Sejarah dan Ilmu Sosial

Sejarah dan Ilmu Sosial

Pada abad 19 penulisan sejarah menekankan pada negara atau bangsa dan hubungannya dengan negara atau bangsa lainya. Ini tergambar dari pernyataan Guru Besar Sejarah Cambridge, John Seely, yang menyatakan bahwa sejarah tidak lain adalah politik masa lalu. Beralih ke abad 20 kecenderungan ini berubah. Perhatian sejarawan beralih pada gejala-gejala sosial yang ada pada masyarakat.

Kajian mengenai berbagai gejala sosial dalam rentang sejarah ini mendekatkan kajian sejarah dengan kajian ilmu-ilmu sosial. Bagaimana dua kajian ini dapat didekatkan, dan dapatkah keduanya membedakan satu-sama lain bila saling meminjam teori?

cropped-social_studies

1. Apakah Kajian Sejarah Merupakan Ilmu?

Charles A Beard (1934) menyebut bahwa sejarah telah disebut sebagai ilmu, sekaligus seni, sebuah fase dalam filosofi, dan cabang dari sastra. Ankersmit mengingatkan bahwa ada kendala bahasa dalam bayangan kita mengenai apa yang disebut ilmu. Ketika penutur bahasa Inggris menyebut ‘sciences’ maka yang mereka bayangkan adalah ilmu alam atau ilmu sosial, mereka akan menyatakan sejarah (dan kajian humaniora lain) bukan sebagai ilmu. Namun ketika penutur bahasa Jerman berbicara tentang geschichtewissenschaft maka tidak ragu bahwa kajian sejarah adalah ilmu. Namun hal ini tidaklah menghalangi bahwa kajian sejarah akademik adalah kajian ilmiah, sebagaimana idealisme Ranke.

Dari gelombang positivisme kita menerima bahwa dalam ilmu haruslah ada keterukuran, verifikasi, dan hukum-hukum yang dapat diamati. Namun bagi sejarawan hal-hal ini amat jarang ditemui. Peristiwa masa lalu tidak selalu dapat diukur dan menghasilkan hukum-hukum tertentu. Namun kerja ilmiah sejarawan adalah dalam menunjukkan hal-hal tersebut (keterukuran, hal-hal yang dapat diverifikasi) dalam peristiwa sejarah.

Orientasi sejarawan pada ilmu-ilmu sosial di pertengahan abad dua puluh muncul atas dasar optimisme para sejarawan dan filsuf sejarah bahwa teori sosial dapat memberikan jawaban atas berbagai masalah sejarah. Ankersmit memberi contoh misalnya saja tidak cukup menyebutkan bahwa pada saat revolusi Prancis rakyat Prancis mengalami kemelaratan. Kita harus membandingkan pendapatan dan jumlah pangan pada saat revolusi dan beberapa masa sebelumnya. Meminjam teori-teori dari kajian ilmu ekonomi niscaya adanya dalam penelitian ini.

2. Pertalian Sejarah dan Psikologi

Psikologi adalah bagian dalam ilmu sosial yang mengkaji pikiran dan mentalitas individual. Dalam kajian sejarah ilmu psikologi membantu untuk memberikan penjelasan mengenai pikiran-pikiran individu dalam suatu peristiwa sejarah. Penggunaan psikologi dalam menjelaskan suatu masa atau peristiwa sejarah dapat pula menghasilkan suatu kajian sejarah mentalitas.

Dalam filsafat sejarah spekulatif dapat ditemukan bahwa filsuf masa lalu mengibaratkan gerak sejarah sebagai pertumbuhan jiwa manusia. Agustinus mengandaikan gerak sejarah dengan enam hari penciptaan, serupa dengan tumbuh kembang mental manusia.

Adapul contoh psikolog yang menggunakan kajiannya untuk menggali pengetahuan mengenai masa lalu. Freud dengan dua karyanya Totem and Taboo dan Moses and Monotheism menelusuri agama dalam mentalitas manusia. Meski ada kritik dalam terhadap dua karya ini, kita dapat menemukan ide bagus dari dalamnya mengenai perkembangan agama, dan mendapatkan model bagi sejarah perkembangan agama.

3. Sejarah dan Sosiologi

Sosiologi adalah salah satu cabang ilmu sosial yang relatif baru, dikembangkan oleh Auguste Comte pada abad 19. Comte memperkenalkan positivisme, filsafat keilmuan yang menghendaki bahwa kajian sosial memiliki kerigidan dan sekuat sains dalam menjelaskan hukum-hukumnya. Meski mendapat tentanga, dan bahkan diuji oleh Karl Popper pada awal abad 20, positivisme mendapat dukungan kuat dan menjadikan sosiologi memperketat metodologinya.

