Shalat Gerhana Buat Apa?

Menelusur jagad maya memang ajaib. Sering muncul pertanyaan dan pernyataan ajaib yang bermakna macam-macam bila dilihat dari berbagai sudut pandang tertentu. Salah satunya adalah tweet tokoh yang dicap sebagai dedengkot Islam Liberal ini:

Nah bagaimana anda akan menjawab pertanyaan beliau?

Karena saya bukan ilmuan, ya saya akan menjawab dengan sekenanya saja. Sesuai kehendak hati saya. Nah, bila saya perkirakan ada beberapa sebab kenapa kita harus salat gerhana.

  1. Manut Nabi, Presiden, Pak Kyai & Pak Ustadz

Mungkin anda akan mempersoalkan, “Lha kalo manut nabi itu bukannya bagian dari agama?” Wah, mungkin bukan manut ke nabinya, tapi manut ke mereka yang anda anggap sebagai authority figure. Beberapa pihak dengan trendi mengeluhkan upaya mbah Harto melarang warga negara Indonesia menonton gerhana. Memang saat ini mengeluhkan kebijakan mbah Harto saat fashionable, padahal beliau kan dengan tulus ikhlas mencegah warga negara Indonesia mengalami kebutaan.

Nah, bagi sebagian dari kita shalat gerhana ini adalah salah satu bentuk kepatuhan kepada segala niat baik mereka.

  1. Jadi momen untuk melamar orang

Hal ini terjadi di Yogya dan di Sulawesi. keramaian saat gerhana dan shalatnya menjadikan ini momen khusus.

Kalau yang satu ini saya sulit memahami. Begitu pula para jones. Lha bagaimana mungkin paham soal melamar, siapa yang akan dilamar saja masih ndak bisa dibayangkan. Kerna saya ndak bisa bicara banyak soal ini dan mempertimbangkan kondisi hati para Jones maka saya cukupkan perbincangan poin satu ini.

  1. Merayakan diri sebagai kelas menengah ngehek

Soal shalat kusuf alias shalat gerhana matahari sudah disebarkan melalui berbagai media sosial. Para pengurus masjid pun segera merencanakan membuat shalat gerhana di masjid masing-masing sehingga warganya dapat ikut serta dalam amalan sunnah muakkad ini. Namun bukannya ikut memakmurkan masjid masing-masing, banyak diantara kita justru memilih tempat yang ramai. Entahlah.

Tapi sebenarnya, yang satu ini harus saya akui saya terlibat. Di kampung saya pukul 05.55 sudah diumumkan melalui speaker bahwa akan diadakan shalat gerhana pukul 06.20 (awal mulainya gerhana). Saya justru melakukan shalat khusuf ini di masjid kampus UGM. Alasannya sih kerana saya ingin melihat gerhana dengan proyektor sederhana yang saya buat, kampung saya isinya gang sempit, ndak bakal bisa dapat matahari pagi. Namun akhirnya proyektor saya malah dirubung mbak-mbak di masjid kampus.
gerhana

  1. Balik lagi ke alasan theologis

Setelah mikir beberapa alasan di atas entah kenapa saya malah balik lagi ke alasan theologis. Mas Zuhairi ini kenapa harus mencari-cari alasan untuk melakukan ibadah? Alasan untuk melakukan ibadah hanya satu, Allah Subhanahu wa Ta’ala. Kalau kita mencari-cari alasan untuk melakukan shalat bukannya kita malah jadi ndak ikhlas toh? Bukankah shalat itu urusan antara manusia dengan Tuhannya? Kenapa alasan yang dicari malah alasan duniawi?

Kalau nyambung-nyambungin hal duniawi dengan sains malah jadinya kayak seseorang yang malah bersebrangan dengan JIL.

Atau jangan-jangan Zuhairi Misrawi sedang mencoba memancing agar kita berpikir?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s