Server KPU dan Kedunguan Kaum Sumbu Pendek

852116315_77599

Kadangkala mereka yang berteriak paling lantang adalah mereka yang berpikir paling pendek. Tak heran muncullah istilah “kaum sumbu pendek” yang konon katanya amat mudah intuk dipantik dan meledak. Dan kali ini saya menemukan bukti bahwa mereka yang gampang meleduk ini memang paling susah untuk diminta berpikir, meski hanya untuk dirinya sendiri.

Pemilihan Kepala Daerah baru saja berlangsung menjadi sasaran perhatian banyak orang, termasuk kaum sumbu pendek ini. Perkara penghitungan suara menjadi perhatian banyak orang karena ketakutan adanya manipulasi suara. Namun kemudjadiian sasaran kecurigaan akan adanya kecurangan ini malah sasaran, mereka mencurigai terjadinya kecurangan dengan berbekal pengamatan pada ‘quick count KPU.’

Mereka yang melek sedikit politik pasti mengerti bahwa yang mereka sebut sebagai ‘quick count KPU’ tidak lain adalah hsail sementara real count. Tentu saja KPU tidak akan melakukan hitung cepat yang hanya akan mengambil sampel dari populasi. Tugas KPU adalah melaksanakan sensus, seluruh penduduk yang dapat memilih harus dihitung. KPU tidak melakukan survei.

Tentu saja data yang ditampilkan situs KPU terus berubah-ubah sesuai dengan data sebenarnya yang masuk ke KPU. Oleh karena itulah sebutannya real count, penghitungan sesuai data sebenarnya. Ini berbeda dengan survei yang hanya mengambil sampel, oleh karenanya survei selalu diimbuhi dengan kata “margin of error.” Mungkin kaum sumbu pendek ini belum belajar tentang statistik sehingga gagal memahami bahasa dan jargon yang digunakan oleh praktisi dan ilmuwan politik.

Namun belum kenal statistik dan jargon bukanlah alasan untuk berpikir sependek itu. Mereka yang mengaku sebagai “cyber army” ini seharusnya berusaha paham tentang apa yang digunakan KPU untuk memutuskan pemenang dalam pemilihan. KPU mendasarkan keputusannya pada hasil penghitungan manual. Di-hack bagaimanapun servernya hasil penghitungannnya tetap ada dan tersimpan.

Ini mengalihkan kita pada isu selanjutnya.

screenshot_2017-01-26-22-59-14

Screencap dari https://www.youtube.com/user/ColdHardLogic

Cara berpikir yang mengedepankan kecurigaan, pencarian data yang setengah-setengah, dan analisis rudimenter adalah ciri-ciri mereka yang nyaring berteriak “KONSPIRASI.” Tak herang penggunaan daya pikir seadanya ini mendorong beberapa pihak menyebut mereka CONSPIRATARD. Nyaringnya teriakan mereka justru menjadi pertanda atas kebodohan mereka.

Baiklah, sekian saja tulisan ayatayatadit kali ini. Silahkan rekan-rekan menikmati drama-drama yang akan bermunculan lagi di jagad internet.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s