Ho Chi Minh dan Perjuangan Kemerdekaan Vietnam

Pada 1787 Pierre Joseph Georges Pigneau de Behaine memukau istana perhatian Prancis dengan membawa pulang Nguyen Thanh, putra dari penantang tahta Vietnam, Nguyen Anh. Tanpa bantuan negara Pigneau menyusun pasukan sendiri utuk membantu Nguyen Anh, namun ia meninggal pada 1799. Nguyen Anh sendiri berhasil merebut tahta dan menamai diriya Gia Long. Para pengikut Pigneau kemudian mejadi pioir kehadiran Prancis di Vietnam.1

HoChiMinh_VietMinh

Masuknya Prancis membawa babak baru dalam sejarah Vietnam. Kaum Katolik berkali-kali terlibat pemberotakan meyebabkan hubungan istana dengan Prancis merenggang. Prancis sendiri memiliki niat menaklukkan Vietnam sehingga mereka mengirimkan armada pada 1857. Meski pasukan Prancis menderita karena berbagai peyakit tropis, raja Tu Duc mengejutkan semua pihak dengan menyerah pada tahun 1861. Namun rakyat Vietnam tetap melanjutkan perlawanan meski tanpa pemimpinnya. Selama Prancis berkuasa pedesaan Vietnam tidak pernah aman bagi Prancis.2

Prancis membutuhkan para mandarin untuk memerintah Vietnam, oleh karenanya sistem ujian konfusian untuk merekrut mereka menjadi agen pemeritah kolonial.3 Namun diantara para mandari adapula yang meneruskan tradisi melawan Prancis. Dari kalangan masyarakat yang mengalami sentuhan intens dengan penguasa kolonial inilah hadir kalangan nasionalis yang menantang kekuasaan Prancis, termasuk Ho Chi Minh. Bagaimana Ho Chi Minh hadir dalam perjuangan memerdekakan Vietnam?

Dari Tat Tanh ke Nguyen Ai Quoc

Pada 15 Juli 1892 di desa Kimliem, Annam, lahirlah seorang anak yang diberi nama Tat Tanh (artinya: dia yang akan berjaya) di keluarga Nguyen Sinh Huy. Nguyen Sinh Huy adalah rakyat biasa, namun fasih membaca kanji dan paham 4 buku konfusius. Ia adalah musuh dari rezim Prancis, ia aktif dalam berbagai plot rahasia utuk melawan dan menyabotase Prancis.4 Dari anti-Prancis Nguyen Tat Tanh lahir, di masa depan ia akan meniti jalan kemerdekaan Vietnam dan mengganti nama menjadi Ho Chi Mih.

Ia memperoleh pendidikan terbaik yang tersedia bagi pribumi Vietnam, namun ia segera memilih meninggalkan kampung halamannya. Sejak 1911 Tat Tanh memilih berkelana mencari dukungan untuk Vietnam hingga akhirnya ia sampai di Paris pada 1917.5 Dalam pengembaraannya ia memperoleh pekerjaan berbagai kasar: pembantu tukang kebun, tukang cuci, juru masak, atau bahkan pembantu juru masak.6

Dalam hal politik ia menyaksikan bagaimana komunis Prancis berada dalam perpecahan dengan Komunis Internasional (komintern) yang dikendalikan Moskow. Ia bersimpati dengan mereka namun mengambil jarak dalam konflik ini. Baru pada 1920 ia masuk ke dalam komintern, pada kogress komintern 1925 ia menjadi penggerak utama biro Asia Tenggara. Pada tahun inilah ia menulis untuk majalah La Paria (Pariah) dan mulai menggunakan nama Nguyen Ai Quoc (Nguyen ‘Sang Patriot’).7

hochiminh_aiquocyears

Ho Chiminh muda di Paris, Nguyen Aiquoc.

