota Biro Kepanduan Dunia.

Menjadi Pramuka

Ada hal yang amat mengejutkan dari pihak pemerintah. Pada 27 November Mentri PP&K Prof Dr. Prijono mengungkapkan perlunya “Penasionalan Kepanduan.” Di sini ia mengungkapkan bahwa kepanduan baden Powell tidak lain hanyalah alat imperialisme, kolonialisme, dan menanamkan kapitalisme. Ia juga menuduh bahwa Baden Powell adalah seorang pedofil.

Pada akhirnya hal ini justru diamini Soekarno. Setelah jalan-jalannya Soekarno ke negeri-negeri komunis Soekarno kagum pada karya maket hydroelectric plant buatan komsomol, scouting ala komunis. Pada 9 Maret 1961 iapun mengkritik keras Kepanduan yang disebutnya tidak berguna, hanya menjadi woudloper (pengelana hutan) dan kerjanya mbundeli tali dan membukanya lagi. Belum lagi organisasi-organisasi kepanduan yang beraneka ragam.

Kritik Soekarno ada benarnya mengapa pandu Indonesia ketinggalan zaman? Namun ini juga salah karena pendidikan pandu tidak memaksa. Mengapa pandu Indonesia belum ada yang mampu membuat maket hydroelectric plant? Karena para orangtua (pembinanya) belum ada yang tahu tentang itu! Bahkan hal itu mungkin masih tidak dilakukan mahasiswa Indonesia di waktu senggangnya. Tentunya lebih patut bila kita tanya, adakah murid di Indonesia yang membuatnya? Hal ini adalah proyek sains yang tentu tempatnya di sekolah. Tentu kita bertanya-tanya, apakah Soekarno tahu pendidikan kepanduan sebenarnya? Ataukah ia sedang berlaku seperti penguasa feodal yang menuntut dari kawula tanpa memperhatikan keperluan kawula?

panjiPada akhirnya melalui keputusan Presiden tanggal 2 Mei 1961 semua organisasi kepanduan dilebur menjadi satu dalam Gerakan Pramuka. Nama Pramuka ini muncul dari inisiatif Sultan HB IX yang mengusulkan nama poromuko untuk mencegah digunakannya nama pionir muda yang berasal dari gerakan komunis. Dari Pramuka inilah dipanjangkan menjadi Praja Muda Karana.

Kini setelah menjadi Pramuka, tentu ada warna baru lagi dalam kepanduan di Indonesia. Seperti apa warna itu? Kapan-kapan kita perbincangkan ya?!

____________

BAHAN BACAAN

Scouting.” Wikipedia the Free Encyclopedia. https://en.wikipedia.org/wiki/Scouting.

R. Darmanto Djojodibroto. Pandu Ibuku: Mengajarkan Budi Pekerti, Membangun Karakter Bangsa. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia, 2012.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s