The Problem of Zakir Naik

Zakir Naik adalah salah satu penceramah terkenal. Ia berceramah mengenai berbagai hal, salah satunya adalah mengenai evolusi.

WTF, Is he even understand what he’s talking?Mulai dari menit pertama kita bisa melihat bahwa Zakir Naik tidak memahami konsep Darwin (atau bahkan berbohong). Dari menit pertama videonya kita dengar:

“In ‘The Origin of Species’ it says that Charles Darwin went on an island by the name of Keletropist on a ship named as HMS Beagle, and there he found birds pecking at niches. Depending upon the ecological niches they peck, the beaks kept on becoming long and short. This observation was made in the same species, not in different species.

Keletropist. AYY LMAO. Mungkin yang ia maksud Galapagos, atau mungkin pendengaran saya yang salah. Kemudian kita lihat ia memberi penjelasan aneh tentang relung (niche). Darwin tidak menemukan burung-burung finch yang mematuk relung (pecking at niches) tetapi ia menjelaskan bahwa ia menemukan lebih dari selusin spesies finch yang memiliki paruh berbeda sesuai dengan makanannya. Ia menyebut adaptasi ini menyesuaikan relung biologis (biological niche).

Seperti saya katakan, spesiesnya lebih dari satu! Coba cek di wikipedia.

Saya males komentar soal karakter Darwin sebagaimana Zakir Naik bicarakan. Begitupula tentang Gereja dan Galileo. Kite lewati dulu. Mari kita bicarakan mengenai evolusi manusia menurut Zakir Naik.

…All the stages— there were four “homonites,” Science tells us today that there were four “homonites.” First is “Lucy” along with its guy [sic] Dosnopytichest, which died about 3 and ½ million years (the Ice Age). Then next came the Homo sapiens who died out about five hundred thousand years ago. Then came the “Neanderthal Man,” who dies a hundred to forty thousand years ago. Then came the fourth stage, the “CroMagnon; – there is no link at all between these stages.

Zakir Naik menyebut istilah yang agak aneh “homonites” adakah ini mispronounsiasi dari hominid? Yang saya tahu ada banyak sekali jenis hominid. Hominid tidak hanya mencakup manusia tetapi juga mencakup simpanse, orangutan, dan gorilla. Dari fosilnya, jenis hominid juga bemacam-macam.

fossil_hominids

Tidak ada tahapan dalam empat pembagian yang diskret. Urutannyapun tidak seperti yang dikatakan Zakir Naik. Diantara Lucy dan Homo sapiens terdapat beberapa spesies (H. habilis, H. ergaster, dan H. erectus, H. rodhesiensis, dll). Satu lagi kesalahan fatal Zakir Naik adalah sapiens muncul sesudah neandertal! Kini bahkan diketahui bahwa sapiens bukanlah keturunan neandertal. Sayang sekali bahwa pemahaman evolusi Zakir Naik adalah pemahaman linier, padahal tujuan Evolusi adalah menjelaskan keragaman spesies.

Satu lagi, Cro-magnon, Zakir Naik, saya, dan kamu adalah Homo sapiens!

Demagog anti-evolusi seperti Adnan Oktar dan Zakir Naik umumnya berulang kali menyatakan bahwa teori evolusi Darwin salah. Well, get over it. Konsep yang diungkapkan Darwin tidak 100% lengkap dan benar. Kini dengan pemahaman mengenai genetika dan mutasi kita bisa mendapat pemahaman lebih lengkap mengenai evolusi. Melalui kemajuan teknologi dan sains kita tidak tahu apa yang akan kita dapati nantinya, atau bahkan malah ada bukti bahwa evolusi adalah konsep yang salah. Yang kita tahu dengan khazanah iptek saat ini evolusi adalah penjelassan terbaik mngenai keragaman spesies yang ada.

Advertisements

One thought on “The Problem of Zakir Naik

  1. Pingback: Shalat Gerhana Buat Apa? | ayatayatadit

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s