Ia sempat dibawa ke Tiongkok oleh penasehat Soviet untuk Guomindang pada 1925-1926, namun perang sipil antara GMD dan komunis menyebabkan ia kembali lagi ke Eropa. Di Eropa ia memulihkan diri dari tuberkolosis sebelum kembali ke Asia Tenggara pada1928.8 Pada saat ini di Vietnam sendiri pemikiran nasionalis telah bangkit ditandai dengan lahirnya Viet Nam Quoc Dan Dang (VNQDD, Partai Nasioalis Vietnam) yang mengikuti model GMD. Sementara pemikiran Marxis telah dikenal dengan adanya beberapa partai komunis, meski belum diakui oleh Komintern.9

Pada Februari1930 Ai Quoc bersama beberapa perwakilan partai komunis mendirikan partai komunis Vietnam bersatu yang disebut Viet Nam Cong san Dang. Namun Komintern menghendaki wilayah kerja lebih luas sehingga mereka mengganti nama menjadi Partai Komunis Indochina (Dang Cong san Dong Duong, DcsDD).10

Mereka membangun jaringan di pedesaan dan segera terlibat dalam gelombang kerusuhan di pedesaan dan perkotaan. Di Propinsi Nghe An dan Ha Tinh didirikan pemerintahan komite lokal yag biasa disebut Soviet Nghe-Tinh. DCsDD sendiri sebelumnya belum siap untuk memberontak, namun kondisi kehidupan rakyat yang berat menyebabkan terjadinya kerusuhan dan DcsDD segera mengambil kepemimpinan. Pemberontakan ini amat menyulitkan rezim koloial dan baru dapat dipadamkan dengan susah payah dan brutal oleh rezim.11

Pada saat pemberontakan ini terjadi Nguyen Ai Quoc sedang di Hong Kong, menghubungkan DCsDD dengan agen-agen Komintern. Penangkapan Joseph Ducroux di Singapura menyebabkan bocornya alamat agen-agen Komintern, hal ini menyebabkan ia ditangkap di Hong Kong pada Juni 1931. Surete (kepolisian Perancis) menginginkan ekstradisi, namun berdasarkan tradisinya aparat Inggris tidak menginginkan ekstradisi tanpa alasan. Ia berhasil meyakinkan hakim bahwa dirinya bukan Nguyen Ai Quoc oleh karenanya tidak dapat diekstradisi. Oleh pengacaranya akhirnya ia berhasil diselundupkan dan sampai ke Moskow pada 1933.12

Akibat penangkapannya ia kehilangan posisi di Komintern.13 Sementara itu DCsDD sendiri mengalami kemunduran setelah pemberontakannya yang gagal. Rezim kolonial melakukan penangkapa terhadap tokoh-tokohnya. Namun dengan pemerintahan Prancis yang dipimpin Front Populaire, kalangan kiri diuntungkan dengan dilonggarkanya pengawasan. Secara umum keanggotaan partai bertambah dengan rekrutmen tahanan-tahanan anti-Prancis.14

Setelah mencapai Moskow ia masih megembara, bolak-balik antara Russia dan Tiongkok. Meski menderita berbagai penyakit satu waktu ia mendaki pegunungan Tiongkok Tengah selama lima hari, menuju markas Partai Komunis Tiongkok di Yenan. Meningkatnya agresi Jepang pada 1940 menarik kembali ia untuk kembali ke tanah kelahirannya.15

Ho Chi Minh dan Gerakan Viet Minh

Menyamar sebagai wartawan, ia menjelajahi Tiogkok untuk menyebrang ke Vietnam pada 1941. Ia bertemu dengan rekan seperjuangannya, Pham Van Dong dan Vo Nguyen Giap di Pac Bo, dan mendirikan organisasi Viet Nam Doc Lap Dong Minh (Liga Kemerdekaan Vietnam) yang kemudian lebih dikenal sebagai Viet Minh. Ini adalah organisasi komunis, namun menarik sentimen nasionalis.16

Pertemuan antara pemimpin muda komunis degan anggota senior komintern ini diisi kehangatan Vietnam. Bila umumnya kalangan komunis memanggil sesamanya kawan atau kamerad, maka sang senior mendapat panggilan paternalistik khas timur, paman.17 Dari organisasi Viet Minh ia mengambil nama baru Ho Chi Minh yang berarti “dia yang tercerahkan.” Adapula yang mengatakan bahwa nama keluarga Ho berarti bangsa barbar dalam bahasa Tionghoa, menandakan nasionalismenya.18

