[Book Review] Praktik Relasi Kekuasaan Soeharto dan Krisis Ekonomi 1997-1998

Reformasi 1998 adalah episode penting yang telah menjadi bagian dari mitologi sejarah Indonesia. Mulai dari kegagalan pemerintahan Soeharto untuk menangani krisis ekonomi (dan berbagai krisisyang muncul bersamaan) hingga demonstrasi mahasiswa yang berujung pada pengunduran diri Soeharto adalah topik yang masih hangat dibicarakan hingga kini. Dalam khazanah pengetahuan sejarah kita mengenai reformasi ini Fredy L Tobing menyumbangkan buku yang menceritakan usaha Soeharto dalam mengatasi krisis tersebut.

praktik relasi kekuasaan soeharto dan krismon
Personalized rule (pemerintahan personal) adalah istilah yang tepat untuk menggambarkan pemerintahan orde Baru (Soeharto). Setiap orang yang menjadi bagian mesin kekuasaan Soeharto menggantungkan diri pada restu sang Presiden. Hal ini juga terjadi bagi mereka yang terlibat menjalankan ekonomi Indonesia di masa Orde Baru.
Soeharto tidak ragu untuk ‘mengadu’ satu faksi dengan faksi lainnya untuk memastikan semua pihak bergantung padanya. Para Panglima TNi harus menerima kenyataan bahwa Soeharto memilih memajukan ICMI (lingkar Habibie) untuk menunjukkan dirinya tidak bergantung pada ABRI. Tentu saja hal ini bisa menghambat kinerja para teknokrat yang menghadapi masalah pelik, namun harus menunggu restu dari Soeharto. Inilah masalah yang dihadapi tim ekonomi Soeharto.
Selain itu Soeharto juga memperlakukan bantuan asing dengan ambigu. Ia terus menerima lobi-lobi dari kerabat dekatnya yang akhirnya memunculkan ide untuk menerapkan CBS (Currency Board System) yang belum tentu disetujui IMF. Ia memperlakukan seolah IMF dapat diancam bahwa Indonesia akan beralih kepada bantuan lain, padahal Indonesia yang membutuhkan bantuan IMF. Pada akhirnya justru Soeharto (Indonesia) yang menerima bantuan IMF tanpa syarat.
Buku ini cukup ringkas namun jelas dalam menceritakan bagaimana Soeharto menangani krisis dengan melihat relasi politik di seputar sang presiden. Namun saya sendiri menemui kendala ketika penulis menggunakan singkatan yang muncul tiba-tiba tanpa dijelaskan sebelumnya. Buku ini saya beli sangat murah (Rp15 ribu) karena sedang obral, mungkin beberapa waktu ke depan akan sulit ditemui karenanya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s