Menyoal Ujaran Kebencian

Indonesia, negeri yang sedang memajukan dirinya ini kini melangkah ke depan ke arah negara-negara maju. Salah satu aturan progresif yang kini sedang berkembang di masyarakat adalah aturan mengenai ujaran kebencian (hate speech).

rights to freespeech

via toughtcatalog

Sebetulnya mengenai ujaran kebencian ini tidak ada aturan baru yang dibuat DPR atau pemerintah. Hanya ada surat edaran Kapolri yang mengaitkan hatespeech dengan beberapa aturan yang telah ada. Mengutip dari edaran Kapolri tersebut ujaran kebencian adalah pernyataan yang mengandung:

1. Penghinaan,
2. Pencemaran nama baik,
3. Penistaan,
4. Perbuatan tidak menyenangkan,
5. Memprovokasi,
6. Menghasut,
7. Menyebarkan berita bohong dan semua tindakan di atas memiliki tujuan atau bisa berdampak pada tindak diskriminasi, kekerasan, penghilangan nyawa, dan atau konflik sosial”.

Yup, tidak ada yang baru di sana, hanya petunjuk bagi para penyidik agar dapat menangani kasus ujaran kebencian. Memang ada beberapa pasal karet (pencemaran nama baik, penistaan, penghinaan, dan perbuatan tidak menyenangkan) yang harusnya disingkirkan dari hukum Indonesia, namun bukan itu yang saya permasalahkan.

Mengapa timbul wacana tentang ini? Apa perlunya?

hate-speech-islam

Contoh hatespeech

Saya tidak tahu pasti mengapa wacana mengenai hal ini muncul. Apakah karena cyber bullying? Cara Deddy Corbuzier menangani cyber bullying membuat saya sadar bahwa menghadapi cyber bully adalah dengan bertindak berani. Di sisi lain sayah ndak yakin bahwa keberanian menghadapi dunia bakal membawa akibat baik. Tampaknya memang cyber bullying bukan sebab dari keluarnya wacana ini.

Di sisi lain saat ini kita memiliki Presiden yang oleh banyak pihak dianggap tidak presidensial. Belum lagi berbagai diskursus mengenai bagaimana kehidupan berbangsa, bernegara, dan beragama di Indonesia diperbincangkan dengan demikian bebasnya. Namun bukannya bebas bereksplorasi mengenai bagaimana mencapai hasil terbaik kita justru terbawa seputar caci-maki dan tuduhan pencitraan. Ndak heran jika beberapa bulan lalu muncul ide untuk menghidupkan UU Penghinaan Presiden.

Nah lhoh, jadi ujung-ujungnya balik soal hal ini? Benarkah ini langkah tepat untuk melanggengkan diskursus berbangsa dan bernegara?

Charlie Hebdo menggambarkan wanita Palestina dibunuh pemukim Israel, ujaran kebenciankah?

Charlie Hebdo menggambarkan wanita Palestina dibunuh pemukim Israel, ujaran kebenciankah?

Kita sudah banyak sekali membual mengenai kebebasan yang bertanggungjawab, namun seperti apakah kebebasan yang bertanggung jawab itu? Bagi saya jelas: kebebasan bertanggung jawab berarti tidak menggunakan kebebasan itu untuk menghasut kekerasan ataupun menyebarkan kebohongan. Lalu bagaimana dengan masalah pencemaran nama baik, penghinaan, dan penistaan?

Ada yang bilang lidah lebih tajam dari pisau belati, namun adakah ini berarti kita tidak boleh menggunakan lidah kita? Bila kita ibaratkan kita sedang berada di dapur, ada potongan besar kaki sapi yang menunggu untuk dibagikan, dan ada pisau di tangan kita. Haruskah kita menyarungkan pisau kita? Gunakan pisaumu! Maka seperti itulah lidah kita, harus dipergunakan pada kesempatan yang tepat.

Haruskah kita menyerahkan hak kita mengungkapkan hal yang kita suka atau tidak kepada negara? Tentu saja ini akan menghilangkan kejujuran dalam masyarakat kita yang pada akhirnya kita bukannya bisa dewasa dalam menghadapi rasa benci, kita justru membuat topeng kepura-puraan dalam bermasyarakat.

Di sisi lain terkadang kita mengalami bahwa penegakan hukum itu ibarat pisau yang diselipkan diantara kaum kuat dan kaum lemah. Ke bawah ia tajam mengiris sementara ke atas ia tumpul. Seperti itulah penegakan hukum kita. Para pengendara haruslah berkendara sesuai taat aturan, kecuali anda bersama rombongan moge. Kini dengan surat edaran dari Kapolri ini kita patut bertanya, akan diarahkan pada siapa tuduhan ujaran kebencian ini?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s