Aduh, Aduh Bli Tawan

160120095006_tawan_manusia_robot_4_624x624_ragillestariSeperti biasa, saya komentar lagi soal yang baru heboh di dunia maya saat ini. Tangan robotik Bli Tawan dari Bali.

Sebelumnya saya beri disclaimer terlebih dahulu. Saya ndak tahu apakah skeptis saya berasal dari iri atau bukan, tapi saya peringatkan kepada situ duluan: saya ndak bisa apa-apa. Bikin kayak gituan ndak bakal mudeng. Kalau situ mau bilang saya ndak percaya hoho-hihi tangan robotik ini karena sayah iri dan sirik boleh saja. Saya terima.

Saya yang ndak mengerti apa-apa ini jangan-jangan terbawa oleh efek Dunning-Kruger membuat saya sok tahu mengecap bahwa tangan robotik tersebut cuma mitos. Entahlah, tapi kemudian teman sayah yang hobi dan pekerjaannya dunia robotik memberi komentar: “Bli satu ini kayaknya cuma iseng aja, wartawan aja yang kelewat terpana.”

Apa pasal? Perhatikan gambar berikut:

160120080317_tawan_manusia_robot_4_624x624_ragillestari

Di situ terlihat ada beberapa komponen komputer: front panel sound & usb (yang dicolok hanya USB), board mouse, hard disk, valve regulator, batre lithium-ion, tanki (reservoir pneumatik?), dll yang dipasang ndak begitu meyakinkan.

Nah, justro obrolan di situs berita detik yang bikin saya heran. Ada beberapa hal yang menyalakan alarm yaitu:

“Tak hanya itu, dia juga menggunakan CPU komputer, dinamo, tuning potensio, sensor ultasonik, sensor infra merah dan sensor jumlah putaran dinamo.”

Wut? CPU? Maksudnya processor? Apa betul butuh daya proses sebesar itu?

Infra merah, sensor ultrasonik, dan sensor jumlah putaran dinamo ini adalah rangkaian penguat power.

Sensor digunakan sebagai penguat power? U wot m8?

Lalu ada drone, elektroda dan lainnya. Posisinya ditempel di kepala sebagai penangkap sinyal, alpa, delta, beta dan teta

Eh, kayaknya kata drone di situ ndak pada tempatnya. Saya cari melalui google kata drone dan EEG hasilnya adalah drone yang dikendalikan dengan EEG.

Okay sampai saat ini kecurigaan saya masih terarah pada wartawan yang asal kutip dan sama sekali nggak ngeh. Tapi kemudian ada lagi hal yang mengagetkan saya:

Tawan membutuhkan listrik 500 volt. Ini didapat dari baterai litiumoin yang dipasangnya.

500 Volt! Double U Tee Ef!

Dan yang terakhir gongnya adalah:

Kalau orang pegang ini ya kena setrum. Tapi kalau saya sendiri yang memakai alat ini tidak (tersetrum)

Yep, ini adalah mantra kibul-kibul. Kalu ente yang operasiin gak bakal bisa! No replikabilities bruh!

tem_ray_circuit

Pada akhirnya saya cuma minta ke Bli Tawan untuk mengindar aja dari para wartawan. Tunggu tim dari kementrian ristek untuk dapet bimbingan supaya tangan robotiknya bisa dijual.

Advertisements

One thought on “Aduh, Aduh Bli Tawan

  1. iya tuh hoax… macem macem aja ya sekarang… tuh negara sono yg super canggih kaya amrik n jepang aja yg udah serius robotik belum mampu…apalagi negara kita.. wtp ajr

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s