Pada masa ini Ho dan Viet Minh mencari dukungan dari berbagai pihak. Meski membenci komunis, Jendral GMD penguasa Propinsi Guangxi-Tiongkok berhasil dijadikan sekutu sementara. Ia juga mencari dukungan senjata dan amunisi dari Amerika Serikat untuk melawan Jepang. Akhirnya Amerika melalui Office of Strategic Services (OSS, Dinas Kerja Strategis, pendahulu CIA) mengirimkan tim, namun tidak jelas bantuan apa yang diberikan.19

Hochiminh_OSS

Pada awal tahun 1945 Jepang terdesak dalam perang. Menghadapi kekurangan logistik akibat blokade sekutu, Jepang melakukan penyerobotan bahan pangan. Hal ini menyebabkan kelaparan luas yang diperkirakan menyebabkan tewasnya dua juta orang. Sementara itu Jepang mengangkat Bao Dai sebagai Kaisar Annam yang “merdeka.” Tentu saja pemerintahan boneka ini tidak dapat berbuat apa-apa menghadapi kelaparan ini.20

Vietminh yang telah membangun basis massanya di pedesaan segera mengambil kesempatan. Mereka menyita dan mendistribusikan pangan dari lumbung-lumbung.21 Seiring dengan kabar kekalahan Jepang Ho segera memobilisasi Vietminh pada 16 Agustus. Dalam Revolusi Agustus ini Vietminh mengadili para pemimpin lokal yang berkolaborasi dengan Jepang.22

Di hadapan massa yang bersorak-sorai Ho mendeklarasikan berdirinya Viet Nam Dan chu Chong Hoa atau Republik Demokratik Vietnam.23 Ia membuat deklarasi kemerdekaan dengan menggunakan kata-kata dari deklarasi kemerdekaan Amerika.24

Bao Dai ingat akan nasib Louis XVI di Revolusi Prancis, oleh karena itu setelah menerima permintaan utusan Vietminh untuk mengundurkan diri ia segera menurutinya. Pada 25 Agustus dengan pakaian kebesaran dan upacara sederhana ia membaca pernyataan pengalihan kekuasaan kepada Vietminh. Ho Chi Minh menerima Bao Dai dengan hangat di Hanoi dan menjadikannya penasihat tertinggi Republik Demokratik Vietnam yang baru.25 Philip G. Jessup menyatakan bahwa sebetulnya Ho lebih suka bila Bao Dai tetap menjadi kepala negara simbolis agar pengakuan kedaulatan Vietnam lebih cepat diberikan oleh dunia.26

Ho Chi Minh sudah mendeklarasikan kemerdekaannya, namun kekuatan-kekuatan dunia mempunyai rencana lain. Presiden Roosevelt berketetapan bahwa Amerika tidak akan membantu segala upaya Prancis memperoleh kembali jajahannya, namun kebijakan ini dibalik oleh Harry S Truman pada 30 April 1945.27 Berdasarkan deklarasi Postdam Vietnam akan dibagi dua, di selatan garis Lintang 16° pasukan Inggris akan menerima penyerahan diri Jepang sementara di sebelah utara akan dikuasai pasukan GMD Tiongkok.28

Tetara Inggris yang sampai di Saigon segera mempersenjatai dan melepaskan sekitar 1400 pasukan Prancis (kebanyakan Legiun Asing yang diinternir Jepang). Pada 22 September, sehari setelah dilepasnya pasukan, mereka segera melakukan serbuan ke pos-pos Vietminh, Panitia Pemerintahan Sementara bentukan Vietminh diusir dari Balaikota. Secara membabi buta mereka memukuli pria, wanita, dan anak-anak. Serangan Umum yang diumumkan Vietminh pada tanggal 24 menandai dimulainya konflik lebih besar dengan Prancis.29

