Terompet Tahun Baru: Haram!

Menjelang malam tahun baru kemarin saya ndak berniat posting apa-apa. Sebenarnya ada hal yang kepikiran di kepala tapi entah kenapa males menulisya, oleh karena itu blog ini sempat menganggur 3 hari. Akhirnya pagi ini saya justru menemukan kabar: meniup terompet haram karena meniru Yahudi!

terompet2

Well, mari kita bicarakan hal yang satu ini.Apakah ada budaya meniup terompet di kalangan Yahudi? Betul, di tahun baru kalender Yahudi (Rosh Hashanah) mereka biasa meniup terompet yang dikenal dengan nama shofar. Shofar memiliki signifikasi religius karena tercantum dalam kitab perjanjian lama dan talmud.

Nah kan! Meniup terompet ada di budaya & ritual Yahudi! Jelas-jelas meniup terompet itu haram karena ada dalil yang menjelaskan bahwasanya meniru-niru kaum kafir itu haram. Habis perkara.

Tunggu dulu, adakah perkara ini sesederhana itu?

pekalongan

Bilamana semua yang dilakukan kaum kafir adalah haram hukumnya maka kita akan mendapati perilaku yang dianjurkan bagi muslim juga jadi haram. Coba lihat orang-orang Yahudi ini, hampir ndak ada bedanya dengan muslim bukan? Kita tidak menjadikan segala hal yang dilakukan kaum kafir haram, bila seperti itu maka kita mendefinisikan keislaman kita denganberdeasarkan kehadiran kaum kafir bukannya dengan ketundukan pada Allah.

Sebelum secara reaktif menanggapi segala hal dengan melihat kaum sebelah sebaiknya kita melihat lagi yang dilakukan oleh kaum kita sendiri (sesama muslim). Masak kita lebih peduli melihat ke kaum Yahudi daripada sesama muslim sih?

Ternyata kebudayaan Melayu Riau memiliki alat musik semacam terompet yang disebut nafiri. Alat musik ini mengiringi banyak kegiatan (tari, penobatan raja, dll) termasuk kegiatan jahiliyah memanggil arwah. Namun alat musik ini tidak hanya diasosiasikan untuk kegiatan tersebut jadi kita tidak perlu menghiraukan kegiatan ini. Nafiri juga ditemukan sebagai alat musik bangsa berber di Maghribi/Afrika Utara. Di sana selain sebagai alat musik ia juga digunakan untuk membangunkan sahur ketika ramadan.

nafir_marokoDi sini kita lihat ternyata terompet jamak digunakan oleh saudara-saudara kita sesama muslim. Lalu bagaimana dengan ketika tahun baru?

Jamak bagi kita untuk merayakan sesuatu dengan bunyi-bunyian. Kita merayakan Ied dengan berkeliling desa/kota dan mengumandangkan takbir. Budaya Yahudi tidak pernah datang ke negeri ini sebagai budaya yang dicontoh. Meniup terompet tampaknya muncul sebagai inisiatif & kreasi budaya Indonesia sendiri, bukan dari meniru Yahudi. Menengok ke wikipedia, kata “trumpet” hanya muncul di sub-entry Bosnia-Herzegovina dan Indonesia sedangkan “horn” muncul di Philippina! Malah penjelasan mengenai horn di Philippina menunjukkan kalau itu terompet sejenis.

Kalau boleh saya katakan maka terompet tahun baru yang dibuat dari kardus dan bambu adalah hasil budaya bangsa sendiri! Tentu saja Philippina memiliki alat sejenis karena mereka itu budayanya 11-12 dengan kita!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s