Dari sosiologi kita mendapatkan berbagai konsep mengenai masyarakat. Konsep perkembangan masyarakat dari masyarakat primitif menjadi masyarakat yang kompleks dapat diuji melalui kajian sejarah, sekaligus menjadi model dalam memahami peristiwa masa lalu. Terdapat berbagai macam konsep dan model dari sosiologi yang digunakan sejarawan sosial dalam menjelaskan masa lalu dan perkembangan sejarah.

4. Sejarah dan Ilmu Ekonomi

Ekonomi adalah studi mengenai berbagai pilihan dan tindakan manusia dalam memenuhi kebutuhan materialnya. Objek studi ekonomi adalah manusia oleh karenanya ekonomi merupakan bagian dari ilmu-ilmu sosial. Namun untuk menjelaskan berbagai pilihan, tindakan, dan keadaan tersebut ekonomi haruslah menggunakan kuantifikasi untuk menggambarkan keadaan manusia. Tidak heran bila dalam studi ekonomi kita temui berbagai rumus-rumus perhitungan yang amat rumit.

Dalam penulisan sejarah, ilmu ekonomi memberi pengaruh mendalam bagi mazhab Annales dan New Economic History. Mazhab Annales dalam penulisan sejarahnya merujuk pada struktur-struktur dalam kehidupan manusia, salahsatunya adalah peran ekonomi bagi kehidupan manusia. Dalam New Economic History atau sering disebut aliran kliometri berbagai konsep, model, dan perhitungan ekonomi digunakan dalam studi sejarah. Kritik terhadap aliran Annales adalah mereka terlalu memperhatikan struktur yang hanya merupakan konstruksi penulisnya, dan mereka tidak membawa sumbangan metodologis bagi penulisan sejarah. Sementara itu terhadap aliran kliometri seringkali disebut melakukan anakronisme dalam menjelaskan pilihan tindakan manusia di masa lalu.

Penggunaan ilmu ekonomi untuk penulisan sejarah Indonesia amatlah berguna. Kita dapat menemui konsep dualisme ekonomi untuk menjelaskan ekonomi subsisten rakyat yang bersandingan dengan ekonomi uang perkebunan di Jawa abad 19. Kita dapat pula melihat bagaimana ekonomi kolonial berefek bagi kehidupan masyarakat setempat dengan menggunakan konsep-konsep dari ilmu ekonomi.

5. Kajian Sosial dengan Nuansa Sejarah dan Kerja Sejarawan

Diatas sudah digambarkan bagaimana 3 ilmu sosial menyumbangkan pengaruh amat besar bagi penulisan sejarah. Peter Burke dalam karyanya Sejarah dan Teori Sosial menyebutkan ada banyak lagi kajian sosial yang dapat menjadi objek kajian bagi sejarawan. Penggunaan konsep-konsep sosial dan model-model atau teori sosial memang memperkaya karya historiografis, namun dapatkah itu terjadi sebaliknya? Sebuah penelitian sosial yang menghasilkan nuansa sejarah yang dalam?

Di Indonesia sendiri banyak karya dari ilmuwan sosial yang memiliki dimensi diakronis. Mengambil contoh dari dalam negeri ada Perubahan Sosial di Yogyakarta karangan Selo Soemardjan. Tentu saja menunjukkan perubahan tidak dapat tidak harus melalui dimensi waktu. Dari kalangan Indonesianis kita temui juga The Decline of Constitutional Democracy in Indonesia karangan Herbert Feith. Karya ini amat penting menjelaskan politik masa Soekarno yang menyebabkan hilangnya demokrasi konstitusional di Indonesia.

Memang dalam kajian atau penelitian, seringkali para peneliti harus menanggalkan sekat keilmuannya demi mendapatkan jawaban atas pertanyaan yang mendorong penelitiannya. Ketika sejarawan menemui karya yang dapat menjelaskan suatu fenomena masa lampau atau peristiwa sejarah tentu ia tidak dapat menafikkannya begitu saja.

Lalu apa kerja sejarawan dalam hal ini?

Mungkin kita dapat berbalik pada pernyataan Ranke bahwa sejarawan harus kembali pada sumber yang paling dekat dengan objek penelitiannya. Dari sini sejarawan selain menggunakan teori-teori sosial, ia jugadapat berguna bagi diskursus ilmu sosial lainnya. Sejarawan dalam kerjanya yang berkaitan dengan dokumen dapat menyediakan dan memberikan kritik atas data yang akan digunakan oleh ilmuwan sosial. Di sisi lain dengan kerjanya yang berkaitan dengan data primer tersebut, sejarawan dapat memberikan kritik dan verifikasi bagi para ilmuwan sosial.

Pada akhirnya kerja sejarawan akan berbeda dengan ilmuwan sosial dalam kaitannya dengan teori. Bila ilmuwan sosial berusaha untuk menemukan teori yang paling paripurna untuk menjelaskan kemanusiaan, maka sejarawan menggunakan teori sebagai bantuan untuk menghasilkan penjelasan dalam narasi sejarah

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s