Sejarah Islam Tiongkok

Tiongkok adalah suatu peradaban tua yang memiliki sejarah ribuan tahun, bahkan sampai 5000 tahun bila memasukkan kisah-kisah legenda yang menjadi awal peradaban Tiongkok. Toynbee menyebut peradaban Tiongkok ini sebuah peradaban yang mandiri dan terpisah dengan peradaban lain. Sebagai suatu peradaban yang mandiri mereka dikenal dengan agamanya yang unik. Agama bangsa Han memiliki unsur-unsur berupa agama rakyat (folk religion), penyembahan leluhur (ancestor worship), dan filsafat yang lahir dari agama ini (Konfusianisme dan Taoisme).1

Namun Tiongkok tidak hanya terdiri atas bangsa Han saja. Ketika Republik Tiongkok baru didirikan mereka menggunakan bendera lima warna untuk menggambarkan 5 bangsa Tiongkok, salah satunya Hui (muslim).2 Kini dalam sensus nasional Tiongkok diakui 55 etnis minoritas, 10 diantaranya (termasuk Hui) adalah etnis dengan tradisi agama Islam.3

Jendral muslim di dinasti Ming

Jendral muslim di dinasti Ming

Tentu saja Islam mencapai Tiongkok melalui proses yang panjang. Kapan Islam mulai sampai di Tiongkok, komunitas apa saja yang memeluk Islam, dan di mana saja mereka berada menjadi pertanyaan yang menarik untuk kita gali.

Kontak Pertama Tiongkok dengan Islam

Sebelum munculnya Islam di abad ke tujuh Masehi di Jazirah Arab, Tiongkok sudah mengalami kontak yang cukup panjang dengan pedagang Arab dan Persia. Menurut Coedes pelayaran yang dilakukan bangsa Arab-lah yang menggiatkan perdagangan dari Jazirah Arab hingga Tiongkok, bahkan (mengutip dari Hornell) bangsa Arab sudah memiliki kantor dagang di sekitar Guangdong(Kanton) pada abad ke-empat Masehi.4

Ketika Islam datang dan bangsa Arab beralig menjadi muslim, berita ini sampai ke Tiongkok dalam waktu yang tidak lama. Pada masa Khalifah Utsman bin Affan telah dikirim utusan dari Arab yang menyampaikan bahwa bangsa Arab telah memiliki suatu agama dan negara baru, negara ini telah berganti kepemimpinan tiga kali sejak pemimpinnya pertama (Muhammad).5 Tidak jelas bagaimana komunitas Arab-Persia perantauan di Indonesia dan Tiongkok menerima agama Islam ini.

Namun dalam tradisi sejarah muslim Tiongkok justru memiliki cerita yang agak aneh. Mereka mengklaim bahwa mereka telah menerima Islam sejak masa Dinasti Sui (581-618 M). Tentu saja hal ini tidak mungkin terjadi karena nabi Muhammad baru mulai menyebarkan Islam pada akhir Dinasti Sui, hijrah ke Madinah sendiri baru dilakukan 622 M.. Namun Dinasti Tang (618-906) justru memiliki catatan mengenai Islam. Setelah menerima kabar kekalahan Persia dan Romawi (Byzantium), Kaisar Daizong mengirim utusan ke Arab pada 650. Pada 651 Utsman mengirim utusan balasan yang membawa berita sebagimana disebutkan sebelumnya.6

Selain kontak melalui jalur laut terdapat pula kontak melalui jalur daratan. Kontak ini terjadi melalui jaringan perdagangan Asia Tengah yang dikenal juga dengan nama jalur sutra. Penaklukan yang dilakukan oleh Kekhalifahan Abbasiyah di Asia Tengah ke arah timur mempertemukan pasukan muslim dengan pasukan Dinasti Tang dalam pertempuran Talas (751 M).7

Kaum Muslim di Dinasti-Dinasti Tiongkok

Kekalahan Dinasti Tang dalam pertempuran dengan tentara muslim menjadikan mereka dicari sebagai tentara bayaran. Tentara muslim turut membantu Dinasti Tang merebut kembali ibukotanya (Chang-an) dari pemberontak An Lushan. Pasukan muslim ini dipercaya sebagai mereka yang membangun komunitas muslim pertama di Tiongkok. Selanjutnya pada awal abad 9 kaum muslim keturunan Samarkand-Arab menetap di sekitar Yunnan (Tiongkok Barat Daya).8