Di utara pasukan nasionalis Tiongkok datang untuk menerima penyerahan Jepang. Meski berstatus sebagai pemenang perang, mereka datang dalam kondisi mengenaskan dan kelaparan. Dalam perjalanannya mereka menjarah beberapa desa. Sesampainya di Hanoi pada 9 September para pasukan ini masuk pasar dan mengambil sayur dan buah-buahan di sana sementara komandannya mengambil alih bisnis-bisnis ilegal. Tak heran bila banyak yang menggambarkan

mereka layaknya wabah lokust.30

Chiang Kai Sek menggunakan pasukannya di Vietam untuk memaksa Prancis melepaskan hak-hak ekonomi khusus Prancis di Tiongkok. Pada Februari 1946 pasukan Prancis memasuki Vietnam Utara.31 Ho menghabiskan waktunya di Perancis selama 1946 untuk membentuk kesepakatan sementara, modus vivendi, yang menyatakan bahwa Vietnam adalah negara merdeka yang merupakan bagian dari Union Prenacis. Namun tanpa izin Paris perwakilan Prancis di Indochina justru membentuk Republik Cochinchina di Saigon.32 Perundingan yang telah terjadi tidak ada artinya lagi, pada 19 Desember pertempuran pecah antara Vietminh dan pasukan Prancis.

Perang Vietnam

Sepanjang Desember terjadi pertempuran sengit di Hanoi. Pasukan Vietminh dipimpin oleh Giap sementara Ho megungsi ke Hadong dan megorganisasikan permohonan kepada sekutu agar menahan agresi Prancis.33

Ricklefs menyebut bahwa pertempuran ini menandai dimulainya konflik panjang yang dikenal sebagai Perang Vietnam. Prancis dan Amerika umumnya menganggap perang ini dibagi dalam dua babak, babak pertama 1946-1954 terjadi antara Republik Demokratik Vietnam melawan Prancis sedangkan babak selanjutnya 1954-1975 antara Republik Demokratik Vietnam denga Amerika dan Republik Vietnam sementara pihak Republik Vietnam sendiri menganggap ini sebagai kelanjutan konflik yang sama.34

Permohonan Ho agar Amerika menahan Prancis tidak ditanggapi, Amerika justru memperhatikan rekam jejak Ho sebagai anggota komintern. Hal ini mengkhawatirkan Amerika yag berusaha menahan pengaruh Russia.35 Sementara itu Bao Dai yang telah bersebrangan pendapat dengan Ho ditempatkan sebagai kepala negara (bukan kaisar) Republik baru di Saigon. Prancis berupaya meyakinkan bahwa mereka tidak bermaksud membentuk negara boneka36 namun Republik baru yang dibentuk Prancis ini tidaklah memiliki pemimpin yang cakap sehingga amat bergantung pada keputusan-keputusan Prancis.

Ho Chi Minh mengevakuasi pemerintahannya ke Viet Bac di dekat perbatasan perbatasan Tiongkok. Prancis berhasil menguasai kota-kota di wilayah utara, namun mereka tidak dapat menyingkirkan Vietminh dari pedesaan.37 Segala usaha Ho untuk mendapat pengakuan internasional tidak membuahkan hasil sampai kemenangan Komunis atas GMD di Tiongkok pada 1949. Dengan pendirian Republik Rakyat Tiongkok kini Republik Demokratik Vietnam mendapat pengakuan dari Uni Soviet dan RRT.38

RRT menjadi sekutu Vietminh dengan menyediakan wilayah berlindung, pelatihan, dan material untuk perang. Dengan bantuan ini maka Vietminh mampu membangun angkatan bersenjata, pada Februari 1950 Giap mulai merebut garnisun Prancis di Lai Khe yang dijaga 150 orang.39 Setelah musim hujan reda garnisun Dongkhe yang dijaga ribuan pasukan. Dari sana Giap mengarahkan pasukannya ke Caobang dan kemudian Langson. Pasukan Prancis yang mundur dengan panik meninggalkan artileri, mortar, ribuan pucuk senapan, dan amunisi.40

Prancis mengirimkan Jendral de Lattre untuk memimpin pasukanya, ia membangun jaringan pertahanan dari Hanoi ke teluk Tonkin yang dikenal sebagai Lattre Line.41 Garis pertahanan ini cukup efektif, terbukti semua serangan Giap selalu dapat dipatahkan. Namun Prancis telah kehilangan pasukan sebanyak 90 ribu orang menyebabkan dukungan publik Prancis terhadap perang ini turun.

