Konflik Nelayan oleh Rilus A. Kinseng

Sempat tersiar kabar mengenai konflik nelayan antar-propinsi yang berujung dibakarnya kapal dari satu daerah. Hal ini kemudian menjadi bagian dari diskursus mengenai otonomi daerah. Namun benarkah ini yang terjadi? Rilus A Kinseng membahasnya dalam disertasi yang diterbitkan menjadi buku ini.

konflik_nelayan Continue reading

Rasjidi, tentang Keislaman Dirinya

mohammad-rasjidi

“Berat bagiku untuk melakukan sembahyang lma kali sehari. Sering aku meninggalkan, sering aku merangkap sembahyang, ini namanya “Qadha”. Orangtua Jawa menamakan “Kolo:. Baru setelah aku menjadi tua, aku dapat menunaikan ibadah sehari-hari pada waktunya. Dalam jiwaku terdapat Islam abangan, Islamnya orang-orang yang tak mengetahui seluk beluk pengetahuan Islam. Islam yang dipeluk oleh almarhum bapakku, Atmosudigdo. Aku dapat nembang pangkur, mijil, kinanti, aku dapat menulis huruf Jawa; waktu aku kawin aku memilih memakai blankon dan wiron. Aku senang sekali menonton wayang orang dan tari serimpi … Dalam jiwaku terdapat Islam orthodoks; aku menghafal Alfiyah Imam Malik, Matan Rahbiyyah, dan lain-lain … Tetapi aku ini juga seorang Muslim yang modern. Walaupun aku tidak pernah mengunjungi sekolah Belanda, tetapi aku paham membaca buku-buku dalam bahasa Belanda. Di samping itu, aku lancar berbahasa Prancis.

Muhammad Rasjidi, sebagaimana dikutip oleh Azyumardi Azra (2002: 298).

Jepang di Masa Antar-Perang

Tak sampai setengah abad setelah kedatangan Komodor Perry di pelabuhan Jepang[1], Jepang telah mampu menjadikan dirinya sebagai suatu kekuatan di Asia Timur. Dengan menggunakan kekuatan militernya ia berhasil mengalahkan Tiongkok pada 1894-1895, menjadikan statusnya naik di kalangan Internasional.[2] Memang Jepang telah mentransformasi dirinya menjadi negara modern sejak paruh kedua abad 19. Beberapa modernisasi mereka lakukan mulai dari sistem peradilan (1871), konstitusi (1889), meninggalkan sistem feodal (1871) dan pendidikan massal (1872).[3]

Imperial_Japanese_Army Continue reading

Akhir Permusuhan Guomindang-Gongchandang?

Setelah 65 tahun terusir dari Tiongkok daratan dan mengungsi ke Taiwan kini akhirnya Guomindang meniti jalan baru dalam hubungannya dengan Gongchandang. Besok Presiden Republik Tiongkok akan bertemu dengan Premier Republik Rakyat Tiongkok!

Japs gone, now what m8?

Wtf is this? A blast from the past!

Continue reading

Menyoal Ujaran Kebencian

Indonesia, negeri yang sedang memajukan dirinya ini kini melangkah ke depan ke arah negara-negara maju. Salah satu aturan progresif yang kini sedang berkembang di masyarakat adalah aturan mengenai ujaran kebencian (hate speech).

rights to freespeech

via toughtcatalog

Continue reading