Pada masa dinasti Sung terdapat 20 utusan yang dikirim oleh Khalifah.9 Tahun 1050 Masehi Kaisar Shenzong mengundang muslim Bukhara untuk menetap di Tiongkok untuk menghadapi kerajaan Liao di perbatasan timur laut. Pada masa inilah sebutan Hui atau Huihui mulai digunakan untuk menyebut diri mereka.10 Penakluk Mongol (Dinasti Yuan) banyak menggunakan kaum muslim untuk mengurus birokrasi kerajaannya. Mereka disebarkan ke berbagai tempat di Tiongkok.11

Bangsa Mongol menggunakan keahlian kaum muslim untuk menaklukkan dinasti Song. Namun pemaksaan hukum Mongol bagi bangsa Han dan Hui menyebabkan pemberontakan dan pendirian dinasti Ming.

Bangsa Mongol menggunakan keahlian kaum muslim untuk menaklukkan dinasti Song. Namun pemaksaan hukum Mongol bagi bangsa Han dan Hui menyebabkan pemberontakan dan pendirian dinasti Ming.

Dinasti Ming bukan hanya toleran terhadap Islam dan bangsa Hui, mereka banyak menggunakan bangsa Hui sebagai Jendral dan pejabat kerajaan. Pada awal pendirian dinasti Ming, Jenderal Lan Yu memimpin pasukan Ming keluar dari Tembok Besar untuk menyerang Mongol, mengamankan Ming dari ancaman Mongol di masa depan. Kita juga pasti mengingat duta dan pelaut dari dinasti Ming, Laksamana Zheng He (Cheng Ho).12

Dinasti Ming tidaklah menyukai adanya pengaruh asing. Oleh karena itu mereka melarang keluar-masuknya penduduk dari Tiongkok, tidak adanya imigran dari dunia Islam luar Tiongkok menjadikan bangsa Hui terisolasi dari dunia Islam. Dinasti Ming juga melakukan integrasi melalui pernikahan campur antara bangsa Han dan Hui, menyebabkan terjadinya asimilasi besar-besaran pada masa ini.13 Namun Dinasti Ming amat toleran terhadap pelaksanaan agama Islam. Bahkan melalui dekrit Kaisar agama Islam disebut sebagai “Agama Suci dan Benar” pada 1335.”14

Bangsa Hui, Dinasti Qing, dan Xinjiang

Dinasti Qing (1644-1911) didirikan oleh bangsa Manchu yang berasal dari sebelah timur laut Tiongkok. Tidak seperti Dinasti Yuan (Mongol) yang tidak mengadopsi nilai-nilai bangsa Han (konfusianisme), bangsa Manchu mengasimilasi dirinya dan menggunakan konfusianisme sebagai ideologi negara untuk melegitimasikan kekuasaannya atas Tiongkok.15

Namun demikian bangsa Hui yang menikmati posisi amat baik dalam pemerintahan dinasti Ming tidak dapat menerima begitu saja kekuasaan Manchu. Milayin memimpin Bangsa Hui dari Gansu untuk melawan Qing pada 1646, sebelum diikuti oleh bangsa Tibet dan Han. Namun mereka tidak dapat mengalahkan kekuatan Qing dan pada akhirnya tunduk pada Qing (1649). Pada akhirnya mereka memberontak lagi sebelum akhirnya dikalahkan oleh Qing.16

Pemberontakan Panthay (1855-1870) terjadi di Yunnan akibat perlakuan para pejabat Dinasti Qing terhadap kaum muslim di sana. Sementara itu di barat laut berkali-kali terjadi pemberontakan Dungan (1862-1877 dan 1895).17 Dalam menghadapi pemberontakan Dungan ini Jendral Zuo Zongtang menghukum bangsa Hui dengan bengis karena menganggap mereka sebagai pemberontak terhadap darah Tionghoa.18

Salah satu faktor keberhasilan Zuo Zongtang selain kebengisannya adalah kesediaan tokoh-tokoh Hui menerima kekuasan Qing. Ma Zhan’ao setelah mengalahkan pasukan Zuo dalam pertempuran di Taoxi segera menyatakan penyerahan wilayahnya dan kesetiaan pada Qing.19

Dinasti Qing menaklukkan wilayah Lembah Tarim perlahan-lahan mulai dari 1670. Pada 1759 mereka mengalahkan penguasa terkuatnya, Dzungar. Dari wilayah ini mereka mendapatkan berbagai penduduk Muslim berbahasa Turki.20 Namun tidak terjadi integrasi wilayah ini dengan wilayah Qing lainnya karena pedagang-pedagang Han dan Hui dilarang tinggal di sini, baru pada 1884 ketika wilayah ini dijadikan propinsi Xinjiang (Garis Depan Baru) maka integrasi dimulai.21