Kegagalan serangan terhadap Lattre Line membuat Giap mengalihkan perhatiannya pada pos-pos di Laos dan Kamboja sejak April 1953. Jendral Navarre kemudian membuat strategi untuk membuka titik angker untuk memadamkan serangan Vietnam. Ia memilih Dien Bien Phu, sebuah lembah yang dikelilingi perbukitan di dekat Laos.42

Navarre tidak menyadari kesalahan yang ia buat. Ia membuat perbentengan pada daerah yang rentan. Selama tiga bulan Giap menyiapkan pasukannya untuk menyerang Dien Bien Phu. Navarre tidak percaya bahwa Giap dapat memerintahkan pasukannya membawa howitzer ke perbukitan di sekitar Dien Bien Phu, bahkan mereka membawa artileri pertahanan udara yag mencegah Navarre mengirimkan balabantuan. Pada 13 Maret 1954 Giap merubah cekikannya menjadi pukulan, meriam-meriamnya menghujani Dien Bien Phu sementara puluhan ribu infantri bersiap menyerang.43

Selama peperangan Ho tidaklah memimpin langsung pasukan Vietnam. Bila kita membaca memoar Ho kita akan mendapati bahwa ia mendelegasikan sepenuhya tugas ini kepada Giap. Instruksi yang diberikan kepada perwiranya menjelang serangan tahun 1952 berisikan peritah untuk bersikap lembut dan hormat pada rakyat, menjaga disiplin, dan memastikan kritik diri.44

vietminh_1954

Dalam perang ini Republik Demokratik Vietnam sudah berada di atas angin, namun Ho Chi Minh akhirnya menerima jalan perdamaian melalui Konferensi di Jenewa. Hasil perundingan sengit ini tidak menguntungkan Republik Demokratik Vietnam, Vietnam dibagi dua pada 17° Lintang Utara. Kehendak Amerika dan Inggris yang memaksa membagi Vietnam menjadi dua sementara Uni Soviat dan RRT justru mengiyakan.45 Kebijaksanaan Sulaiman ini tentunya menyakiti hati Ho Chi Minh dan segenap Viet Minh.

Tentu saja Viet Minh menganggap perjanjian ini telah merebut kemenangan mereka dan menghalangi Jendral Giap masuk ke Saigon dalam kemenangan. Namun Ho Chi Minh adalah seorang komunis yang disiplin. Tidak seperti Tito yang membawa Yugoslavia menentang kebijakan Kremlin, Ho memilih mengikuti strategi Moskow-Beijing.46 Dengan Perjanjian Jenewa ini maka secara resmi Prancis keluar dari Vietnam, perjuangan masih berlanjut dalam babak baru.

Amerika Memasuki Panggung

Perjanjian Jenewa mungkin merugikan Vietnam Utara, namun bagi Ho Chi Minh tidak ada gunanya menyesali hal ini. Ho mengalihkan perhatian pada pembangunan negerinya. Sebagaimana komunis pada umumnya, Ho memulai program penyitaan dan redistribusi tanah. Program ini menimbulkan banyak ekses, yang pertama adalah teralienasinya kalangan intelektual non-komunis47 yang kedua adalah mereka yang dituduh dan diadili sebagai tua tanah sehingga menimbulkan pemberontakan pada 2 November 1956. Ho Chi Minh secara pribadi meminta maaf kepada rakyat Vietnam atas ekses-ekses ini.48

Di sisi lain di Vietam Selatan perdana mentri Ngo Dinh Diem menyingkirkan Bao Dai melalui referendum pada 1955. Dengan ini Diem menjadi kepala negara Republik Vietnam dan secara terang-terangan menyatakan tidak akan menuruti ketentuan Perjanjian Jenewa bahwa pada 1956 akan diadakan referendum untuk mengakhiri partisi Vietnam.49

Meski kemungkinan besar akan memenangkan referendum tersebut, Ho memilih bersabar. Ia menetapkan bahwa pemantapan Vietnam Utara adalah yang utama. Baru pada 1959 ia mulai menggerakkan sel-sel pro-Viet Minh di selatan dan pada 1960 didirikanlah Mat tran Dan toc Giai phong mien am Viet Nam (Front Nasional Pembebasan Vietnam Selatan) yang biasa dikenal sebagai Viet Cong.50