Oleh karena integrasi wilayah ini baru dimulai pada akhir abad 19 maka dapat dikatakan bahwa penduduk wilayah ini tidak menganggap dirinya bagian dari Tiongkok. Penduduk wilayah ini adalah berbagai suku penutur bahasa Turki (juga dikenal dengan sebutan Turki) yang umumnya mengidentifikasi keterikatannya pada oasis tempat keluarganya tinggal. Namun justru pemerintahan Qing yang menjadikan mereka satu unit propinsi menjadikan mereka mengidentifikasi diri sebagai penerus kerajaan tua Uyghur.22

Sementara itu muslim Gansu yang direkrut menjadi tentara dinasti Qing dibawah Dong Fuxiang (pengganti Zuo Zongtang) menunjukkan peran amat baik dalam memadamkan pemberontakan Hui 1895. Pergolakan dan melemahnya kekuasaan Qing menyebabkan Ibu Suri Cixi tertarik menggunakan mereka untuk menghadapi pasukan asing dalam Pemberontakan Boxer.23 Pasukan dari Gansu (dikenal juga dengan sebutan Kansu Braves) di mata pasukan Barat mendapat reputasi sebagai pasukan paling disiplin, ditakuti, dan tidak dapat disuap.24

Chiang Kai Sek bersama Jendral Ma Hongbing dan Ma Hongkui

Chiang Kai Sek bersama Jendral Ma Hongbing dan Ma Hongkui

Muslim Tiongkok Masa Republik Hingga Kini

Pada masa akhir dinasti Qing para perwira muslim dari Gansu telah menunjukkan nilai mereka dalam militer Tiongkok. Sementara itu ekonomi Gansu menggeliat. Sebelumnya Gansu dipandang sebagai wilayah miskin yang tanahnya tidak cocok untuk bertani. Namun pada awal abad 20 permintaan akan wol meningkat pesat. Gansu yang merupakan persimpangan jalan dan entrepot menuju Tibet dan Mongol (penghasil wol bagi Tiongkok) mendapat sumber ekonomi baru. Ini adalah sumber ekonomi utama bagi para Jendral Muslim dari Gansu.25

Tak heran para Jendral ini tumbuh menjadi salah satu kelompok Panglima Perang kuat yang dikenal sebagai Klik Ma (Ma Clique). Selama masa Republik kesetiaan mereka berpindah-pindah. Pada awalnya mereka memberi kesetiaan pada Guominjun, kemudian Guomindang (Kuomintang). Saat Guomindang kalah dari Komunis sebagian besar bergabung dengan kekuatan Komunis, sementara sebagian lagi lari ke Arab Saudi, Taiwan, atau Amerika.26

Sementara itu muslim di Xinkiang memiliki cerita yang berbeda. Mereka berusaha mendirikan negara sendiri, pada 1933 mereka mendirikan Republik Turkestan Timur di Kashgar dan pada 1944 di Yining (Ghulje). Kedua Republik ini dihantam habis oleh pasukan Guomindang.27 Setelah dua Republik ini dihancurkan, Kuomintang mengisi posisi pejabat di daerah ini dengan pejabat-pejabat Hui meski etnis Uyghur adalah mayoritas.28

Pada saat ini muslim Tiongkok banyak berada di wilayah barat laut (Xinjiang, Gansu, Qinghai, dan Heilongjiang) dan barat daya (Yunnan). Hanya bangsa Hui yang tersebar merata di seluruh propinsi Tiongkok. Sementara itu suku-suku penutur bahasa Turki (Uyghur, Kazak, Kyrghiz, Uzbek, & Tatar), Indo-Eropa/Persia (Tajik), dan Turko-Mongol (Salar, Dongxia, dan Bonan) terkumpul di wilayah barat laut.29 Bangsa Hui yang tinggal di wilayah barat daya dan selatan sebagian tidak menggunakan bahasa Tionghoa tetapi bahasa Tibet atau Thai sesuai yang ada di dekatnya.30

Kini setelah Republik Rakyat Tiongkok berdiri selama 55 tahun Islam tetap hidup, namun mengalami perlakuan yang berbeda-beda di tiap wilayah. Di Xinjiang sentimen Islam kadang bergabung dengan sentimen separatisme, menyebabkan pemerintah melarang banyak ekspresi keislaman dan ibadah Islam. Namun di daerah lain bangsa Hui tidak menerima tantangan dari pemerintah komunis yang seringkali bertindak anti-agama. Justru di banyak wilayah Tongkok bangsa Hui mengalami penyegaran keislaman lagi.31

Xi'an - Great Mosque

___________________________

Catatan Kaki

1Arnold J Toynbee, Sejarah Umat Manusia (Yogyakarta : Pustaka Pelajar, 2004)

2“Republik of China (1912-1929)” Wikipedia the Free Encyclopedia, https://en.wikipedia.org/wiki/Republic_of_China_(1912-1929). Diakses 17 September 2015

3L.J. Newby, “’The Pure and True Religion’ in China,” Third World Quarterly, Volume 10, Nomor 2, (April, 1988), halaman 924.

4George Coedes, Asia Tenggara Masa Hindu-Buddha. (Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia, 2010), halaman 123

5Azyumardi Azra, Islam in the Indonesian World: An Account of Institutional Formation. (Bandung: Mizan Pustaka, 2006) Halaman 150.

6Ahmed Ali, “Islam in China,” Pakistan Horizon, Volume 1, Nomor 3 (September 1948), halaman 171-172.

7L.J. Newby, “’The Pure and True Religion’ in China,” Third World Quarterly, halaman 925-926

8Ibidem

9Ahmed Ali, “Islam in China,” Pakistan Horizon, halaman 174.

10“Islam in China,” Wikipedia the Free Encyclopedia, https://en.wikipedia.org/wiki/Islam_in_China. Diakses 15 Oktober 2015.

11Ahmed Ali, “Islam in China,” Pakistan Horizon, halaman 174.

12“Islam in China,” Wikipedia the Free Encyclopedia, https://en.wikipedia.org/wiki/Islam_in_China. Diakses 15 Oktober 2015.

13Ibidem

14L.J. Newby, “’The Pure and True Religion’ in China,” Third World Quarterly, halaman 927.

15Arnold Toynbee, Sejarah Umat Manusia. Halaman 726-727.

16“Islam in China,” Wikipedia the Free Encyclopedia, https://en.wikipedia.org/wiki/Islam_in_China. Diakses 15 Oktober 2015.

17Ibidem.

18L.J. Newby, “’The Pure and True Religion’ in China,” Third World Quarterly, halaman 927.

19Jonathan N Lipman, “Ethnicity and Politics in Republican China: The Ma Family Warlords of Gansu,” Modern China, Volume 10, Nomor 3 (Juli, 1984) halaman 295.

20Arnold Toynbee, Sejarah Umat Manusia. Halaman 728.

21“Xinjiang,” Wikipedia the Free Encyclopedia, https://en.wikipedia.org/wiki/Xinjiang. Diakses 15 Oktober 2015.

22Dru C Gladney, “Islam in China: Acommodation or Separation?,” The China Quarterly, Nomor 174 (Juni, 2003), halaman 456-457

23“Kansu Braves,” Wikipedia the Free Encyclopedia, https://en.wikipedia.org/wiki/Kansu_Braves. Diakses 15 Oktober 2015.

24Jonathan N Lipman, “Ma Family of Warlords,” Modern China, halaman 296.

25Ibidem, halaman 303-304.

26“Ma Clique,” Wikipedia the Free Encyclopedia, https://en.wikipedia.org/wiki/Ma_Clique. Diakses 15 Oktober 2015.

27Dru C Gladney, “Islam in China: Acommodation or Separation?,” The China Quarterly, Nomor 174 (Juni, 2003), halaman 456.

28Ahmed Ali, “Islam in China,” Pakistan Horizon, halaman 180

29L.J. Newby, “’The Pure and True Religion’ in China,” Third World Quarterly, halaman 928

30Dru C Gladney, “Islam in China: Acommodation or Separation?,” The China Quarterly, halaman 453.

31Hannah Beech “If China Is Anti-Islam, Why Are These Chinese Muslims Enjoying a Faith Revival?” Time, http://time.com/3099950/china-muslim-hui-xinjiang-uighur-islam/. Diunduh 15 Oktober 2015.

Advertisements

2 thoughts on “Sejarah Islam Tiongkok

  1. Pingback: Sejarah Islam Tiongkok

  2. Pingback: Rasa Takut akan “Liyan” | ayatayatadit

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s