Bila Ho Chi Minh mengkonsolidasikan Republik Demokratik Vietnam, yang terjadi di Selatan justru kebalikannya. Dengan didukung oleh Amerika Ngo Dinh Diem menurunkan Bao Dai dengan menyelenggarakan referendum. Pemeritahan Diem sama sekali tidak mengakui perjanjian Jenewa dan menolak melakukan referendum.51 Diem adalah seorang Katolik, dalam pemerintahannya ia membuat kalangan Buddhist terasing dan mempromosikan keluarganya. Hal ini memunculkan protes dari berbagai kalangan Buddhis yang berujung pada pembakaran diri oleh bhiksu-bhiksu.52

Agen-agen Vietnam Utara dikerahkan untuk membantu Vietcong melalui jalan setapak menyusuri pegunungan dan hutan yang dikenal sebagai Ho Chi Minh Trail. Menghadapi agitasi di pedesaan, dengan disponsori dana Amerika, rezim Diem melaksanakan strategi yang disebut strategic hamlet. Warga di pedesaan dipaksa keluar dari wilayah pertanian dan desanya menuju ke kampung-kampung yang dipersenjatai. Tentu saja ini membuat mereka amat membenci rezim Diem.53

Hal ini menunjukkan bahwa Ho dan Vietnam Utara tidak harus melakukan banyak hal untuk menjatuhkan pemerintahan Saigon. Rezim Diem hanya bergantung kepada Amerika sementara wibawa pemerintahannya keropos digerogoti kebijakannya yang tidak populer. Usaha rezim Diem membungkam protes penganut Buddha malah membuat semakin banyak yang membencinya sementara di pedesaan tidak ada yang mau percaya pada aparat pemerintah.

Pada saat ini Ho Chi Minh sudah kian renta. Segala keputusan operasional mengenai aktivitas militer telah diambil alih dan dijalankan oleh Giap yang cemerlang sementara pemerintahan diambil alih oleh Le Duan sejak 1960. Meski begitu, posisinya sebagai tokoh sentral negara tidak hilang. Selain mengusahakan bantuan senjata dari Soviet, Ho berusaha membujuk Diem untuk melakukan penyatuan melalui surat-menyurat pada 1963.54

Amerika mengambil alih jalannya pertempuran dari angkatan bersejata Vietnam Selatan dengan menggunakan insiden Teluk Tonkin. Ho menilai ini menyebabkan terjadinya kebuntuan karena pasukan dan sumber daya Vietnam Utara lebih banyak digunakan untuk menjaga Ho Chi Minh Trail daripada memperkuat Vietcong.55 Untuk memecah kebuntuan ini Giap mengemukakan rencana serangan umum Tet yang disetujui Ho pada September 1967. Persiapan serangan umum ini dilakukan berbulan-bulan dengan tujuan strategis merusak kekuatan Amerika dalam perang jangka panjang. Pada saat dijalankan pada Februari 1968 operasi Serangan Umum Tet ini berhasil menyerang hingga kedutaan Amerika di Saigon, namun sel-sel Vietcong banyak yag hancur akibat serangan balik Amerika dan Vietam Selatan.56

Epilog

Serangan Umum Tet adalah kebijakan strategis terakhir yang melalui keputusan Ho. Selama bulan-bulan berikutnya kesehatan Ho semakin menurun. Penyakit seperti diabetes menghambat partisipasinya dalam proses politik, namun ia tetap meyakinkan bahwa pasukan asing harus meninggalkan Vietnam Selatan dan Vietnam harus bersatu. Akhirnya pada pukul 09:47 tanggal 2 September 1969, 24 tahun setelah ia medeklarasikan kemerdekaan Vietnam, Ho Chi Minh meninggal dunia. Ia meninggalkan Vietnam di tengah perang yang baru berakhir enam tahun kemudian ketika akhirnya Saigon menyerah pada Republik Demokratik Vietnam.

_________________

Catatan buntut.

1Stanley Karnow, Vietnam a History (New York: The Viking Press, 1983), halaman 55-65.

2Ibidem, halaman 74-77.

3M.C. Ricklefs, dkk, Sejarah Asia Tenggara dari Masa Prasejarah sampai Kontemporer (Jakarta: Komunitas Bambu, 2013)

4Ruth Fischer, “Ho Chi Minh: Disciplined Communist,” Foreign Affairs, Volume 33, Nomor 1 (Oktober, 1954), halaman 86.

5“Ho Chi Minh,” Wikipedia, https://en.wikipedia.org/wiki/Ho_Chi_Minh. Diakses 17 November 2015.

6Ruth Fischer, “Ho Chi Minh: Disciplined Communist,” halaman 86-87.

7Ibidem, halaman 87-88.

8“Ho Chi Minh,” Wikipedia.

9Ricklefs, Sejarah Asia Tenggara, halaman 445-447.

10Ibidem.

11Ibidem, halaman 447-448.

12Dennis J. Duncanson, “Ho Chi Minh in Hong Kong: 1930-1931,” The China Quarterly, Nomor 57 (Januari – Maret, 1974), halaman 84-100.

13“Ho Chi Minh,” Wikipedia.

14Ricklefs dkk, Sejarah Asia Tenggara, halaman 448

15Stanley Karnow, Vietnam a History, halaman 125-126.

16Ibidem, halaman 126-127.

17Ibidem.

18Ruth Fischer, “Ho Chi Minh: Disciplined Communist,” halaman 92.

19Ibidem, halaman 137-141.

20M.C. Ricklefs, Sejarah Asia Tenggara, halaman 507.

21Ibidem, halaman 508.

22Stanley Karnow, Vietnam a History, halaman 145-146.

23M.C. Ricklefs, Sejarah Asia Tenggara, halaman 508.

24Stanley Karnow, Vietnam a History, halaman 135.

25Ibidem, halaman 146-147.

26Phillip G. Jessup, The Birth of Nations (Yogyakarta: Center for Information Analysis, 2006), halaman 214.

271940–46 in the Vietnam War,” Wikipedia, https://en.wikipedia.org/wiki/1940-46_in_the_Vietnam_War. Diakses 17 November 2015.

28Stanley Karnow, Vietnam a History, halaman 147-148.

29Ibidem, halaman 148-149.

30Ibidem, halaman 151-150.

31Ricklefs, Sejarah Asia Tenggara, halaman 568.

32Ibidem.

33Stanley Karnow, Vietnam a History, halaman 158.

34Ricklefs, Sejarah Asia Tenggara, halaman 565-566.

35Stanley Karnow, Vietnam a History, halaman 158.

36Philip G Jessup, Birth of Nations, halaman

37Ricklefs, Sejarah Asia Tenggara, halaman 568.

38Ibidem, halama 571.

39“First Indochina War,” Wikipedia, https://en.wikipedia.org/wiki/First_Indochina_War. Diakses 17 November 2015.

40Stanley Karnow, Vietnam, halaman 185.

41“First Indochina War,” Wikipedia.

42Stanley Karnow, Vietnam, halaman 185.

43Ibidem, halaman

44W.E. Willmott, “Thoughts on Ho Chi Minh,” Pacific Affairs, Volume 44, Nomor 4 (Musim Dingin 1971-1972) halaman 589.

45Ricklefs, Sejarah Asia Tenggara halaman 573.

46Ruth Fischer, “Ho Chi Minh: Disciplined Communist,” halaman 95-96.

47Ricklefs, Sejarah Asia Tenggara, halaman 574.

48Stanley Karnow, Vietnam a History, halaman 224-226.

49Ricklefs, Sejarah Asia Tenggara, halaman 575.

50Ibidem, halaman 575-577.

51Ibidem.

52Stanley Karnow, Vietnam a History, halaman 190-236.

53Ibidem.

54“Ho Chi Minh,” Wikipedia. https://en.wikipedia.org/wiki/Ho_Chi_Minh. Diakses 17 November 2015.

55Ibidem.

56Untuk penjelasan lebih detail mengenai serangan umum dapat dibaca di Stanley Karnow, Vietnam a History, halaman 523-545.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s